Ad Placeholder Image

Ini Gejala Respiratory Syncytial Virus yang Perlu Diwaspadai

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   17 Oktober 2025

Respiratory Syncytial Virus atau RSV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah. 

Ini Gejala Respiratory Syncytial Virus yang Perlu DiwaspadaiIni Gejala Respiratory Syncytial Virus yang Perlu Diwaspadai

Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan salah satu penyebab paling umum infeksi saluran pernapasan, terutama pada bayi, anak kecil, dan orang lanjut usia. 

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, infeksi RSV bisa menjadi serius bila tidak segera ditangani, khususnya pada bayi di bawah usia dua tahun atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dan cara mengatasinya sejak dini agar tidak menimbulkan komplikasi serius.

Apa Itu Respiratory Syncytial Virus?

Respiratory Syncytial Virus atau RSV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah. 

Virus ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat seperti rumah sakit, penitipan anak, atau sekolah. 

RSV dapat menginfeksi siapa saja, tetapi paling berisiko bagi:

  • Bayi, terutama yang berusia di bawah 6 bulan.
  • Anak dengan penyakit jantung bawaan atau gangguan paru-paru kronis.
  • Lansia berusia di atas 65 tahun.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Waspada, Ini Gejala Respiratory Syncytial Virus

Gejala RSV dapat berbeda-beda tergantung usia dan kondisi kesehatan seseorang. Pada awalnya, gejala sering kali mirip dengan flu biasa, seperti pilek atau batuk ringan. 

Akan tetapi, dalam beberapa hari, gejalanya dapat memburuk, terutama pada bayi dan anak kecil.

Berikut gejala RSV yang perlu kamu waspadai:

  • Hidung tersumbat dan pilek
  • Batuk kering atau berdahak
  • Demam ringan hingga sedang
  • Nafas cepat atau sesak
  • Sulit makan atau menyusu
  • Lesu dan rewel
  • Pada kasus berat, terutama bila kadar oksigen rendah, bibir dan ujung jari bayi bisa tampak kebiruan. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

Pada lansia, infeksi ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau memperparah penyakit jantung dan paru yang sudah ada sebelumnya.

Alami batuk kering? Ini Rekomendasi Obat Batuk Kering yang Bisa Dicoba.

Cara Mengatasi Respiratory Syncytial Virus

Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang dapat membunuh RSV. Namun, pengobatan dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. 

Inilah langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Istirahat cukup dan perbanyak cairan

Tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi. 

Pastikan penderita RSV mendapatkan istirahat yang cukup dan minum air yang banyak untuk mencegah dehidrasi.

2. Gunakan obat pereda gejala

Obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan panas dan meredakan nyeri. 

Pastikan penggunaan obat disesuaikan dengan usia dan anjuran dokter.

3. Gunakan humidifier atau uap hangat

Udara lembap dari humidifier dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan membuat napas menjadi lebih nyaman.

4. Bersihkan hidung bayi dengan aspirator

Untuk bayi yang sulit bernapas akibat hidung tersumbat, gunakan alat penyedot lendir khusus bayi agar saluran pernapasannya lebih lega.

Si Kecil alami flu? Jangan khawatir, ini Pilihan Obat Pilek untuk Bayi yang Biasa Diresepkan Dokter.

5. Konsultasi dengan dokter

Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, segera konsultasi dengan dokter

Dalam kasus berat, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan oksigen tambahan atau cairan infus.

Pencegahan Respiratory Syncytial Virus

Mengingat penularan RSV sangat mudah, langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting. 

Ini dia beberapa cara efektif untuk mencegah penyebarannya:

  1. Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama sebelum menyentuh wajah atau menggendong bayi
  2. Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit
  3. Jaga kebersihan lingkungan dan barang pribadi
  4. Gunakan masker saat sakit. Jika kamu sedang batuk atau pilek, gunakan masker agar tidak menularkan virus ke orang lain
  5. Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan tisu atau siku bagian dalam
  6. Pada musim hujan atau saat banyak orang terserang flu, sebaiknya hindari kerumunan terutama jika kamu membawa bayi
  7. Dapatkan vaksinasi pencegahan bagi kelompok tertentu

Saat ini, beberapa negara telah mengembangkan vaksin RSV untuk lansia dan ibu hamil. Vaksin ini membantu memberikan perlindungan tambahan bagi bayi baru lahir. 

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui ketersediaan dan manfaatnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter bila muncul gejala berikut:

  • Napas cepat atau tersengal-sengal (lebih dari 60 kali per menit pada bayi).
  • Bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
  • Anak tampak sangat lemas, tidak responsif, atau sulit dibangunkan.
  • Sulit makan, minum, atau menyusu.
  • Demam tinggi (>38,5 derajat Celcius) yang tidak kunjung turun.
  • Tanda dehidrasi, seperti mulut kering, tidak buang air kecil, atau menangis tanpa air mata.

Untuk lansia, segera konsultasikan dengan dokter bila gejala RSV menimbulkan sesak berat, batuk terus-menerus, atau memperburuk penyakit kronis seperti gagal jantung dan PPOK.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala RSV, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Dokter di Halodoc mampu memberikan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisimu.

Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2025. Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Respiratory syncytial virus (RSV).
Verywell Health. Diakses pada 2025. What Is Respiratory Syncytial Virus (RSV)?.