• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Peran Orangtua saat Anak Bermain Game Online

Ini Peran Orangtua saat Anak Bermain Game Online

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Khawatir melihat anak terlalu asyik bermain game online? Orangtua sebaiknya tidak khawatir berlebihan selagi mereka masih bisa membatasinya dan tidak mengganggu belajarnya di sekolah. Bukan hanya itu, beberapa permainan juga mungkin meningkatkan koordinasi tangan-mata anak-anak dan keterampilan memecahkan masalah. Meski beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bermain game online bisa membuat mereka jadi lebih agresif

Lantas, seperti apakah peran yang harus dimainkan orangtua terkait game online yang digemari anak? Adakah pelajaran moral yang bisa diberikan dari game online, atau apakah lebih banyak efek negatifnya ketimbang manfaat? Mari simak ulasannya berikut!

Baca juga: Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental

Pengawasan Orangtua Saat Anak Bermain Game Online

Seperti banyak aspek dalam membesarkan anak, pendekatan yang paling sehat saat anak bermain game online adalah moderasi. Untuk anak-anak dan remaja berusia 5 hingga 18 tahun, para ahli merekomendasikan agar orang tua membatasi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan media apa pun. Ini termasuk bermain video game di konsol, tablet, maupun smartphone

Menggunakan media tidak boleh mengganggu waktu tidur atau membuat anak jadi jarang bergerak. Jadi, pertimbangkan untuk menetapkan batasan agar game online tidak mengganggu pekerjaan sekolah, pekerjaan rumah tangga, dan aktivitas fisik yang dibutuhkan anak setiap hari.

Selain itu, pengawasan orangtua saat anak bermain game online juga bisa dilakukan dengan turut serat bermain game tersebut dengan anak. Ini adalah langkah nyata untuk melindungi dan membimbing anak dengan lebih baik di media online. Banyak orang tua prihatin dengan apa yang dilakukan anak-anak mereka saat bermain game online, tetapi tidak semua tahu persis apa yang mereka lakukan saat bermain game. Untuk mengajarkan perilaku yang benar, orangtua perlu mengetahui apa arti game online, dan ini mungkin memerlukan partisipasi mereka di dunia tersebut.

Tidak seperti aplikasi yang dimainkan di perangkat seluler, game online juga melibatkan banyak interaksi dengan pemain lain. Ini dapat membantu mengembangkan keterampilan kerja tim dan pemecahan masalah, karena banyak permainan menawarkan tantangan yang hanya dapat ditaklukkan melalui bantuan orang lain.

Terlebih menurut sebuah penelitian yang dikutip dari Internet Matters, 55 persen orangtua khawatir tentang orang asing di internet, dan lebih dari sepertiga tidak yakin dengan siapa anak-anak mereka bermain online. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka rasanya perlu bagi orangtua untuk bermain game online dengan anak-anak mereka alih-alih hanya mencari-cari di Google. 

Mendalami dunia game dapat memberi orangtua pandangan yang lebih berbeda tentang apa yang dilakukan anak-anak mereka di internet. Orangtua yang secara teratur terlibat dengan aktivitas online anak-anak mereka cenderung mengetahui cara membimbing anak-anak mereka melalui masalah yang dihadapi saat online.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Ketika Pergoki Anak Melihat Konten Dewasa

Bermain Game Online dengan Anak Ternyata Ada Manfaatnya

Meskipun beberapa orang tua percaya bahwa bermain game online tidak menghasilkan apa-apa selain hal-hal buruk, 62 persen dari mereka yang berpartisipasi dalam laporan Game Parenting Generation menganggap bahwa bermain game adalah pengalaman belajar yang baik. Ini mengajari anak-anak cara memecahkan masalah, bekerja dengan tim, dan bersikap hormat dengan orang lain di ranah digital. 

Meski begitu, masih banyak masalah yang terkait dengan game seperti bahaya orang asing, kecanduan, dan sosialisasi langsung. Semua masalah ini, bagaimanapun, dapat dihindari dengan pengawasan orangtua. Dengan bimbingan orangtua, dunia game online tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik bagi anak-anak.

Selain menjadi pemandu yang baik, bermain game dengan anak-anak bisa menjadi pengalaman bonding yang mengasyikkan. Orangtua dan anak dapat memecahkan masalah, bersemangat atas tahapan baru atau kenaikan level, merayakan kemenangan, dan berduka atas kekalahan bersama. Dengan bermain bersama anak pun, orangtua jadi memiliki kredibilitas lebih saat waktunya membatasi waktu permainan mereka atau memberikan saran tentang interaksi online.

Baca juga: Aturan Aman Penggunaan Gadget pada Anak

Itulah peran yang bisa orangtua lakukan saat anak gemar bermain game online. Namun, jika orangtua merasa sudah tidak mampu mengendalikan kebiasaan anak yang gemar bermain game, orangtua bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan psikolog di Halodoc untuk mendiskusikan langkah yang tepat untuk mengatasinya. Psikolog di Halodoc akan selalu siaga memberikan semua saran mengenai pola asuh yang baik untuk anak-anak.

Referensi:
Baby Gaga. Diakses pada 2020. Experts Now Recommend That Parents Play Online Games With Kids.
BT.com. Diakses pada 2020. Parents Urged to Play Online Video Games with Children to Ease Safety Concerns.
Kids Health. Diakses pada 2020. Can Playing Video Games Be Good for Kids?