Ad Placeholder Image

Ini Gejala TBC Umum dan Berdasarkan Organ yang Terinfeksi

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   19 November 2025

Gejala TBC (tuberkulosis) perlu dikenali sejak dini dan diobati, agar penyakit ini tidak semakin berkembang.

Ini Gejala TBC Umum dan Berdasarkan Organ yang TerinfeksiIni Gejala TBC Umum dan Berdasarkan Organ yang Terinfeksi

DAFTAR ISI


Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

TBC menyebar melalui udara ketika seseorang dengan TBC paru-paru batuk, bersin, atau berbicara.

Lantas, apa saja gejala TBC yang perlu diwaspadai?

Gejala Umum TBC

Gejala TBC bisa bervariasi tergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi. Namun, beberapa gejala umum TBC meliputi:

  • Batuk yang berlangsung dua minggu atau lebih
  • Batuk berdahak, yang mungkin mengandung darah
  • Nyeri dada saat batuk atau bernapas
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Keringat malam

Jika mengalami gejala-gejala TBC di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca artikel lainnya mengenai gejala TBC di sini: Nyeri Punggung Kronis Bisa Jadi Gejala TBC Tulang Belakang

Gejala TBC Berdasarkan Organ yang Terinfeksi

Selain gejala umum, TBC juga dapat menunjukkan gejala yang berbeda tergantung pada organ yang terinfeksi. Berikut gejala TBC berdasarkan organ yang terinfeksi:

  • TBC paru: Batuk kronis, nyeri dada, sesak napas, batuk berdarah.
  • TBC kelenjar getah bening: Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di leher.
  • TBC tulang: Nyeri tulang, kekakuan, dan kesulitan bergerak.
  • TBC otak (Meningitis TBC): Sakit kepala parah, leher kaku, demam, kebingungan, dan kejang.
  • TBC ginjal: Darah dalam urine, nyeri pinggang, dan sering buang air kecil.

Penyebab dan Faktor Risiko TBC

TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularan TBC terjadi melalui udara ketika seseorang dengan TBC aktif batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Orang di sekitar orang tersebut dapat menghirup bakteri ini dan terinfeksi.

Namun, tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TBC akan mengembangkan penyakit TBC aktif. Sistem kekebalan tubuh biasanya dapat melawan bakteri tersebut.

Dalam beberapa kasus, bakteri TBC dapat tetap tidak aktif dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menyebabkan gejala. Kondisi ini disebut infeksi TBC laten.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena TBC aktif, seperti:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya, karena HIV/AIDS, diabetes, atau penggunaan obat-obatan tertentu)
  • Kontak dekat dengan seseorang yang menderita TBC aktif
  • Tinggal atau bekerja di lingkungan yang padat dan kurang ventilasi
  • Kekurangan gizi
  • Merokok

Bagaimana cara mendiagnosis TBC? Cari tahu di sini: Wajib Tahu, Ini 4 Jenis Tes dalam Pemeriksaan TBC

Pengobatan TBC

Pengobatan TBC biasanya melibatkan penggunaan antibiotik selama 6 bulan. Penting untuk mengikuti semua instruksi dokter dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan, bahkan jika merasa lebih baik.

Hati-hati, menghentikan pengobatan terlalu dini dapat menyebabkan bakteri TBC menjadi resisten terhadap obat.

Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengobati TBC meliputi:

  • Isoniazid
  • Rifampisin
  • Pyrazinamide
  • Ethambutol

Selama pengobatan, dokter akan memantau kondisi untuk memastikan bahwa obat-obatan tersebut bekerja dan tidak menyebabkan efek samping yang serius.

Cari obat untuk mengatasi TBC? Ini pilihannya: Ini 5 Rekomendasi Obat TBC paling Ampuh di Apotek

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala TBC, terutama jika:

  • Batuk berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Batuk berdarah
  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Demam
  • Keringat malam
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Memiliki kontak dekat dengan seseorang yang menderita TBC

Kesimpulan

TBC adalah penyakit serius yang dapat diobati dan disembuhkan dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Jika mengalami gejala TBC atau memiliki faktor risiko, segera periksakan diri ke dokter. V

Vaksinasi BCG, menjaga kebersihan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah langkah-langkah penting untuk mencegah penyebaran TBC.

Bila mengalami gejala TBC, konsultasikan segera ke dokter spesialis paru untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Cari obat-obatan untuk mengatasi TBC? Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2025. Tuberculosis (TB). 
World Health Organization (WHO): Tuberculosis
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Tuberculosis. 
Centers for Disease Control and Prevention (CDC): Tuberculosis (TB)

FAQ

1. Apakah TBC selalu menular?

TBC menular ketika seseorang dengan TBC aktif di paru-paru atau tenggorokan mengeluarkan bakteri TBC ke udara melalui batuk, bersin, atau berbicara. TBC laten tidak menular.

2. Bagaimana cara mengetahui apakah saya terinfeksi TBC laten?

Infeksi TBC laten dapat dideteksi melalui tes kulit (Mantoux) atau tes darah.

3. Apakah TBC bisa kambuh setelah diobati?

Ya, TBC bisa kambuh jika pengobatan tidak selesai atau jika sistem kekebalan tubuh melemah.

4. Apakah vaksin BCG efektif mencegah TBC pada orang dewasa?

Vaksin BCG lebih efektif mencegah TBC pada anak-anak daripada orang dewasa. Namun, vaksin ini masih direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang tinggal di daerah dengan tingkat TBC yang tinggi.