Ad Placeholder Image

Ini Gejala Skizofrenia Tahap Awal yang Perlu Diwaspadai

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   10 Desember 2025

Skizofrenia adalah penyakit mental serius yang berdampak pada pikiran, perasaan dan perilaku.

Ini Gejala Skizofrenia Tahap Awal yang Perlu DiwaspadaiIni Gejala Skizofrenia Tahap Awal yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Skizofrenia adalah penyakit mental serius yang memengaruhi pola pikir, perilaku dan perasaan pengidapnya. Mereka mengalami gangguan psikosis sehingga tak dapat menafsirkan realita.

Orang awam menyebutnya dengan ‘gila’. Sebab, pengidap tidak mampu membedakan khayalan dan kenyataan. Mereka juga memiliki kebiasaan di luar manusia normal pada umumnya.

Gejala skizofrenia dibedakan berdasarkan usia pengidap. Pada anak-anak, misalnya, gejalanya berupa terhambatnya perkembangan motorik. Salah satunya keterlambatan berjalan hingga berusia 18 bulan.

Gejala Skizofrenia Tahap Awal

Gejala awal bisa berlangsung selama beberapa bulan hingga tahunan. Masing-masing pengidap memiliki tanda yang berbeda, tergantung pada usia.

1. Gejala skizofrenia pada anak-anak

Pengidap akan mengalami gangguan perkembangan, meliputi:

  • Terhambatnya perkembangan motorik. Mereka cenderung tidak bisa berjalan hingga usianya menginjak 18 bulan.
  • Terhambatnya kemampuan berkomunikasi. Mereka tidak mampu menggabungkan kata menjadi kalimat hingga usianya menginjak 36 bulan.
  • Terhambatnya perkembangan sosial. Mereka tidak mampu menggunakan gerak tubuh dan ekspresi wajah saat berkomunikasi.

Mau tahu obat-obatan untuk mengatasi skizofrenia yang bisa diresepkan oleh dokter? Baca di artikel ini: “Kenali Jenis Obat Skizofrenia yang Umumnya Dokter Resepkan

2. Pada masa remaja

Remaja cenderung mengalami perubahan perilaku yang menjadi gejala awal skizofrenia. Tandanya meliputi:

  • Kesulitan berkonsentrasi dan memusatkan perhatian.
  • Penurunan fungsional otak terkait dengan pembelajaran.
  • Menarik diri, pendiam, tenang, suka menyendiri dan tidak berhati-hati.
  • Depresi (rasa sedih berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap hobi).
  • Agresi (niat menyakiti atau melukai orang lain, baik secara fisik, verbal maupun psikis).
  • Muncul pikiran untuk bunuh diri.
  • Perilaku aneh dan kerap mencuri untuk kesenangan pribadi.

3. Pada masa dewasa awal

Gejala berkembang di masa ini. Tanda awalnya adalah perubahan perilaku dan penurunan kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ciri lainnya termasuk:

  • Gugup dan rasa gelisah.
  • Depresi.
  • Kecemasan.
  • Kesulitan dalam berpikir jernih atau berkonsentrasi.
  • Khawatir berlebihan.
  • Kurang percaya diri.
  • Kurangnya energi atau lemas berlebihan.
  • Merasa gelisah di sekitar orang lain.

Salah satu cara untuk meredakan gejala skizofrenia adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat yang mungkin dianjurkan psikiater, yaitu olanzapine. Ketahui Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Olanzapine.

4. Gejala skizofrenia pada lansia (Di atas 45 Tahun)

Terdapat pengembangan gejala dari tahap sebelumnya ke arah negatif. Mereka cenderung mengisolasi diri dari lingkup sosial dan kesulitan berkonsentrasi, tapi dalam intensitas lebih berat.

Selebihnya, gejala skizofrenia berupa:

  • Mudah merasa depresi dan menarik diri dari kehidupan sosial.
  • Tidak menjaga kebersihan diri (tubuhnya tampak dekil dan kotor).
  • Berbicara dengan tatapan kosong dan tanpa ekspresi.
  • Sering berhalusinasi dan tidak bisa membedakan kenyataan.
  • Mengalami gangguan tidur seperti insomnia.
  • Kesulitan mengatur pikiran.
  • Tidak mampu memahami apa yang orang lain bicarakan.
  • Tidak bisa mengikuti instruksi atau perintah.
  • Kerap melontarkan pertanyaan aneh dan tak masuk akal.

Gejala skizofrenia tahap awal yang tidak segera mendapatkan penanganan bisa berkembang semakin parah. Kondisi ini memicu perilaku negatif seperti percobaan bunuh dini, melukai diri sendiri, penyalahgunaan narkoba dan perilaku agresif.

Hingga kini, belum ada cara pasti untuk mencegah terjadinya skizofrenia. Namun, diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah pengidap skizofrenia menjalani aktivitas sehari-hari.

Cara Menangani Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental jangka panjang yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Penanganannya tidak hanya berfokus pada gejala psikosis seperti halusinasi atau delusi, tetapi juga pada kemampuan pasien untuk kembali berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut langkah-langkah penanganan skizofrenia yang umum dianjurkan dokter:

1. Pengobatan dengan obat antipsikotik

Obat antipsikotik merupakan terapi utama dan bekerja menstabilkan zat kimia di otak agar gejala dapat terkendali.

  • Digunakan untuk mengurangi halusinasi, delusi, dan pikiran kacau.
  • Antipsikotik generasi kedua seperti risperidone, olanzapine, dan quetiapine biasanya lebih direkomendasikan karena efek samping lebih ringan.
  • Dokter akan menentukan dosis dan jenis obat berdasarkan respon dan kondisi pasien.

2. Psikoterapi dan terapi perilaku

Terapi ini membantu pasien memahami pikirannya dan mempelajari cara menghadapi gejala.

  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT): Membantu mengenali pola pikir negatif dan mengubahnya menjadi lebih realistis.
  • Terapi keluarga: Memberikan edukasi kepada keluarga tentang cara mendukung dan menghadapi situasi pasien.
  • Pelatihan keterampilan sosial: Membantu pasien membangun kemampuan komunikasi, hubungan sosial, dan kemandirian.

3. Rehabilitasi psikososial

Rehabilitasi fokus pada kemampuan fungsional pasien dalam kehidupan nyata.

  • Pelatihan kerja dan kemampuan hidup sehari-hari.
  • Bimbingan untuk mengelola keuangan, kebersihan diri, dan interaksi sosial.
  • Program dukungan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.

4. Manajemen krisis dan perawatan intensif

Pada kondisi akut, pasien mungkin memerlukan perawatan lebih intens:

  • Rawat inap diperlukan bila pasien berisiko melukai diri sendiri atau orang lain.
  • Tim medis akan menstabilkan gejala melalui kombinasi obat dan observasi ketat.

5. Dukungan keluarga dan lingkungan

Lingkungan yang stabil sangat membantu perjalanan pemulihan pasien.

  • Komunikasi yang hangat dan tanpa kritik berlebihan terbukti menurunkan risiko kekambuhan.
  • Keluarga dianjurkan mengikuti program psychoeducation untuk memahami kondisi pasien.
  • Hindari tekanan berlebih yang dapat memicu stres dan memperburuk gejala.

6. Konsistensi pengobatan

Penanganan skizofrenia bersifat jangka panjang, sehingga konsistensi sangat penting.

  • Obat harus diminum sesuai anjuran agar gejala tidak kambuh.
  • Kontrol rutin ke psikiater membantu menilai kemajuan dan menyesuaikan terapi.
  • Banyak pasien mengalami perbaikan signifikan bila terapi dijalankan secara konsisten.

7. Mengelola pemicu kekambuhan

Beberapa hal dapat memicu kekambuhan, sehingga perlu dihindari.

  • Stres berlebihan, kurang tidur, penggunaan alkohol dan narkoba, serta putus obat.
  • Pencatatan pola gejala membantu mengenali ketika kondisi mulai memburuk.

Tidak mudah untuk menghadapi kondisi ini. Jika kamu mengalami tanda-tanda skizofrenia, jangan ragu untuk bicara dengan psikiater di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2025. Schizophrenia Symptoms and Coping Tips.
Very Well Health. Diakses pada 2025. Early Signs and Symptoms of Schizophrenia.