Ini Penyakit Pasca Lebaran yang Rentan Terjadi
Berbagai penyakit dapat muncul pasca Lebaran, terutama yang berkaitan dengan pencernaan.

DAFTAR ISI
- Waspadai 7 Penyakit Pasca Lebaran yang Rentan Terjadi
- Apa Kata Riset?
- Perkuat Imun sebelum Idulfitri dengan Injeksi Vitamin C di Rumah
Lebaran identik dengan aneka hidangan lezat, mulai dari ketupat, opor ayam, hingga kue-kue manis yang menggoda.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, banyak orang justru mengalami gangguan kesehatan setelah Lebaran akibat pola makan yang tidak terkontrol.
Beberapa penyakit bisa muncul pasca Lebaran, terutama yang berkaitan dengan pencernaan, kadar gula, dan tekanan darah.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyakit-penyakit yang rentan terjadi setelah Lebaran agar kamu bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan.
Baca Juga: 7 Rutinitas Lebaran yang Biasa Dilakukan Orang Indonesia
Waspadai 7 Penyakit Pasca Lebaran yang Rentan Terjadi
Setelah merayakan Lebaran dengan berbagai hidangan lezat, tubuh bisa mengalami dampaknya jika tidak dijaga dengan baik.
Dr. Fauzan Azhari Sp.PD, AIFO-K pun menjelaskan kepada tim Halodoc bahwa ada beberapa penyakit yang rentan muncul setelah Lebaran dan perlu kamu waspadai:
1. Peningkatan Kolesterol dan Gula Darah
Makanan khas Lebaran yang kaya akan santan, lemak, dan gula bisa meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.
Makanan seperti opor ayam, rendang, dan kue-kue manis mengandung lemak jenuh dan gula berlebih yang dapat memperburuk kondisi bagi pengidap diabetes atau penyakit jantung.
Peningkatan kadar kolesterol bisa menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah, sedangkan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes.
Untuk mencegahnya, penting untuk kembali menjalani pola makan sehat dengan banyak mengonsumsi serat, buah, dan sayuran.
2. Flu dan Batuk
Setelah Lebaran, cuaca yang tidak menentu, perjalanan mudik yang panjang, dan kelelahan akibat banyaknya aktivitas bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.
Kekebalan tubuh yang menurun bisa menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus flu dan batuk.
Selain itu, perubahan suhu yang drastis dari perjalanan bisa mengiritasi saluran pernapasan, memicu batuk dan flu.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, tidur cukup, dan menjaga kebersihan tangan agar terhindar dari virus.
3. Maag
Setelah menikmati berbagai hidangan selama Lebaran, pola makan yang tidak teratur atau berlebihan dapat menyebabkan naiknya asam lambung, memicu gejala maag.
Makanan berlemak, pedas, asam, dan makanan berat yang langsung dimakan tanpa jeda bisa menyebabkan perut kembung, rasa terbakar di dada, mual, dan gangguan pencernaan lainnya.
Mengatur porsi makan dan menghindari makanan yang memicu asam lambung bisa membantu mencegah masalah ini.
Jika kamu telanjur mengalaminya, segera konsumsi obat maag yang direkomendasikan oleh dokter.
Baca Juga: Bersiap Arus Balik Mudik, Hati-Hati Sembelit
4. Diare
Makanan yang kurang higienis atau terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berat dan berlemak bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan diare.
Dr. Fauzan Azhari Sp.PD, AIFO-K menyebutkan bahwa selama Lebaran, sering kali kamu tergoda untuk mencoba berbagai jenis makanan atau camilan baru yang tidak selalu terjaga kebersihannya. Nah, makanan yang terkontaminasi bakteri atau virus dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan diare.
Dr. Fauzan Azhari Sp.PD, AIFO-K juga mengingatkan agar kamu mengonsumsi makanan yang sudah terjamin kebersihannya dan menghindari makanan yang sudah terlalu lama dibiarkan terbuka.
5. Hipertensi
Makanan dengan kandungan garam yang tinggi, seperti opor ayam, rendang, dan sambal, dapat meningkatkan tekanan darah.
Bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, konsumsi garam yang berlebihan dapat memperburuk kondisi ini dan meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke atau serangan jantung.
Setelah Lebaran, penting untuk kembali memantau konsumsi garam dalam makanan dan berusaha mengurangi asupan garam, serta memperbanyak konsumsi kalium dalam buah-buahan seperti pisang dan jeruk untuk menurunkan tekanan darah.
6. Radang Tenggorokan
Setelah mengonsumsi banyak makanan berminyak dan gorengan serta minuman dingin yang manis selama Lebaran, tenggorokan bisa teriritasi.
Gejala yang sering muncul adalah rasa gatal, nyeri saat menelan, atau bahkan suara serak.
Untuk mengatasi kondisi ini, hindari makanan atau minuman yang bisa mengiritasi tenggorokan, dan perbanyak minum air hangat serta konsumsi makanan yang lembut dan tidak pedas.
7. Nyeri Otot
Setelah melakukan perjalanan mudik yang panjang, tubuh menjadi pegal hingga terasa nyeri pada otot akibat duduk terlalu lama dan kurangnya pergerakan.
Ditambah lagi, setelah Lebaran banyak orang yang kembali ke rutinitas yang melibatkan aktivitas fisik yang lebih banyak.
Tidak jarang, rasa nyeri muncul pada otot tubuh yang tidak terbiasa bekerja keras.
Untuk mencegah dan mengatasi nyeri otot, kamu bisa melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik, peregangan tubuh setelah perjalanan panjang, beristirahat dengan cukup untuk memulihkan otot.
Fakta Menarik
1. Peningkatan kolesterol setelah Lebaran bisa terjadi karena konsumsi makanan berlemak tinggi, seperti opor ayam dan rendang.
2. Flu dan batuk lebih mudah menyerang setelah perjalanan jauh, karena paparan cuaca dingin atau AC yang berlebihan.
Apa Kata Riset?
Sebuah riset dalam Journal of Travel Medicine membahas pentingnya pencegahan dan penanganan virus influenza dalam konteks perjalanan.
Influenza adalah salah satu penyebab utama infeksi saluran pernapasan yang serius di seluruh dunia, dengan risiko lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Faktor lingkungan seperti perjalanan jauh dengan kapal pesiar atau ikut serta dalam acara massal juga meningkatkan risiko penularan.
Penelitian ini menyarankan agar para wisatawan diberikan nasihat pra-perjalanan terkait influenza, termasuk saran untuk mendapatkan vaksinasi dan langkah pencegahan agar dapat mengurangi risiko.
Baca Juga: Silaturahmi Lancar, Ini 6 Cara Jaga Kesehatan Jelang Mudik
Nah, dengan menjaga pola makan, cukup tidur, dan tetap aktif bergerak, risiko penyakit pasca Lebaran dapat diminimalkan.
Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter apabila muncul gejala yang tidak biasa.
Perkuat Imun sebelum Idulfitri dengan Injeksi Vitamin C di Rumah
Melihat pentingnya vitamin C bagi kesehatan tubuh menjelang Idulfitri, kamu harus mendapatkan asupan yang cukup setiap harinya.
Nah, salah satu metode pemberian vitamin C untuk menunjang kesehatan, bisa kamu lakukan dengan injeksi atau infus vitamin C.
Tak perlu khawatir, ada layanan Injeksi Vitamin C dan Infus Drip Vitamin C dari Homecare by Halodoc yang bisa dilakukan di rumah. Pemberian vitamin C ini akan dilakukan dengan aman dan nyaman oleh staf medis tepercaya.
Layanan ini tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Ada beberapa keunggulan dari layanan vitamin C di Halodoc:
- Injeksi vitamin diberikan 100% oleh perawat terdaftar. Ini Daftar Perawat yang Tangani Layanan Vitamin Booster Homecare by Halodoc
- Vitamin yang diberikan terdaftar di BPOM dan diberikan sesuai dosis harian.
- Perawat bersertifikat dan responnya cepat.
- Protokol kesehatan ketat.
- Vitamin diberikan secara aman dan steril.
- Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
- Hemat waktu dan biaya.
- Aman, nyaman dan praktis
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb untuk chat dokter di Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa dapatkan potongan harga untuk Injeksi Vitamin C dengan kode promo SEHATIMUN1 di Homecare by Halodoc.
Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!
Booking Injeksi Vitamin C Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Booking Infus Drip Vitamin Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226


