
Ini Dokter yang Bisa Beri Info seputar Pemeriksaan Payudara
Pemeriksaan payudara memiliki berbagai manfaat, salah satunya adalah untuk mendeteksi secara dini masalah yang terjadi pada organ tersebut. Hubungi dokter spesialis bedah di Halodoc jika kamu hendak lakukan pemeriksaan payudara.

DAFTAR ISI
- Mengapa Pemeriksaan Payudara Penting?
- Periksa Payudara ke Dokter Apa?
- Langkah-langkah Pemeriksaan Medis
- Kapan Harus Waspada?
- Studi Terkait
- FAQ
Kesehatan payudara merupakan aspek krusial bagi setiap individu, terutama wanita, namun sering kali diabaikan hingga muncul keluhan yang nyata. Menyadari adanya perubahan pada payudara, seperti benjolan, rasa nyeri, atau perubahan tekstur kulit, tentu bisa menimbulkan kekhawatiran yang besar. Langkah awal yang paling tepat bukanlah menduga-duga, melainkan melakukan pemeriksaan medis secara profesional untuk memastikan kondisi kesehatan kamu.
Banyak orang merasa bingung dan bertanya-tanya, sebenarnya periksa payudara ke dokter apa yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Kebingungan ini sering kali menghambat deteksi dini, padahal waktu sangat berharga dalam menangani masalah kesehatan payudara. Memahami peran masing-masing spesialis medis akan membantu kamu mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan akurat.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai jenis-jenis dokter yang berkompeten dalam menangani keluhan payudara, mulai dari pemeriksaan awal hingga tindakan medis lanjutan. Selain itu, kamu juga akan memahami pentingnya deteksi dini dan prosedur apa saja yang biasanya dilakukan oleh tim medis.
Nah, mau tahu apa saja pilihan dan langkah tepat untuk memeriksakan kesehatan payudara? Berikut ulasannya!
Mengapa Pemeriksaan Payudara Penting?
Pemeriksaan payudara bukan hanya dilakukan saat merasa ada yang salah, tetapi juga sebagai langkah preventif yang rutin. Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi wanita. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua benjolan adalah kanker; banyak kondisi bersifat jinak (non-kanker) seperti kista atau fibroadenoma.
Deteksi dini melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) secara signifikan meningkatkan peluang kesembuhan jika ditemukan adanya kelainan. Dengan melakukan konsultasi kepada ahli yang tepat, kamu bisa mendapatkan diagnosa yang pasti dan menghindari kecemasan yang tidak perlu.
Periksa Payudara ke Dokter Apa?
Menentukan dokter mana yang harus dikunjungi tergantung pada tujuan pemeriksaan kamu, apakah itu pemeriksaan rutin atau karena adanya keluhan spesifik. Berikut adalah daftar spesialis yang bisa kamu tuju:
1. Dokter Umum (General Practitioner)
Dokter umum adalah pintu pertama dalam layanan kesehatan. Jika kamu merasa ada yang aneh namun belum yakin harus ke mana, dokter umum dapat melakukan pemeriksaan fisik awal (palpasi) dan memberikan rujukan ke dokter spesialis yang sesuai dengan temuan mereka.
2. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn)
Bagi banyak wanita, dokter kandungan adalah pilihan utama untuk masalah reproduksi, termasuk payudara. Dokter kandungan sangat kompeten dalam melakukan pemeriksaan rutin tahunan dan dapat mendeteksi kelainan hormonal yang mungkin memengaruhi kesehatan payudara kamu.
3. Dokter Spesialis Bedah Onkologi
Jika ditemukan adanya benjolan yang mencurigakan atau hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya massa padat, maka kamu akan dirujuk ke dokter spesialis bedah onkologi. Mereka adalah ahli dalam menangani tumor dan kanker, baik dengan tindakan biopsi maupun prosedur pembedahan lainnya.
4. Dokter Spesialis Radiologi
Meskipun kamu tidak melakukan konsultasi tatap muka sebagai langkah pertama, dokter radiologi memainkan peran vital di balik layar. Mereka adalah ahli yang menginterpretasikan hasil dari alat pemindai seperti USG Mamae, Mammografi, hingga MRI payudara untuk melihat kondisi di dalam jaringan secara detail.
Tips Melakukan Pemeriksaan Mandiri (SADARI)
- Lakukan 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi saat jaringan payudara paling lunak.
- Gunakan tiga jari utama untuk meraba area payudara dengan gerakan melingkar.
- Perhatikan adanya perubahan warna kulit, cekungan (dimpling), atau cairan keluar dari puting.
Langkah-langkah Pemeriksaan Medis
Ketika kamu memutuskan untuk melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan mengikuti protokol tertentu. Jika kamu ingin mendapatkan saran awal mengenai periksa payudara ke dokter apa, kamu bisa mulai dengan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
1. Anamnesis (Wawancara Medis)
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga, pola hidup, siklus menstruasi, dan kapan pertama kali keluhan dirasakan. Informasi ini sangat penting untuk menilai faktor risiko.
2. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan melihat simetri payudara dan melakukan perabaan untuk mencari adanya benjolan, penebalan jaringan, atau pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak.
3. Pemeriksaan Penunjang (Imaging)
Berdasarkan usia dan kondisi jaringan, dokter akan menyarankan USG Mamae (biasanya untuk wanita di bawah 40 tahun) atau Mammografi (untuk wanita di atas 40 tahun atau yang memiliki risiko tinggi).
Kapan Harus Waspada?
Ada beberapa tanda “bendera merah” yang mengharuskan kamu segera menemui dokter spesialis, di antaranya:
- Benjolan yang terasa keras, tidak dapat digerakkan, dan tidak sakit.
- Perubahan bentuk atau ukuran payudara yang drastis secara tiba-tiba.
- Puting yang tertarik ke dalam (retraksi).
- Keluar cairan darah atau bening secara spontan dari puting.
- Kulit payudara yang tampak seperti kulit jeruk (peau d’orange).
Studi Mengenai Deteksi Dini Payudara
The Lancet Oncology menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa pemeriksaan skrining rutin secara signifikan menurunkan tingkat mortalitas akibat kanker payudara hingga 20% pada populasi berisiko tinggi.
Studi tersebut menegaskan bahwa keterlambatan diagnosis lebih dari tiga bulan sejak gejala pertama muncul dapat memperburuk prognosis. Oleh karena itu, kesadaran akan dokter mana yang harus dikunjungi menjadi faktor penentu keselamatan pasien.
Jika kamu mengalami gejala yang mengkhawatirkan, jangan menunda. Langkah kecil seperti berkonsultasi bisa menyelamatkan nyawa. Untuk menunjang kesehatan harian dan memenuhi kebutuhan nutrisi penunjang imun, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc di mana produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc secara langsung melalui video call atau chat.
Punya Keluhan di Payudara tapi Bingung Harus Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada yang tidak biasa pada payudara, tapi bingung harus mulai dari mana atau ke dokter apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
FAQ
1. Apakah dokter umum bisa mendiagnosa kanker payudara?
Dokter umum dapat melakukan skrining awal, namun diagnosa pasti kanker payudara memerlukan evaluasi mendalam dari dokter spesialis bedah onkologi melalui biopsi dan hasil patologi anatomi.
2. Periksa payudara ke dokter apa jika sedang menyusui?
Kamu bisa tetap mengunjungi dokter kandungan atau konselor laktasi terlebih dahulu jika keluhan berkaitan dengan saluran ASI yang tersumbat atau mastitis.
3. Apakah USG payudara terasa sakit?
Tidak, USG payudara adalah prosedur non-invasif yang tidak menimbulkan rasa sakit. Alat transduser hanya akan digerakkan di atas permukaan kulit dengan bantuan gel.
4. Apakah remaja perlu melakukan pemeriksaan payudara?
Meskipun risiko kanker sangat rendah pada remaja, edukasi mengenai SADARI sangat disarankan agar remaja mengenali tekstur normal payudaranya sendiri sejak dini.




