Inilah Pantangan saat Mengalami Infeksi Saluran Kemih
Selama menjalani pengobatan infeksi saluran kemih (ISK), ada beberapa pantangan-pantangan yang perlu dihindari karena dapat memperparah gejala yang muncul.

DAFTAR ISI
- Gejala Umum Infeksi Saluran Kencing
- Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Saluran Kencing
- Pantangan saat Alami Infeksi Saluran Kemih
- Berbagai Rekomendasi Obat Infeksi Saluran Kemih
- Komplikasi Infeksi Saluran Kemih
- Pencegahan Infeksi Saluran Kencing
- FAQ
Infeksi saluran kemih adalah salah satu infeksi paling umum yang menyerang orang dewasa, terutama wanita. Jika kamu mengidap ISK tanpa komplikasi dan dalam keadaan sehat, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk pengobatan ISK
Namun, jenis dan lama pengobatan akan tergantung pada profil medis dan gejala spesifik pengidapnya. Selain itu, dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengurangi rasa perih saat buang air kecil.
Selain dengan konsumsi obat, penting juga untuk menghindari beberapa hal yang menyebabkan gejala infeksi saluran kencing semakin buruk. Simak selengkapnya pada pembahasan berikut ini!
Gejala Umum Infeksi Saluran Kencing
Gejala ISK dapat bervariasi, namun beberapa tanda umum meliputi:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria).
- Anyang-anyangan (dorongan kuat untuk buang air kecil meski urin yang keluar sedikit).
- Perubahan penampilan atau bau urin (keruh atau mengandung darah).
- Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
- Nyeri pinggang (jika infeksi mencapai ginjal).
- Demam pada kasus yang lebih parah.
Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Saluran Kencing
Penyebab utama ISK adalah bakteri, terutama Escherichia coli (E. coli). Faktor risikonya meliputi:
- Kebiasaan menahan buang air kecil dan kurang minum air putih.
- Kebersihan area genital yang kurang baik.
- Aktivitas seksual.
- Kehamilan, menopause, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Penggunaan kateter urine.
Pantangan saat Alami Infeksi Saluran Kemih
Ada beberapa hal yang perlu kamu hindari saat mengalami infeksi saluran kemih. Beberapa hal tersebut antara lain:
1. Hindari makanan dan minuman tertentu
Selama kamu menjalani perawatan untuk ISK, pastikan untuk menghindari konsumsi makanan dan minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih atau memperburuk gejala. Makanan dan minuman tersebut antara lain:
- Kopi berkafein.
- Soda berkafein.
- Alkohol.
- Makanan pedas.
- Buah dengan cita rasa asam.
- Pemanis buatan.
Agar lebih cepat sembuh, kamu dapat juga mengonsumsi obat ISK yang direkomendasikan artikel berikut ini: “Ini Obat Infeksi Saluran Kemih yang Umum Diresepkan”.
2. Jangan menunda pemeriksaan atau kontrol dokter
Jika kamu mengalami ISK, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter urologi. Sebab, mencoba untuk mengobati ISK sendiri hanya membuat infeksi lebih muda menyebar.
Menunda mendapatkan perhatian medis untuk atasi ISK bisa menempatkanmu pada risiko komplikasi kesehatan yang serius. Obat yang dijual bebas memang dapat menghilangkan rasa sakit, tetapi tidak membunuh bakteri sepenuhnya.
Untuk menghilangkan infeksi ISK secara tuntas, kamu membutuhkan penanganan serta resep antibiotik dari dokter. Maka dari itu, segera periksakan diri pada dokter bila kamu mengalami ISK.
3. Jangan menghentikan konsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter
Antibiotik tertentu untuk ISK harus terus kamu konsumsi sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan oleh dokter. Tujuannya, agar antibiotik mampu sepenuhnya menghilangkan bakteri dan mencegah resistensi terhadap antibiotik.
Meskipun kamu mungkin akan mulai merasa lebih baik setelah hanya satu atau dua hari sejak dimulainya pengobatan antibiotik, ini bukan tanda bahwa antibiotik telah sepenuhnya menghilangkan infeksi.
Untuk lebih jelasnya, kamu dapat membaca artikel berikut ini: “Wajib Habiskan Antibiotik yang Diresepkan, Ini Alasannya”.
4. Tetap terhidrasi selama mengalami gejala infeksi saluran kemih
Saat tubuh mengalami dehidrasi, bakteri bisa tumbuh di kandung kemih. Selain itu, tidak minum air dalam jumlah yang cukup dapat membuat obat tidak masuk ke ginjal dan kandung kemih.
Minum air dalam jumlah banyak dapat membilas ginjal dan kandung kemih, membantu mengantarkan antibiotik ke saluran kemih, mencegah dehidrasi, dan mengurangi risiko pengembangan batu ginjal.
5. Jangan menahan kencing
Jangan biarkan diri menahan kencing karena merasa terlalu sibuk untuk buang air kecil. Ketika kamu menahan buang air kecil, maka kamu memperbesar risiko masalah gangguan saluran kemih.
Selain itu, menahan kencing juga memungkinkan kuman yang mengambang di kandung kemih untuk tetap berada di sana. Mengosongkan kandung kemih sesegera mungkin akan membantu mengeluarkan bakteri.
Ketahui juga cara sederhana untuk tangani ISK dengan membaca artikel ini: “Ini 5 Cara Sederhana dan Efektif untuk Mencegah ISK”.
Berbagai Rekomendasi Obat Infeksi Saluran Kemih
Jika kamu mengalami infeksi saluran kencing, berikut ini sejumlah obat yang bisa digunakan:
1. Floxifar 500 mg 10 Kaplet

Floxifar merupakan obat yang mengandung antibiotik ciprofloxacin, untuk mengatasi anyang-anyangan yang disebabkan oleh ISK.
Saat dikonsumsi, obat ini akan membunuh bakteri dalam tubuh, dengan cara menghambat enzim yang berperan penting dalam reproduksi DNA bakteri.
Floxifar tergolong obat merah atau keras, sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Berikut ini dosis umum penggunaan Floxifar 500 mg 10 Kaplet:
- Dewasa dengan ISK ringan sampai sedang: 250 mg, 2 kali sehari.
- Dewasa dengan ISK berat: 500 mg, 2 kali sehari.
Obat ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak, remaja dalam masa pertumbuhan, Ibu hamil, Ibu menyusui, serta orang yang sensitif terhadap kandungan obat terutama ciprofloxacin.
No registrasi BPOM: DKL0409214409A2
Kisaran harga: Rp15.800 per strip.
Dapatkan Floxifar 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc.
2. Urinter 400 mg 10 Kapsul

Berikutnya ada Urinter 400 mg 10 Kapsul untuk mengatasi ISK. Obat ini mengandung pipemidic acid 400 mg, yang bisa membantu mengatasi anyang-anyangan, serta rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
Tak hanya itu, Urinter juga dapat digunakan untuk mengatasi Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang disebabkan bakteri gram negatif ataupun bakteri gram positif.
Kandungan dalam obat ini bekerja dengan cara menghambat DNA girase pada proses sintesis DNA. Berikut ini dosis umum penggunaan Urinter 400 mg 10 Kapsul.
- Dewasa: 1 kapsul, 2 kali sehari selama 7-10 hari.
Penggunaan Urinter harus sesuai dengan petunjuk dokter. Selain itu, obat ini tidak disarankan untuk orang dengan riwayat hipersensitif atau alergi terhadap pipemidic acid, wanita hamil, dan ibu menyusui.
No registrasi BPOM: DKL2017629909A1
Rentang harga: Rp35.000 – Rp90.500 per strip.
Dapatkan Urinter 400 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc.
Kesehatan seksual kamu dan pasangan terganggu? Layanan Halointima bisa jadi solusinya. Dapatkan solusi klinis sesuai anjuran dokter dengan privasi yang tetap terjaga.
3. Tequinol 500 mg 10 Kaplet

Rekomendasi obat infeksi saluran kencing berikutnya adalah Tequinol 500 mg. Ini merupakan obat dengan kandungan ciprofloxacin kategori antibiotika golongan fluoroquinolone, untuk bakteri gram positif dan gram negatif yang sensitif dalam bentuk tablet.
Obat ini bermanfaat untuk mengobati infeksi berat akibat bakteri sensitif terhadap Ciprofloxacin seperti, infeksi saluran kemih, uretritis, infeksi sel cerna, dan lain-lain.
Berikut ini dosis umum penggunaan Tequinol 500 mg 10 Kaplet untuk mengatasi infeksi saluran kencing:
Dewasa: Konsumsi 250 mg, 2 kali sehari sebelum atau setelah makan.
No. Registrasi BPOM: DKL9318811309A1
Rentang harga: Rp177.300 – Rp184.900 per strip.
Dapatkan Tequinol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc.
4. Cefspan Dry Sirup 30 ml

Cefspan sirup merupakan obat generik yang mengandung Cefixime 100 mg/5 ml. Ini merupakan obat antibiotik golongan cephalosporin generasi ketiga yang memiliki spektrum luas.
Obat ini bisa mengatasi ISK dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh mereka.
Berikut ini dosis umum penggunaan obat Cefspan Dry Sirup 30 ml:
- Dewasa untuk kasus infeksi berat: 50-100 mg, diberikan per oral dua kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan sampai 200 mg, diberikan dua kali sehari.
Kamu bisa mengonsumsi obat ini sebelum atau sesudah makan. Obat ini bisa kamu konsumsi bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
No. Registrasi BPOM: DKL9211616738A1
Rentang harga: Rp185.800 – Rp194.800 per botol.
Dapatkan Cefspan Dry Sirup 30 ml di Toko Kesehatan Halodoc
5. Helixim Dry Sirup 30 ml

Rekomendasi obat ISK terakhir yang bisa kamu gunakan adalah Helixim Sirup 30 ml. Obat ini mengandung Cefixime trihydrate, antibiotik golongan cephalosporin generasi ketiga yang memiliki spektrum yang luas.
Itulah mengapa Helixim sirup mampu mengatasi infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, otitis media (radang rongga gendang telinga), faringitis dan tonsilitis, bronkitis akut dan kronis.
Berikut ini dosis umum penggunaan obat Helixim Dry Sirup 30 ml:
- Dewasa untuk kasus infeksi berat: 50-100 mg, diberikan per oral dua kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan sampai 200 mg, dua kali sehari.
Kamu bisa mengonsumsi obat ini sebelum atau sesudah makan, dan bisa kamu konsumsi bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
No. Registrasi BPOM: DKL1009220138A1
Kisaran harga: Rp41.900 per botol.
Dapatkan Helixim Sirup 30 ml di Toko Kesehatan Halodoc.
Obat-obatan di atas bisa kamu beli dengan mudah di Toko Kesehatan Halodoc.
Bila ISK yang kamu alami tidak kunjung sembuh dengan obat-obatan, ketahui Kapan Sebaiknya Pengidap Infeksi Saluran Kemih Perlu Menemui Dokter?.
Komplikasi Infeksi Saluran Kemih
Bila mendapatkan pengobatan dengan cepat dan tepat, infeksi saluran kemih bagian bawah jarang menyebabkan komplikasi. Namun, jika tidak segera kamu tangani, ISK dapat memiliki konsekuensi serius.
Ada beberapa komplikasi ISK yang sangat mungkin terjadi, termasuk:
- Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami dua atau lebih ISK dalam periode enam bulan atau empat atau lebih dalam setahun.
- Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) karena ISK yang tidak diobati.
- Peningkatan risiko pada wanita hamil melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur.
- Penyempitan uretra (striktur) pada pria dari uretritis berulang, yang sebelumnya terlihat pada uretritis gonokokal.
- Sepsis, komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi menyebar ke saluran kemih hingga ginjal.
Untuk lebih lengkapnya, kamu dapat membaca artikel berikut ini: “Waspada, Ini Komplikasi yang Disebabkan ISK”.
Pencegahan Infeksi Saluran Kencing
Berikut pencegahan infeksi saluran kencing yang perlu kamu lakukan:
- Minum banyak air putih setiap hari.
- Jaga kebersihan area genital (menyeka dari depan ke belakang bagi wanita).
- Buang air kecil setelah berhubungan intim.
- Hindari produk kewanitaan yang mengiritasi seperti sabun berparfum atau douche.
Demikian beberapa pantangan yang perlu kamu hindari saat alami ISK.
Apabila kamu mengalami gejala ISK, kamu bisa hubungi dokter spesialis urologi di Halodoc untuk mendiskusikan kondisi kesehatanmu. Ambil smartphone-mu sekarang dan nikmati kemudahan bicara dengan dokter kapan dan di mana saja!
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Setelahnya, kamu juga dapat membeli obat-obatan ISK dengan mudah dari Toko Kesehatan Halodoc. Tidak perlu repot, produk akan dikirim langsung ke lokasimu!
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Urinary Tract Infection (UTI).
National Health Service UK. Diakses pada 2024. Urinary Tract Infection (UTIs).
The Woman’s Clinic. Diakses pada 2024. 5 Things to Avoid When You Have a UTI.
FAQ
1. Apakah infeksi saluran kencing bisa memengaruhi fungsi kognitif pada lansia?
Ya. Pada lansia, infeksi saluran kencing sering kali tidak menunjukkan gejala klasik seperti nyeri saat berkemih, melainkan muncul dalam bentuk perubahan perilaku mendadak, kebingungan mental (delirium), atau agitasi. Hal ini terjadi karena respons sistem imun yang memicu inflamasi sistemik yang memengaruhi sistem saraf pusat.
2. Benarkah penggunaan alat kontrasepsi tertentu meningkatkan risiko infeksi saluran kencing?
Benar. Penggunaan diafragma dan bahan spermisida dapat mengubah keseimbangan flora normal (mikrobioma) di area vagina. Perubahan ini memudahkan bakteri E. coli untuk berkolonisasi lebih cepat, yang kemudian bermigrasi ke uretra dan memicu infeksi saluran kencing.
3. Mengapa penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi saluran kencing berulang?
Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan glukosa merembes ke dalam urine (glikosuria). Urine yang kaya gula menjadi media pertumbuhan yang sangat subur bagi bakteri. Selain itu, neuropati diabetik dapat menyebabkan kandung kemih tidak terkosongkan sepenuhnya, sehingga sisa urine memicu infeksi saluran kencing.
4. Apakah ada kaitan antara infeksi saluran kencing dengan siklus menstruasi?
Ada. Penurunan kadar hormon estrogen sesaat sebelum menstruasi atau selama menopause menyebabkan penipisan jaringan uretra dan vagina. Kondisi ini menurunkan pertahanan alami terhadap bakteri, sehingga risiko infeksi saluran kencing meningkat secara signifikan pada fase hormonal tersebut.
5. Bisakah infeksi saluran kencing sembuh sendiri tanpa antibiotik melalui “distraksi” hidrasi?
Pada kasus ISK bawah ringan (sistitis), peningkatan hidrasi secara masif dapat membantu membilas bakteri secara mekanis. Namun, tanpa penanganan yang tepat, bakteri dapat naik ke ginjal (pielonefritis). Oleh karena itu, diagnosa klinis tetap diperlukan untuk menentukan apakah bakteri membutuhkan eliminasi melalui antibiotik atau tidak.


