Anoreksia Nervosa

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan kejiwaan di mana pengidapnya memiliki obsesi untuk memiliki tubuh kurus dan sangat takut memiliki tubuh gemuk atau terlihat gemuk. Meskipun tubuhnya sudah kurus, tetapi pengidapnya selalu menganggap tubuhnya masih kurang kurus atau gemuk. Umumnya, anoreksia nervosa lebih banyak menyerang wanita dibanding pria. Selain dari anoreksia nervosa, terdapat gangguan makan lain, yaitu bulimia.

Meskipun sama-sama gangguan makan, tetapi dua gangguan kejiwaan ini memiliki perbedaan. Perbedaan antara anoreksia nervosa dan bulimia nervosa terlihat dari berat badan dan perilaku yang ditimbulkan. Gangguan kejiwaan bulimia umumnya memiliki berat badan normal karena pengidap bulimia memiliki obsesi makan berlebihan, lalu memuntahkan makanan tersebut, sedangkan pengidap anoreksia umumnya memiliki berat badan dibawah rata-rata dan memiliki obsesi untuk kurus. Anoreksia bisa sangat berbahaya karena akan menyebabkan malnutrisi pada tubuh si pengidapnya, jika tidak diberikan pertolongan.

Baca juga: Seperti Inilah Fungsi Otak Pengidap Anoreksia Nervosa

 

Faktor Risiko Anoreksia Nervosa

Terdapat beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang mengidap anoreksia antara lain:

  • Faktor keturunan atau genetika, terdapat riwayat memiliki pengidap gangguan makan, depresi, atau pecandu obat-obatan terlarang dalam keluarga.

  • Perubahan pada kadar hormon dan fungsi otak yang memengaruhi bagian otak yang mengendalikan nafsu makan atau memicu perasaan bersalah dan khawatir akibat makan banyak.

 

Penyebab Anoreksia Nervosa

Penyebab anoreksia nervosa secara pasti belum jelas. Penyakit ini terjadi dari gabungan sejumlah faktor, seperti faktor psikologis, lingkungan, dan genetika.

Baca juga: Bagaimana Media Sosial Sebabkan Gangguan Makan?

 

Gejala Anoreksia Nervosa

Pengidap anoreksia nervosa umumnya terlihat sangat kurus dan tidak mau makan, tetapi hal itu tidak bisa dijadikan sebagai indikasi utama akan seseorang mengidap anoreksia. Berikut ini beberapa gejala dari anoreksia nervosa, yaitu:

  • Penurunan berat badan yang signifikan dan tampak sangat kurus;

  • Selalu memperhatikan bentuk tubuhnya di hadapan cermin;

  • Menimbang tubuh hampir tiap saat;

  • Sering memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan;

  • Suka berbohong jika ditanya apakah sudah makan;

  • Sangat memperhitungkan jumlah kalori, lemak, dan gula pada makanan;

  • Sering berolahraga secara berlebihan;

  • Sering minum penekan nafsu makan dan obat-obatan pencahar;

  • Mudah tersinggung;

  • Mengalami komplikasi, seperti kelelahan, dehidrasi, tekanan darah rendah, pusing, rambut rontok, dan kulit kering; dan

  • Mengalami masalah kejiwaan seperti depresi, rendah diri, cemas, penyalahgunaan alkohol, dan melukai dirinya sendiri.

 

Diagnosis Anoreksia Nervosa

Umumnya, pengidap penyakit anoreksia nervosa bisa dikenali berdasarkan fisik pengidapnya yang sangat kurus. Dalam melakukan diagnosis, dokter akan bertanya ke pengidap terkait pola makan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan apakah kurusnya orang tersebut akibat gangguan makan atau disebabkan oleh penyakit lain. Selain itu, pemeriksaan fisik juga akan dilakukan oleh dokter pada tekanan darah, paru-paru, rambut, kulit, dan juga jantung pengidap. Pemeriksaan darah dan rontgen juga akan dilakukan jika memang diperlukan.

Baca juga: Alasan Wanita Lebih Banyak yang Kena Anoreksia Nervosa

 

Pengobatan Anoreksia Nervosa

Berbagai pengobatan terhadap anoreksia, antara lain:

  • Jika sudah mencapai tahap yang gawat darurat dan gejala malnutrisi sudah mengarah kepada kematian, maka penanganan medis di rumah sakit perlu dilakukan.

  • Menaikkan berat badan secara berkala dan aman dengan mengikuti anjuran dokter.

  • Penanganan anoreksia melalui aspek psikologis seperti terapi perilaku untuk mengubah pola pikir negatif, terapi kognitif analitik dengan menelusuri masa lalu pengidap, dan terapi interpersonal untuk mengkaji lingkungan pengidap.

  • Obat-obatan yang umum diberikan antara lain antidepresan, antipsikotik, dan penstabil mood, contohnya olanzapine dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).

 

Pencegahan Anoreksia Nervosa

Tidak ada pencegahan spesifik yang bisa dilakukan terhadap anoreksia.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. The Truth About Eating Disorders
MedicalNewsToday. Diakses pada 2019. Anorexia nervosa: What you need to know
CDC. Diakses pada 2019. Learn About Mental Health

Diperbarui pada 18 September 2019