Ad Placeholder Image

Ini Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   17 April 2026

Faktanya, seseorang bisa mengalami radang amandel dan radang tenggorokan secara bersamaan.

Ini Cara Membedakan Amandel dan Radang TenggorokanIni Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

DAFTAR ISI:


Amandel disebabkan oleh bakteri kelompok A Streptococcus, yang juga menyebabkan radang tenggorokan juga. Sedangkan, radang tenggorokan alias faringitis adalah penyakit yang terjadi akibat peradangan pada daerah tenggorokan.

Sementara radang amandel (tonsilitis) menyerang kelenjar tonsil, yaitu kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Kelenjar ini bertugas untuk menangkap dan membunuh kuman yang menyerang saluran pernapasan. 

Simak ulasan lengkap berikut ini untuk memahami cara membedakan amandel dan radang tenggorokan.

Ciri Visual dan Gambar Tenggorokan Radang

Pemeriksaan visual secara mandiri di depan cermin dapat membantu mengidentifikasi kondisi tenggorokan.

Melalui pengamatan gambar tenggorokan radang, terdapat beberapa indikator klinis yang dapat dibedakan:

  • Kemerahan Ekstrem: Pada penderita faringitis, lapisan dinding belakang tenggorokan tampak berwarna merah cerah atau gelap dibandingkan area di sekitarnya.
  • Pembengkakan Amandel: Jika terjadi tonsilitis, kelenjar di sisi kanan dan kiri akan membengkak secara signifikan, terkadang hingga hampir bersentuhan di tengah.
  • Bercak Putih atau Kuning (Eksudat): Munculnya bintik-bintik nanah pada permukaan amandel sering kali menjadi pertanda infeksi bakteri Streptococcus.
  • Uvula Membengkak: Jaringan kecil yang menggantung di tengah tenggorokan (uvula) dapat tampak membengkak dan kemerahan akibat peradangan sistemik di area orofaring.

Perbedaan Gejala Radang Amandel dan Radang Tenggorokan 

Cara pertama untuk mengetahui perbedaan di antara dua penyakit ini tentu saja melalui gejalanya. Tonsilitis dan radang tenggorokan memiliki banyak gejala serupa karena radang tenggorokan dianggap sebagai jenis radang amandel.

Namun, orang-orang dengan radang tenggorokan memiliki gejala tambahan yang unik.

Dua penyakit ini sama-sama menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di area leher, gangguan menelan, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Namun pada beberapa aspek tetap bisa dilihat perbedaannya. Misalnya pada radang tenggorokan akan tampak kemerahan pada amandel, sementara pada radang tenggorokan hanya tampak bintik-bintik merah pada mulut.

Radang amandel juga akan menyebabkan gejala seperti demam, leher kaku, sakit perut, dan perubahan warna putih atau kuning pada atau di sekitar amandel.

Amandel identik menimbulkan rasa sakit saat menelan, namun tak perlu khawatir. Jika kamu mengalaminya, Begini 6 Cara Simpel Mengatasi Sakit saat Menelan.

Sementara radang tenggorokan sebabkan demam yang lebih tinggi, pegal linu pada sekujur tubuh, mual dan muntah, serta tampak amandel merah bengkak dengan garis-garis putih nanah.

Mau tahu apa saja obat-obatan untuk mengatasi sakit tenggorokan? Baca di artikel ini: “Ini 11 Obat Radang Tenggorokan untuk Dewasa Tanpa Resep Dokter

Beda Penyebab Radang Amandel dan Radang Tenggorokan

Tonsilitis bisa disebabkan oleh berbagai kuman, termasuk virus dan bakteri. Namun ia paling sering disebabkan oleh virus, seperti:

  • Influenza.
  • Coronavirus.
  • Adenovirus.
  • Virus Epstein-Barr.
  • Virus herpes simpleks.
  • HIV.

Tonsilitis juga dapat disebabkan oleh bakteri dan diperkirakan 15-30 persen tonsilitis disebabkan oleh bakteri.

Bakteri menular yang paling umum adalah kelompok A Streptococcus, yang menyebabkan radang tenggorokan.

Spesies lain dari bakteri strep dapat menyebabkan tonsilitis juga, termasuk:

Sementara untuk radang tenggorokan, ia disebabkan secara khusus oleh bakteri Streptococcus kelompok A.

Tidak ada kelompok bakteri atau virus lain yang menyebabkannya.

Amandel sering terjadi pada saat usia anak-anak, namun ketika sudah lama tidak mengalaminya Bisakah Amandel Kambuh Saat Dewasa?

Cara Mengatasi Gejala Keduanya

Untuk meredakan gejala sakit tenggorokan, kamu dapat mencoba pengobat rumahan, antara lain: 

  • Beristirahat cukup.
  • Minum banyak air.
  • Minum cairan hangat, seperti kaldu, teh dengan madu dan lemon, atau sup hangat.
  • Berkumurlah dengan air hangat yang asin.
  • Mengisap permen keras atau permen pelega tenggorokan.
  • Tingkatkan kelembapan di rumah atau kantor dengan menggunakan pelembap udara.

Sedang mencari produk obat radang amandel yang bagus? Ini Obat Radang Amandel yang Ampuh dan Tersedia di Apotek.

Sementara untuk kasus radang amandel yang lebih berat, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. Pastikan untuk minum antibiotik persis seperti yang diarahkan oleh dokter.

Langkah Pencegahan dan Risiko Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan benar, radang tenggorokan bakteri dapat memicu komplikasi serius seperti demam rematik atau peradangan ginjal (glomerulonefritis).

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
  • Tidak berbagi peralatan makan atau minum dengan orang yang sakit.
  • Menggunakan masker di tempat umum saat kondisi tubuh kurang fit.
  • Mengonsumsi makanan bergizi untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Jika salah satu atau beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas kamu alami, maka segera periksakan diri ke dokter di Halodoc dengan klik banner di bawah ini!

Dokter mungkin akan meresepkan obat yang bisa wajib kamu konsumsi.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan beberapa obat amandel dan radang tenggorokan di Toko Kesehatan Halodoc.

Dengan layanan antar, pesanan kamu pun bisa segera tiba kurang dari satu jam. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. The Difference Between Tonsillitis and Strep Throat.
Web MD. Diakses pada 2026. The Difference Between A Cold, Strep Throat, and Tonsillitis.

1. Apakah bintik putih di tenggorokan selalu berarti infeksi bakteri?

Tidak selalu, namun bercak putih merupakan indikator kuat adanya infeksi bakteri atau jamur yang memerlukan evaluasi medis.

2. Kapan seseorang harus segera ke dokter?

Segera hubungi tenaga medis jika penderita mengalami kesulitan bernapas, kesulitan menelan ludah secara ekstrem, demam tinggi yang tidak kunjung turun, atau terdapat darah pada liur.

3. Apakah radang amandel harus selalu dioperasi?

Operasi amandel (tonsilektomi) biasanya hanya direkomendasikan jika terjadi infeksi berulang yang kronis atau jika pembengkakan amandel mengganggu jalur pernapasan (sleep apnea).