• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jadi Bapak Rumah Tangga? Kenapa Tidak

Jadi Bapak Rumah Tangga? Kenapa Tidak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Pernah dengar istilah ibu rumah tangga? Istilah tersebut merujuk pada sosok ibu yang menghabiskan seluruh waktunya dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus suami dan anak-anak. Lantas, bagaimana dengan istilah bapak rumah tangga? Apa perbedaan dari kedua peran ini dan adakah seorang ayah yang menjalankan peran ini? 

Istilah bapak rumah tangga mungkin terdengar asing bagi sebagian besar orang, tetapi ternyata peran ini benar adanya. Karena beberapa alasan, bisa saja pasangan suami istri memutuskan untuk membagi tugas dengan cara yang “terkesan tidak biasa”, padahal boleh-boleh saja. Tidak ada yang salah dengan seorang ayah yang menghabiskan waktu mengurus rumah tangga. 

Baca juga: Alasan Anak Perempuan Lebih Dekat dengan Ayah

Tips Menjadi Bapak Rumah Tangga 

Selama ini, mengurus rumah tangga dan anak selalu diidentikkan sebagai tugas seorang ibu. Namun tak dapat dimungkiri, seiring berjalannya waktu dan zaman yang berubah, bukan lagi hal yang aneh menemukan sosok ibu yang juga sibuk bekerja di luar rumah. Lantas, siapa yang menjalankan tugas rumah tangga dan mengurus anak? Bisa saja ayah dan peran tersebut dinamakan sebagai bapak rumah tangga. 

Hingga kini, istilah bapak rumah tangga masih belum terlalu familiar. Karena itu, pada awalnya mungkin ayah akan mengalami kesulitan untuk menjalaninya. Sesaat setelah memutuskan untuk menjadi bapak rumah tangga, ayah harus segera beradaptasi agar bisa menjalankan tugas sebaik mungkin, termasuk dalam mengasuh anak. Ada beberapa tips yang bisa disontek bagi bapak rumah tangga, di antaranya: 

1. Buat Daftar Pekerjaan 

Jadi bapak rumah tangga alias stay-at-home dad bukan berarti ayah hanya diam di rumah tanpa melakukan pekerjaan. Malahan, ayah harus menggantikan peran ibu dalam mengurus pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, bersih-bersih, hingga mengurus anak. Kalau ayah memutuskan untuk tinggal di rumah, maka pastikan untuk membuat daftar pekerjaan yang harus dilakukan dan kapan waktunya, sehingga menjadi bapak rumah tangga akan lebih mudah dijalani. 

2. Tentukan Pola Asuh Anak 

Menjadi bapak rumah tangga, artinya turut bertanggung jawab dalam tumbuh kembang Si Kecil. Maka dari itu, ayah harus menentukan sendiri pola asuh yang terbaik dan paling nyaman untuk diterapkan. Sesekali, ayah mungkin akan menemukan “omelan” dari ibu atau orang sekitar tentang bagaimana cara merawat anak. Namun, jika ayah merasa itu adalah hal yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan, lanjutkan. Tugas selanjutnya adalah memberi pengertian pada pasangan dan orang sekitar, serta membuktikan bahwa hal itu memang yang terbaik untuk anak. 

Baca juga: Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

3. Bangun Motivasi Diri 

Bapak rumah tangga mungkin harus menghadapi berbagai stigma, serta kesulitan beradaptasi dengan urusan rumah tangga. Hal itu mungkin bisa memengaruhi mood hingga kondisi mental ayah. Untuk menghindarinya, cobalah untuk membangun support system alias motivasi diri untuk tetap bisa menjalani peran dan tugas-tugas yang sudah disepakati bersama. Di tengah perkembangan teknologi, ayah bisa mencoba untuk bergabung dengan kelompok atau komunitas bapak rumah tangga yang ada di media sosial untuk saling berbagi cerita di sana. 

4. Minta Bantuan 

Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan, terutama saat rutinitas sudah terasa sangat menjenuhkan. Hal itu wajar saja terjadi jika sebelumnya ayah memiliki pekerjaan di kantor, dan tiba-tiba harus banyak menghabiskan waktu di rumah. Kalau hal ini terjadi, cobalah untuk meminta bantuan pada istri atau orang sekitar. Selain itu, sesekali ayah juga harus menyempatkan diri untuk “me time”. Jika waktu memungkinkan, misalnya saat pasangan libur atau saat semua pekerjaan sudah selesai dan anak-anak tidur, cobalah untuk memanjakan diri dengan hal sederhana seperti mendengarkan musik atau berendam air hangat. 

5. Libatkan Ibu 

Meski urusan rumah tangga dan mengurus anak sudah menjadi “pekerjaan” ayah, bukan berarti ibu tidak lagi dilibatkan. Dalam beberapa hal, ayah tetap harus melibatkan ibu dalam mengurus Si Kecil. Misalnya, minta sang ibu untuk membacakan dongeng pada anak sebelum tidur. Dengan begitu, anak tetap merasakan kasih sayang utuh dan kehadiran kedua orangtua. 

Baca juga: Perilaku Si Kecil Adalah Cerminan Orang Tua, Mitos atau Fakta?

Kalau anak sakit dan butuh saran dokter, pakai aplikasi Halodoc saja. Ayah bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

*artikel ini sudah tayang di SKATA