• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bentuk-Bentuk Tindakan Manipulasi yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bentuk-Bentuk Tindakan Manipulasi yang Perlu Diwaspadai

Ini Bentuk-Bentuk Tindakan Manipulasi yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 September 2022

“Terdapat beberapa bentuk dari tindakan manipulasi yang perlu diwaspadai. Mulai dari guilt tripping, berbohong, memberikan sanjungan, hingga silent treatment atau pendiaman.”

Ini Bentuk-Bentuk Tindakan Manipulasi yang Perlu DiwaspadaiIni Bentuk-Bentuk Tindakan Manipulasi yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Secara garis besar, manipulasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk memengaruhi mental dan emosi orang lain. Hal ini dilakukan oleh pelaku manipulasi (manipulator) untuk mendapatkan apa yang diinginkan sekaligus mengendalikan korbannya. Manipulasi dapat terjadi pada siapa saja dalam segala jenis hubungan. Baik hubungan pertemanan, hubungan percintaan, hingga hubungan orang tua dan keluarga. 

Bahkan, hubungan rekan kerja dan atasan dalam dunia kerja juga mungkin menimbulkan perlakuan yang manipulatif. Padahal, perilaku manipulatif dapat berdampak secara negatif pada kesehatan mental korbannya. Baik secara lambat maupun cepat. 

Bentuk-Bentuk Tindakan Manipulasi 

Berikut adalah beberapa bentuk dari tindakan manipulasi yang perlu diwaspadai: 

1. Guilt Tripping

Istilah guilt tripping atau rasa bersalah-tersandung merupakan suatu bentuk komunikasi yang bersifat manipulasi. Baik verbal atau nonverbal, yang digunakan oleh seseorang terhadap korban untuk menimbulkan perasaan bersalah. Dengan demikian, korban manipulasi diharapkan akan memenuhi apa yang diinginkan oleh sang manipulator. 

Sebagai contoh, seorang ayah mungkin akan meminta balas budi kepada anaknya karena telah membiayai kuliahnya, ketika anaknya tidak mau menurutinya. Contoh lain guilt tripping juga dapat terjadi pada hubungan percintaan.  Seorang pria meminta untuk diberikan hadiah ulang tahun yang diinginkan. Namun, pasangannya tidak ingin menurutinya karena beberapa hal. Nantinya, pria tersebut akan mengungkit-ungkit tentang segala perjuangan yang telah ia lakukan terhadap pasangannya. 

2. Berbohong

Seseorang yang memiliki kecenderungan manipulatif seringkali berbohong untuk mencoba mengendalikan atau memaksa orang lain. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk menghindari kesalahan atau konsekuensi atas tindakan mereka.Contohnya, seorang remaja yang diberitahu oleh orang tuanya untuk tidak bergaul dengan kelompok tertentu, mungkin akan berbohong terkait keberadaan dan kegiatan yang dilakukan. Remaja tersebut juga mungkin akan berbohong kepada orang tuanya dengan mengatakan ingin pergi keluar dengan teman-teman lain. 

3. Memberikan Sanjungan

Pujian diberikan secara tulus dengan positif tanpa mengharapkan balasan. Sedangkan sanjungan, terkadang sering digunakan oleh manipulator secara tidak jujur dan tulus. Sebab, manipulator akan menggunakannya sebagai alat untuk mendapatkan pengaruh dan kontrol emosional pada seseorang. Misalnya, seseorang yang menginginkan kenaikan gaji atau jabatan, mungkin akan secara teratur memuji kekuatan dan pencapaian dari atasan mereka. Padahal, para manipulator tidak benar-benar peduli dengan pencapaian atasan mereka. 

4. Projection 

Proyeksi atau projection merupakan suatu bentuk manipulasi di mana seseorang mengklaim emosi yang dirasakan manipulator, adalah emosi yang sebenarnya dialami orang lain. Sebagai contoh, seorang manipulator akan menyebabkan ketegangan dan drama, tetapi menyalahkan orang lain karena telah menciptakan situasi seperti itu. 

5. Silent Treatment

Silent treatment atau pendiaman merupakan perilaku manipulasi saat seseorang akan mengabaikan orang lain dan benar-benar berhenti mengakuinya dalam segala bentuk komunikasi. Bentuk manipulasi ini rentan terjadi pada hubungan percintaan yang toxic atau tidak sehat. Adapun, silent treatment dapat terjadi setelah pasangan beradu argumen secara intens. Bentuk manipulasi ini umumnya terjadi karena manipulator merasa kesal dan tidak memiliki kontrol atas diri pasangannya. 

Alhasil, mereka akan menggunakan keheningan dengan tujuan untuk mempertahankan kontrol dan kekuatan. Dengan demikian, pasangannya diharapkan akan berusaha untuk menghubungi manipulator dan meminta maaf, meskipun tidak salah. 

Itulah beberapa bentuk manipulasi yang perlu diwaspadai. Jika kamu memiliki orang terdekat atau pasangan yang kerap melakukan beberapa jenis manipulasi tersebut, segeralah berdiskusi dengan psikolog. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya psikolog tepercaya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Psych Central. Diakses pada 2022. How to Spot Manipulation Tactics. 
Well and Good Healthy Mind. Diakses pada 2022. 5 Types of Manipulative Behavior That Aren’t So Easy To Spot.