Ini Pengaruh Body Image Negatif pada Kesehatan Mental Remaja
“Body image atau citra tubuh bisa condong ke arah yang positif atau negatif. Jika mengarah ke hal yang negatif, hal ini bisa memengaruhi kesehatan mental anak remaja.”

Halodoc, Jakarta – Body image atau citra tubuh adalah persepsi dan penilaian seseorang terhadap penampilan fisiknya sendiri. Konsep ini mencakup bagaimana seseorang melihat dan merasa tentang bentuk tubuh, ukuran, berat badan, dan penampilan fisiknya secara keseluruhan.
Sayangnya, konsep ini kian berkembang ke arah negatif dan bisa memengaruhi kondisi mental remaja. Pasalnya, body image kini kerap dimaknai sebagai rekaan tentang bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap diri dan bentuk tubuhnya.
Padahal, tidak selalu apa yang ada di pikiran dan perasaan merupakan hal yang benar-benar terjadi atau aktual. Kabar buruknya, pemikiran-pemikiran tersebut malah bisa meningkatkan risiko masalah pada remaja, salah satunya menyebabkan rasa percaya diri yang rendah.
Dampak Body Image pada Kesehatan Mental Remaja
Secara umum, citra tubuh terbagi menjadi dua, yaitu positif dan negatif. Kenali kedua jenis citra tubuh ini lebih mendalam:
1. Positif
Body image positif adalah persepsi yang benar atau positif terhadap tubuh sendiri. Kamu menghargai bentuk tubuhmu dan memahami bahwa penampilan fisik seseorang tidak ada yang sempurna.
Jika dimaknai dengan tepat, persepsi ini bisa membuat remaja berkembang dengan kondisi mental yang lebih baik. Nah, yuk lenali lebih dalam Body Positivity untuk Mencintai Tubuh Apa Adanya.
Penggambaran tubuh yang positif juga berarti bahwa kamu merasa bangga dan merasa perlu untuk selalu memberi penghargaan pada tubuh.
Artinya, kamu akan memberikan yang terbaik termasuk selalu menjaga kesehatan tubuh dan menghindari hal yang bisa merusak.
Selain itu, konsep ini juga bisa membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
2. Negatif
Sebaliknya, pada body image negatif hal-hal tersebut dipandang dengan cara sebaliknya. Persepsi ini justru yang menyimpang, sehingga remaja akan menganggap bahwa ukuran tubuh atau bentuk tubuh tidak menarik.
Lebih ekstrem lagi, hal ini membuat seseorang berpikir bahwa bentuk tubuh tersebut tidak sesuai dengan keinginan.
Tentunya, hal ini sama sekali tidak baik dan bisa berpengaruh buruk pula pada kehidupan remaja.
Citra tubuh yang negatif bisa membuat seseorang menjadi tidak percaya diri, merasa malu, sadar diri, dan cemas tentang tubuhmu. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang hal ini bisa menyebabkan masalah mental pada remaja, contohnya depresi.
Citra negatif nyatanya bisa menyebabkan remaja tumbuh dan berkembang dalam kondisi mental yang kurang baik.
Terlebih, hal ini bisa diperparah dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung, misalnya anak mengalami perundungan alias bullying atau akibat media sosial yang lebih condong menunjukan citra tubuh sempurna.
Nah, ketahui lebih lanjut Dampak Media Sosial Terhadap Body Image.
Hal itu bisa menyebabkan remaja mengalami mood swing alias perubahan suasana hati yang sering terjadi secara mendadak.
Secara umum, penggambaran tubuh yang tidak benar pada remaja bisa menyebabkan rendahnya tingkat kepercayaan diri, serta selalu berpikiran negatif.
Hal ini membuat remaja menjadi sangat terobsesi dengan “bentuk tubuh ideal” dan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya, termasuk melakukan diet ketat.
Kalau sudah begitu, kondisi tubuh bisa mengalami gangguan secara keseluruhan. Hal ini juga bisa menyebabkan remaja mengalami gangguan makan, seperti anoreksia nervosa.
Bahkan, kondisi ini bisa berujung pada masalah mental yang lebih parah dan penurunan kualitas hidup.
Jika remaja mengalami gejala depresi atau menunjukkan tanda body image negatif, coba ajak berbicara dan beri penjelasan.
Namun jika kondisi sudah sangat buruk dan butuh saran ahli, ibu dan ayah bisa coba mengajak remaja untuk berbicara dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!


