Ad Placeholder Image

Ini Cara Mengatasi Anak Muntah di Malam Hari

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   27 Oktober 2025

Anak muntah di malam hari bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gangguan pencernaan, refluks asam lambung, infeksi virus, hingga makanan yang dikonsumsi sebelum tidur.

Ini Cara Mengatasi Anak Muntah di Malam HariIni Cara Mengatasi Anak Muntah di Malam Hari

DAFTAR ISI


Panik saat Si Kecil tiba-tiba muntah di tengah malam? Tenang, Ibu tidak sendiri. Kondisi ini sering membuat orang tua cemas dan bingung harus berbuat apa, apalagi ketika anak tampak lemas dan sulit ditenangkan. 

Kabar baiknya, dengan langkah yang tepat, ibu bisa membantu anak merasa lebih nyaman dan mencegah kondisi makin parah. Yuk, simak panduan lengkap cara mengatasi anak muntah di malam hari berikut ini.

Penyebab Anak Muntah di Malam Hari

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak muntah di malam hari. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam menentukan cara penanganan yang tepat. Berikut beberapa penyebab umum:

  • Infeksi virus atau bakteri: Gastroenteritis atau infeksi saluran pencernaan adalah penyebab paling umum muntah pada anak. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus seperti rotavirus atau bakteri seperti Salmonella.
  • Keracunan makanan: Makanan yang terkontaminasi bakteri atau racun dapat menyebabkan muntah.
  • Alergi makanan: Reaksi alergi terhadap makanan tertentu dapat memicu muntah.
  • Batuk yang Keras: Batuk yang terus-menerus dapat memicu refleks muntah.
  • Penyakit Asam Lambung (GERD): Kondisi ini dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu muntah, terutama saat berbaring di malam hari.
  • Obstruksi usus: Penyumbatan pada usus dapat menyebabkan muntah yang parah dan memerlukan penanganan medis segera.
  • Migrain: Sakit kepala migrain pada anak-anak juga bisa disertai dengan muntah.
  • Sickness (Mabuk Perjalanan): Meskipun lebih sering terjadi saat perjalanan, efeknya bisa berlanjut hingga malam hari.

Apa saja obat untuk mengatasi muntah pada anak? Baca di sini: Ini 7 Rekomendasi Obat Muntah Anak untuk Mengatasi Mual dan Dehidrasi

Gejala Muntah pada Anak yang Perlu Diperhatikan

Selain muntah itu sendiri, perhatikan gejala lain yang menyertai. Gejala-gejala ini dapat membantu dokter menentukan penyebab muntah dan memberikan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

  • Demam: Suhu tubuh tinggi bisa menjadi tanda infeksi.
  • Diare: Sering buang air besar dengan tinja yang encer.
  • Sakit perut: Nyeri atau kram di perut.
  • Dehidrasi: Tanda-tanda dehidrasi meliputi mulut kering, jarang buang air kecil, dan mata cekung.
  • Lemas atau lesu: Anak tampak sangat lemas dan tidak bertenaga.
  • Ruam: Munculnya ruam pada kulit bisa menjadi tanda alergi atau infeksi.
  • Nyeri kepala: Sakit kepala yang parah bisa menjadi tanda migrain atau masalah lainnya.
  • Penurunan kesadaran: Jika anak tampak bingung atau sulit dibangunkan, segera cari pertolongan medis.

Pertolongan Pertama saat Anak Muntah di Malam Hari

Saat anak muntah di malam hari, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah:

  • Tenangkan anak: Usahakan untuk tetap tenang dan menenangkan anak. Rasa panik bisa membuat anak semakin cemas.
  • Posisikan anak dengan benar: Dudukkan anak atau posisikan tubuhnya menyamping untuk mencegah tersedak. Jika anak masih bayi, posisikan dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan.
  • Bersihkan muntahan: Segera bersihkan muntahan agar tidak terhirup atau menyebabkan iritasi.
  • Berikan cairan sedikit demi sedikit: Setelah muntah mereda, berikan cairan elektrolit seperti oralit atau larutan garam dan gula sedikit demi sedikit
  • Hindari memberikan minuman manis seperti jus atau soda karena dapat memperburuk kondisi.
  • Hindari makanan padat: Jangan memberikan makanan padat sampai anak benar-benar merasa lebih baik.

Atasi muntah anak dengan oralit, Inilah Dosis Oralit yang Tepat untuk Dewasa dan Anak. 

Obat dan Penanganan Medis untuk Muntah pada Anak

Dalam banyak kasus, muntah pada anak akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 6-24 jam. 

Namun, jika muntah berlanjut atau disertai gejala lain, penanganan medis mungkin diperlukan.

Berikut adalah beberapa pilihan obat dan penanganan medis yang mungkin diberikan oleh dokter:

  • Obat anti-muntah: Dokter mungkin meresepkan obat anti-muntah seperti ondansetron untuk mengurangi frekuensi muntah. Obat ini harus digunakan sesuai resep dokter.
  • Cairan intravena (IV): Jika anak mengalami dehidrasi berat, dokter mungkin memberikan cairan melalui infus.
  • Pemeriksaan lebih lanjut: Jika penyebab muntah tidak jelas, dokter mungkin melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah, tes urine, atau rontgen.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya menjaga hidrasi anak saat muntah. 

Ibu perlu tahu Sebelum Memberikan Oralit untuk Bayi, Perhatikan Hal Ini.

Cara Mencegah Anak Muntah di Malam Hari

Meskipun tidak semua penyebab muntah dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko anak muntah di malam hari:

  • Jaga kebersihan: Cuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Hindari makanan yang tidak bersih: Pastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan dimasak dengan benar. Hindari makanan yang sudah basi atau mencurigakan.
  • Vaksinasi: Pastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap, termasuk vaksin rotavirus yang dapat mencegah infeksi saluran pencernaan.
  • Hindari alergen: Jika anak memiliki alergi makanan, hindari makanan yang dapat memicu alergi.
  • Berikan makan dengan porsi kecil: Berikan makan dengan porsi kecil namun sering, terutama jika anak memiliki riwayat GERD.
  • Hindari aktivitas berat sebelum tidur: Hindari aktivitas fisik yang berat atau makan terlalu banyak sebelum tidur.

Jika anak muntah karena muntaber, Ini Pilihan Obat Muntaber yang Biasanya Diresepkan Dokter. 

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus muntah pada anak dapat diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera.

Segera bawa anak ke dokter spesialis anak jika:

  • Muntah terjadi terus-menerus dan tidak mereda.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat.
  • Terdapat darah dalam muntahan.
  • Anak mengalami sakit perut yang parah.
  • Anak mengalami penurunan kesadaran atau kejang.
  • Anak tampak sangat lemas atau tidak responsif.
  • Muntah disertai dengan demam tinggi.

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi: 
Ayo Sehat. Diakses pada 2025. Dehidrasi pada Anak. 
Healthline. Diakses pada 2025. Child Vomiting at Night but Fine During Day: Causes, Treatment. 
Medical News Today. Diakses pada 2025. Child Vomiting at Night: Causes, Treatment, and Prevention.