• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan Mental

Ini Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Musik memang sudah dikenal mampu memengaruhi suasana hati seseorang. Dengan bermain atau mendengarkan musik, seseorang bisa merasa kembali senang, atau termotivasi. Oleh karena itu, terapi musik juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi masalah kesehatan mental.

Terapi musik menggabungkan teknik seperti mendengarkan, merenungkan, dan membuat musik untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Membenamkan orang dalam musik dapat membuat mereka lebih mudah mengekspresikan diri, mengidentifikasi dan memproses pengalaman yang sulit. Terapi ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi, atau sekadar menemukan pelepasan emosi.

Jika kamu melakukan terapi musik, maka perawatan ini akan dilakukan oleh terapis musik bersertifikat dan dapat dilakukan dalam pengaturan individu atau kelompok. Terapi musik juga sering digunakan dalam kombinasi dengan terapi atau pengobatan lain.

Baca juga: Musik Klasik Bikin Pintar, Masa Sih?

Kondisi Apa Saja yang Bisa Dibantu dengan Terapi Musik? 

Terapi musik dapat digunakan untuk berbagai kondisi, dan untuk orang dewasa atau anak-anak. Latihan ini dapat membantu orang yang merasakan kecemasan, depresi, dan trauma untuk menerangi atau mengungkapkan sumber peristiwa trauma yang mendasarinya. Mereka dengan autisme juga bisa meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi melalui pengaturan, aktivitas, dan hubungan yang terstruktur dari terapi musik. Terapi ini juga dipraktikkan dengan pasien di fasilitas psikiatri dan di rumah sakit, serta dengan pengasuhnya.

Terapi musik bisa sangat bermanfaat bagi individu dengan penyakit Alzheimer, demensia, dan kerusakan otak karena stroke atau cedera otak traumatis. Pengalaman musik, terutama menyanyikan lagu-lagu dari masa lalu, dapat membuka jendela untuk ekspresi dan kesadaran emosional. Alhasil, ini akan memungkinkan seseorang bisa mengekspresikan diri, mendapatkan kesadaran akan emosi mereka, dan membuat hubungan dengan orang yang mereka cintai.

Baca juga: Mendengarkan Musik Bisa Meredakan Stres, Ini Faktanya

Bagaimana Terapi Musik Dilakukan?

Setelah penilaian awal, terapis akan menyesuaikan teknik agar sesuai dengan kebutuhan spesifik seorang klien. Salah satu pendekatannya adalah dengan menciptakan musik, menyenandungkan lagu nostalgia dari masa kanak-kanak, bernyanyi sebagai bagian dari paduan suara, atau berimprovisasi dengan alat musik seperti drum, piano, gitar, atau lonceng.

Jika klien dapat mendiskusikan pengalaman tersebut, terapis mungkin menanyakan suara apa yang mengingatkan mereka atau apa yang mereka rasakan. Mungkin klien di masa lalu pernah mendengarkan lagu bersama sehingga terapis bisa memahami emosi serta ingatan yang dihasilkan lagu tersebut. Klien juga bisa diarahkan untuk menulis lagu, yang dapat menerangi karakter atau konflik dalam hidup klien atau memberikan pelepasan katarsis. Terapis dapat melibatkan klien dalam latihan pernapasan, dengan atau tanpa musik, untuk melepaskan ketegangan dan menenangkan kecemasan.

Semua latihan ini memungkinkan terapis dan klien untuk mengeksplorasi komponen psikologis, keluarga, sosial, budaya, dan spiritual dari dunia batin orang tersebut. Klien pun tak perlu memiliki pelatihan atau bakat musik. Pasalnya, dalam prakteknya tidak berfokus pada keterampilan teknis, tetapi menggunakan musik sebagai alat untuk refleksi dan komunikasi.

Baca juga: Baper Saat Dengar Lagu Sedih, Ketahui Bahaya Depresi

Mengapa Terapi Musik Jadi Bagian Terapi Mental?

Manusia telah lama menghargai kekuatan penyembuhan dan katarsis dari musik. Musik menyentuh nurani yang semua orang miliki. Namun menurut American Music Therapy Association, terapi musik modern dimulai setelah Perang Dunia II. Ketika musisi komunitas mengunjungi rumah sakit untuk tampil untuk para veteran, para prajurit tampak membaik baik secara fisik maupun emosional, akhirnya mendorong institusi tersebut untuk mempekerjakan para profesional untuk pekerjaan itu.

Terapi musik terus dipraktikkan di rumah sakit, menambah langkah terapeutik untuk pasien yang dirawat di rumah sakit karena sakit atau cedera. Ini dapat membantu pasien mengatasi trauma emosional dan rasa sakit fisik atau merasa lebih percaya diri, gembira, dan terhubung. Di luar terapi, semua orang masih dapat menikmati manfaat ini, karena musik dapat membangkitkan emosi, mendorong diskusi, memfasilitasi ekspresi, dan menurunkan stres.

Ingin mencoba terapi musik atau terapi psikologis lainnya untuk mengatasi kecemasan atau stres yang kamu alami? Coba diskusikan dahulu dengan psikolog di Halodoc. Mereka mungkin akan memberikan saran-saran yang bisa kamu lakukan untuk meredakan kecemasan yang kamu alami. Ambil smartphone-mu sekarang, dan nikmati kemudahan bicara dengan psikolog kapan dan di mana saja. 

Referensi:
American Music Therapy Association. Diakses pada 2020. Music Therapy. 
Psychology Today. Diakses pada 2020. Music Therapy.
University of Minnesota's Earl E. Bakken Center for Spirituality & Healing. Diakses pada 2020. What is Music Therapy?