Ad Placeholder Image

Ini Penyebab BAB Berwarna Hijau dan Cara Mengatasinya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   24 Juni 2026

BAB berwarna hijau biasanya disebabkan konsumsi sejumlah besar sayuran berdaun hijau.

Ini Penyebab BAB Berwarna Hijau dan Cara MengatasinyaIni Penyebab BAB Berwarna Hijau dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Melihat warna feses atau pup anak yang tiba-tiba berubah menjadi hijau seringkali membuat orang tua merasa khawatir. Sebagai orang tua, kamu tentu sangat memperhatikan setiap detail kesehatan si Kecil, termasuk urusan pencernaannya. Warna feses memang bisa menjadi indikator kesehatan sistem pencernaan, namun tidak semua perubahan warna berarti ada masalah medis yang serius.

Pada dasarnya, warna pup anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi, seberapa cepat makanan melewati usus, hingga kondisi kesehatan secara umum. Pup berwarna hijau pada bayi dan anak-anak sebenarnya merupakan hal yang cukup umum terjadi dan sering kali bersifat fisiologis atau normal.

Penting bagi kamu untuk memahami perbedaan antara warna hijau yang normal dan yang memerlukan penanganan medis. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa lebih tenang dalam memberikan perawatan terbaik bagi buah hati di rumah tanpa harus langsung panik saat mengganti popoknya.

Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara mengatasi warna pup anak hijau? Berikut ulasannya!

Penyebab Warna Pup Anak Hijau

Warna pup anak bisa berubah-ubah dari kuning, cokelat, hingga hijau. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan pup anak berwarna hijau:

1. Mekonium pada Bayi Baru Lahir

Jika si Kecil baru saja lahir, feses pertamanya yang disebut mekonium memang berwarna hijau gelap cenderung hitam. Ini adalah hal yang sangat normal karena mekonium terdiri dari cairan ketuban, lendir, dan sel-sel yang tertelan bayi saat di dalam kandungan.

2. Konsumsi Sayuran Hijau

Pada anak yang sudah memulai MPASI atau anak yang sudah makan makanan padat, konsumsi sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau kangkung dalam jumlah banyak dapat membuat warna pup menjadi hijau. Pigmen klorofil pada sayuran inilah yang memberikan warna tersebut.

3. Susu Formula atau Suplemen Zat Besi

Beberapa jenis susu formula diperkaya dengan zat besi yang tinggi. Zat besi yang tidak terserap sepenuhnya oleh tubuh akan dikeluarkan melalui feses dan sering kali bereaksi dengan proses kimia di usus sehingga menghasilkan warna hijau tua atau kehitaman.

4. Proses Pencernaan yang Terlalu Cepat

Empedu yang diproduksi empedu awalnya berwarna hijau. Seiring perjalanannya melalui usus, empedu akan dipecah oleh enzim dan bakteri hingga berubah warna menjadi cokelat. Jika anak mengalami diare atau transit usus yang cepat, empedu tidak punya cukup waktu untuk berubah warna, sehingga pup yang keluar tetap berwarna hijau.

5. Ketidakseimbangan Foremilk dan Hindmilk

Pada bayi yang masih menyusu ASI eksklusif, pup hijau bisa terjadi jika bayi terlalu banyak mendapatkan foremilk (susu awal yang rendah lemak dan tinggi gula) dibandingkan hindmilk (susu akhir yang kaya lemak). Hal ini bisa menyebabkan fermentasi gula yang cepat di usus dan menghasilkan feses hijau berbusa.

Faktor Pemicu Umum Pup Hijau
  1. Konsumsi makanan atau minuman dengan pewarna makanan hijau atau biru.
  2. Infeksi virus atau bakteri ringan yang mempercepat gerakan usus.
  3. Efek samping penggunaan antibiotik pada anak atau ibu menyusu.

Tahukah kamu, ini Fakta Menarik tentang Sistem Pencernaan?

Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Meskipun sebagian besar kasus pup hijau adalah normal, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Kamu harus memperhatikan gejala penyerta lainnya yang muncul pada si Kecil.

1. Disertai Gejala Dehidrasi

Jika pup hijau disertai dengan tekstur yang sangat cair (diare) dan anak menunjukkan tanda dehidrasi seperti mulut kering, menangis tanpa air mata, atau ubun-ubun cekung, segera hubungi dokter.

2. Adanya Darah atau Lendir

Warna hijau yang disertai adanya bercak darah atau lendir yang banyak bisa menandakan adanya peradangan pada usus atau infeksi bakteri tertentu yang perlu ditangani dengan obat-obatan yang tepat.

3. Demam Tinggi dan Lemas

Apabila perubahan warna feses diikuti dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celcius serta anak tampak sangat lemas dan tidak mau makan/minum, ini bisa menjadi indikasi infeksi sistemik.

Cara Mengatasi Pup Hijau pada Anak

Penanganan pup hijau bergantung sepenuhnya pada penyebab dasarnya. Berikut adalah langkah awal yang bisa kamu lakukan:

1. Pastikan Hidrasi Terjaga

Jika penyebabnya adalah diare ringan, pastikan anak minum cukup cairan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, berikan ASI sesering mungkin. Untuk anak yang lebih tua, berikan air putih atau cairan elektrolit jika diperlukan.

2. Evaluasi Pola Makan

Perhatikan apakah ada makanan baru yang baru saja diperkenalkan kepada anak. Jika pup hijau disebabkan oleh asupan sayuran hijau yang banyak namun anak tetap ceria dan aktif, kamu tidak perlu khawatir.

3. Perbaiki Teknik Menyusui

Jika kamu menyusui, pastikan si Kecil mengosongkan satu payudara sebelum pindah ke payudara lainnya. Ini bertujuan agar bayi mendapatkan keseimbangan antara foremilk dan hindmilk yang kaya lemak untuk memperlambat pencernaan dan menormalkan warna feses.

Untuk mendukung kesehatan pencernaan si Kecil, kamu juga bisa menyediakan stok suplemen probiotik atau beli obat online di Halodoc yang sudah terjamin keaslian produknya dan diantar langsung ke rumah.

Cari tahu Ini 4 Pilihan Obat Susah BAB yang Ampuh Atasi Sembelit.

Studi Mengenai Kesehatan Pencernaan Anak

The Journal of Pediatrics menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa variasi warna feses pada bayi sering kali berkaitan erat dengan mikrobiota usus dan kecepatan transit usus (intestinal transit time).

Studi tersebut menemukan bahwa keberadaan bilirubin dan biliverdin (pigmen empedu) dalam feses sangat dipengaruhi oleh kolonisasi bakteri baik di usus. Ketidakseimbangan bakteri ini sering kali menjadi penyebab feses berwarna kehijauan pada bayi sehat tanpa gejala penyakit lainnya.

Hubungi Dokter Ini untuk Konsultasi Warna Pup

Jika kamu merasa ragu atau melihat gejala lain yang menyertai perubahan warna pup tersebut, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Berikut ini rekomendasi dokter yang bisa kamu hubungi:

  • dr. Muhammad Giovanni Abdillah, Sp.PD: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 11 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sriwijaya pada 2014. Ia kini praktik di Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hang Tuah Surabaya pada 2012 dan Universitas Sam Ratulangi pada 2020. Ia kini praktik di Cikarang, Jawa Barat, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 9 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sriwijaya pada 2015 dan Universitas Hasanuddin pada 2023. Ia kini praktik di Lampung Tengah, Lampung, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

✅ Dokter tersedia 24 jam.

✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).

✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 

✅ Bisa dicover asuransi.

✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.

✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 

✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang! 

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!

Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!

Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:

  • Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
  • Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
  • Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.

Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Stool color: When to worry.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why Is My Baby’s Poop Green?.
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Green Stool in Kids and When to See a Doctor.
Verywell Family. Diakses pada 2026. Causes of Green Poop in Breastfed and Formula-Fed Babies.

FAQ

1. Apakah pup hijau pada bayi tanda tidak cocok susu formula?

Bisa jadi, namun sering kali pup hijau disebabkan oleh kandungan zat besi yang tinggi dalam formula tersebut, bukan selalu tanda alergi. Perhatikan apakah ada gejala lain seperti ruam atau muntah.

2. Berapa lama pup hijau berlangsung setelah anak makan bayam?

Biasanya warna feses akan kembali normal dalam 1 hingga 2 hari setelah konsumsi makanan tersebut dihentikan atau dicerna sepenuhnya.

3. Apakah tumbuh gigi bisa menyebabkan pup hijau?

Tumbuh gigi sering kali membuat anak memproduksi banyak liur yang tertelan. Air liur ini bisa mengiritasi usus secara ringan dan mempercepat pencernaan, yang terkadang mengakibatkan feses berwarna kehijauan.

4. Haruskah saya berhenti memberikan zat besi jika pup anak hijau?

Jangan menghentikan suplemen atau susu yang direkomendasikan dokter tanpa konsultasi terlebih dahulu, karena zat besi sangat penting untuk mencegah anemia pada anak.