• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Dimaksud dengan Gangguan Elektrolit

Ini yang Dimaksud dengan Gangguan Elektrolit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Gangguan elektrolit bisa terjadi pada siapa saja. Kondisi ini muncul akibat ada ketidakseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh seseorang. Gangguan elektrolit bisa menyebabkan kadar elektrolit terlalu tinggi atau malah terlalu rendah. Kondisi ini sebaiknya diwaspadai, sebab gangguan elektrolit bisa memengaruhi fungsi organ di dalam tubuh. 

Kadar elektrolit yang tidak seimbang bisa berdampak buruk pada tubuh, termasuk menyebabkan berbagai fungsi organ di dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Pada kondisi yang lebih parah, gangguan elektrolit, bahkan bisa menyebabkan seseorang mengalami serangan kejang, koma, hingga gagal jantung. Jika itu yang terjadi, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis segera. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Gangguan Elektrolit

Mengenal Penyebab Gangguan Elektrolit 

Seseorang bisa mengalami gangguan elektrolit akibat ada ketidakseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuhnya. Elektrolit merupakan unsur alami tubuh yang berperan dalam menjaga fungsi organ tubuh. Dengan kata lain, elektrolit memegang peran untuk menjaga agar organ-organ di dalam tubuh tetap berfungsi normal. Beberapa fungsi tubuh yang dipengaruhi kadar elektrolit adalah irama jantung, kontraksi otot, dan fungsi otak.

Gangguan elektrolit bisa ditandai dengan beberapa gejala, tetapi pada tingkat yang ringan kondisi ini biasanya tidak mudah dikenali. Sebab, jarang muncul gejala yang spesifik pada gangguan elektrolit ringan. Umumnya, gejala gangguan ini baru mulai terlihat jika ketidakseimbangan sudah semakin menjadi. Artinya, gangguan elektrolit yang terjadi mungkin sudah semakin buruk. 

Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Gangguan elektrolit yang berat dan sudah menunjukkan gejala harus segera ditangani. Sebab, kondisi ini bisa memicu akibat yang fatal, bahkan berujung pada hilangnya nyawa. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala tubuh lemas, mual dan muntah, detak jantung yang menjadi lebih cepat, serta kram di perut dan otot. Gejala diare, kejang, sakit kepala, mati rasa, dan kesemutan juga sebaiknya tidak diabaikan.

Baca juga: Waspadai, Komplikasi Berbahaya dari Gangguan Elektrolit

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh hilangnya cairan tubuh secara berlebih. Manusia bisa mengalami kehilangan cairan tubuh akibat keluar keringat secara berlebihan, muntah-muntah, atau diare. Mengalami luka bakar ternyata juga bisa menyebabkan seseorang kehilangan cairan tubuh. 

Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu nyatanya juga bisa meningkatkan risiko tubuh mengalami gangguan elektrolit. Di dalam tubuh manusia, terdapat sangat banyak jenis elektrolit. Umumnya gangguan elektrolit tergantung dari jenis elektrolit yang hilang atau mengalami ketidakseimbangan. Seseorang bisa saja mengalami kekurangan fosfat atau magnesium. Tentu saja, penyebab dari kedua kondisi tersebut akan berbeda. 

Menjaga kadar elektrolit di dalam tubuh tetap seimbang adalah hal yang penting. Dengan begitu, fungsi organ-organ di dalam tubuh akan berjalan dengan normal dan tidak terganggu. Kondisi ini bisa saja menyerang semua orang, tetapi ada golongan yang disebut lebih rentan mengalami gangguan elektrolit, di antaranya orang yang mengalami gangguan makan, seperti anoreksia, gangguan tiroid dan paratiroid, gangguan kelenjar adrenal, gagal jantung, mengalami luka bakar, kecanduan alkohol, sirosis, serta mengalami patah tulang. 

Baca juga: 4 Tips untuk Mencegah Gangguan Elektrolit

Cari tahu lebih lanjut seputar gangguan elektrolit dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. All About Electrolyte Disorders.
eMedicine. Diakses pada 2020. Electrolytes.