Ad Placeholder Image

Inilah Perbedaan Radang Tenggorokan Akibat Virus dan Bakteri

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   22 Januari 2026

Radang tenggorokan akibat bakteri memerlukan antibiotik guna mencegah komplikasi ginjal, sementara infeksi virus cukup diatasi dengan istirahat.

Inilah Perbedaan Radang Tenggorokan Akibat Virus dan BakteriInilah Perbedaan Radang Tenggorokan Akibat Virus dan Bakteri

DAFTAR ISI


Radang tenggorokan memiliki nama medis, yaitu faringitis. Gejalanya muncul mirip dengan penyakit pilek atau flu. Jika disebabkan oleh virus, gejala dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Jika bakteri yang menjadi penyebabnya, kamu bisa mengonsumsi obat antibiotik untuk mempercepat proses penyembuhan. Penyakit ini umum terjadi pada anak berusia 5–15 tahun.

Masih bingung dengan perbedaan keduanya? Yuk, simak berbagai gejala radang tenggorokan akibat virus maupun bakteri pada ulasan di bawah ini!

Radang Tenggorokan Akibat Virus

Radang tenggorokan akibat virus terjadi akibat infeksi virus influenza, rhinovirus, dan Epstein-Barr.

Masa inkubasi virus adalah 2–5 hari setelah seseorang terpapar virus. Jika radang tenggorokan akibat virus terjadi, berikut ini beberapa gejala yang perlu kamu waspadai:

  • Sakit tenggorokan;
  • Gatal tenggorokan;
  • Kesulitan menelan;
  • Demam;
  • Sakit kepala;
  • Pegal linu;
  • Mual dan muntah;
  • Pembengkakan di leher bagian depan;
  • Batuk-batuk;
  • Bersin-bersin;
  • Suara serak.

Virus penyebab radang tenggorokan juga bisa menginfeksi amandel. Jika kondisi tersebut terjadi, maka pengidap akan mengalami peradangan atau pembengkakan pada amandel.

Untuk meredakan gejala akibat radang tenggorokan, ada beberapa rekomendasi obat sakit tenggorokan yang ampuh, di antaranya:

Radang Tenggorokan Akibat Bakteri

Radang tenggorokan akibat virus memang lebih sering terjadi ketimbang radang tenggorokan akibat bakteri. Jenis bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan adalah Streptococcus

Jika terinfeksi, kasusnya bisa lebih serius dari terinfeksi virus, sehingga pengobatan menggunakan antibiotik dibutuhkan. 

Sama halnya dengan radang tenggorokan akibat virus, radang tenggorokan akibat bakteri juga dapat memicu peradangan dan pembengkakan pada amandel.

Jika infeksi bakteri menyebar ke organ lain dalam tubuh, maka komplikasi berupa peradangan pada ginjal bisa saja terjadi. Gejala radang tenggorokan akibat bakteri umumnya berupa sakit tenggorokan yang disertai dengan rasa gatal, dan kering. 

Gejala biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan radang tenggorokan akibat virus. Jika radang tenggorokan akibat virus mengalami gejala batuk, pengidap radang tenggorokan karena bakteri tidak mengalaminya.

Selain sakit tenggorokan yang disertai dengan rasa gatal, dan kering, berikut ini sejumlah gejala radang tenggorokan akibat bakteri:

  • Kesulitan bernapas;
  • Kesulitan menelan;
  • Terlihat lapisan berwarna putih di bagian amandel;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher;
  • Demam tinggi di atas 38 derajat Celsius;
  • Muncul ruam kulit.

Radang tenggorokan umumnya dapat diatasi dengan banyak minum air dan mencukupi waktu istirahat. Kamu juga perlu menghindari beberapa Kebiasaan yang Bisa Memicu Radang Tenggorokan.

Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

Pengobatan radang tenggorokan tergantung pada penyebabnya:

Radang Tenggorokan karena Virus

Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak efektif. Pengobatan berfokus pada meredakan gejala:

  • Istirahat cukup: Memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi.
  • Minum banyak cairan: Menjaga tenggorokan tetap lembap dan mencegah dehidrasi. Air putih hangat, teh herbal dengan madu, atau kaldu ayam sangat dianjurkan.
  • Kumur air garam: Campurkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat dan gunakan untuk berkumur beberapa kali sehari.
  • Obat pereda nyeri: Paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan demam.
  • Pelembap udara (humidifier): Menjaga kelembapan udara dapat membantu mengurangi iritasi pada tenggorokan.

Radang Tenggorokan karena Bakteri (Strep Throat)

Antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri Streptococcus pyogenes dan mencegah komplikasi:

  • Antibiotik: Dokter akan meresepkan antibiotik seperti penicillin atau amoxicillin. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik, bahkan jika merasa lebih baik setelah beberapa hari.
  • Obat pereda nyeri: Paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan demam.
  • Istirahat dan hidrasi: Sama seperti pengobatan untuk radang tenggorokan karena virus.

Obat Radang Tenggorokan Alami Selain Kumur Air Garam

Selain kumur air garam, ada beberapa pilihan alami lain yang bisa membantu meredakan gejala radang tenggorokan:

  • Madu: Memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Tambahkan satu sendok makan madu ke dalam teh hangat atau air lemon.
  • Lemon: Kaya akan vitamin C dan memiliki sifat antioksidan. Campurkan perasan lemon ke dalam air hangat dengan madu.
  • Jahe: Memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meredakan nyeri tenggorokan. Minum teh jahe hangat.
  • Bawang putih: Mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat antibakteri. Mengunyah bawang putih mentah atau mengonsumsi suplemen bawang putih dapat membantu.
  • Teh chamomile: Memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengurangi peradangan.

Pencegahan Radang Tenggorokan

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko terkena radang tenggorokan:

  • Cuci tangan secara teratur: Gunakan sabun dan air, terutama setelah batuk, bersin, atau sebelum makan.
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit: Jaga jarak dengan orang yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan.
  • Jangan berbagi peralatan makan dan minum: Hindari berbagi gelas, sendok, garpu, atau handuk dengan orang lain.
  • Hindari merokok dan paparan asap rokok: Asap rokok dapat mengiritasi tenggorokan dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Jaga daya tahan tubuh: Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur.

Namun, kamu disarankan untuk mendiskusikan gejala radang tenggorokan lebih lanjut dengan dokter spesialis THT di Halodoc jika berlangsung lebih dari satu minggu.

Apalagi jika gejala disertai dengan sesak napas, kesulitan menelan, muncul ruam kulit, bahkan kesulitan untuk membuka mulut. Kamu disarankan untuk lebih waspada jika memiliki riwayat alergi, sinusitis, atau penyakit asam lambung.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sore throat.
Go Health Urgent Care. Diakses pada 2026. Do You Have a Viral Sore Throat or Strep Throat?
WHO. Diakses pada 2026. Coronavirus disease (COVID-19): Similarities and differences with influenza.
MedicineNet. Diakses pada 2026. How Do I Know If My Sore Throat Is Viral or Bacterial?