• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sepelekan Fase Kritis Demam Berdarah

Jangan Sepelekan Fase Kritis Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Penyakit demam berdarah dengue atau DBD adalah salah satu penyakit musiman yang kerap mewabah di Indonesia sebagai salah satu negara tropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini tersebar luas di seluruh daerah tropis, dengan variasi risiko lokal yang dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, dan kelembapan relatif.

Demam berdarah bisa menyebabkan kondisi tanpa gejala hingga gejala seperti flu berat. Meskipun kurang umum, beberapa orang mengalami demam berdarah yang parah, bahkan bisa menyebabkan komplikasi yang terkait dengan perdarahan hebat, kerusakan organ, atau kebocoran plasma. DBD berat memiliki risiko kematian yang lebih tinggi bila tidak dikelola dengan tepat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mencatat peningkatan kasus lebih dari 15 kali lipat selama dua dekade terakhir. Dari 505.430 kasus pada tahun 2000 menjadi lebih dari 2.400.138 pada tahun 2010 dan 3.312.040 pada tahun 2015. Kematian dari tahun 2000 hingga 2015 pun ikut meningkat dari 960 menjadi lebih dari 4.032.  

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Alasan Demam Berdarah Berbahaya

Melansir dari WHO, DBD parah pertama kali dikenal pada 1950-an selama epidemi dengue di Filipina dan Thailand. Saat ini, demam berdarah parah mempengaruhi sebagian besar negara-negara Asia dan Amerika Latin dan menjadi penyebab utama rawat inap dan kematian di antara anak-anak dan orang dewasa.

Demam berdarah dimulai secara tiba-tiba setelah periode inkubasi selama 5 hingga 7 hari. Ada tiga fase yang dilalui pengidapnya, yaitu fase demam, kritis, dan pulih. Sayangnya, banyak orang yang menyepelekan fase kritis, karena pada fase ini pengidapnya mengalami penurunan suhu. Padahal pada mereka yang mengalami kebocoran plasma, mereka mengalami demam berdarah yang semakin parah sebagai akibat dari peningkatan kemampuan pembuluh darah untuk ditembus. 

Fase kritis dari demam berdarah dimulai pada penurunan suhu, terjadi pada hari ke 3 hingga ke 8, dan biasanya berlangsung 24-48 jam. Pada fase ini, pasien yang mengalami kebocoran plasma akan mengalami beberapa hal, seperti:

  • Sakit perut;

  • Muntah terus-menerus;

  • Munculnya cairan pada dada dan perut;

  • Perdarahan mukosa spontan;

  • Tekanan darah rendah;

  • Napas cepat;

  • Lesu atau gelisah;

  • Pembesaran hati;

  • Peningkatan hematokrit dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat.

Diperlukan perawatan medis oleh dokter dan perawat berpengalaman untuk dapat menyelamatkan nyawa. Perawatan medis yang tepat menurunkan angka kematian dari lebih dari 20 persen menjadi kurang dari 1 persen. Pemeliharaan volume cairan tubuh pasien juga sangat penting untuk perawatan demam berdarah yang parah. 

Oleh karena itu, penting untuk segera pergi ke rumah sakit jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala mirip demam berdarah. Kini kamu tidak perlu repot lagi mengantre di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, karena kamu bisa buat janji dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu bisa lebih cepat mendapat perawatam dari dokter.

Baca juga: Catat, Ini 6 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Meski Berbahaya, Demam Berdarah Bisa Dicegah

Jika kamu mengidap demam berdarah, pastikan untuk menghindari gigitan nyamuk lebih lanjut selama minggu pertama sakit. Virus mungkin beredar dalam darah selama waktu ini, dan karena itu kamu dapat menularkan virus ini ke nyamuk baru yang tidak terinfeksi. Kemudian pada gilirannya akan menginfeksi orang lain.

Kedekatan lokasi perkembangbiakan nyamuk dengan tempat tinggal manusia merupakan faktor risiko yang signifikan untuk demam berdarah. Saat ini, metode utama untuk mengendalikan atau mencegah penularan demam berdarah dengan memberantas tempat pengembangbiakan nyamuk. Pemberantasan ini bisa dicapai dengan cara: 

  • Menjaga kebersihan lingkungan, dan hindari adanya genangan air bersih.

  • Membuang limbah padat dengan benar dan menghilangkan habitat buatan manusia yang dapat menampung air bersih seperti misalnya air hujan.

  • Menutup, mengosongkan dan membersihkan wadah penyimpanan air domestik setiap minggu.

  • Menerapkan insektisida yang tepat untuk wadah luar penyimpanan air.

Sementara Langkah perlindungan diri yang bisa ditempuh untuk menghindari gigitan nyamuk, antara lain: 

  • Menggunakan langkah-langkah perlindungan rumah tangga pribadi. Langkah-langkah ini harus diperhatikan pada siang hari baik di dalam maupun di luar rumah karena nyamuk dapat menggigit sepanjang hari.

  • Mengenakan pakaian yang meminimalkan paparan kulit terhadap nyamuk.

Baca juga: Berapa Lama Demam Berdarah Sembuh?

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai demam berdarah dan fase kritis yang sering diabaikan. Jika kamu masih memiliki pertanyaan tentang DBD, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc.

Referensi:
Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada 2020. Dengue.
Farview. Diakses pada 2020. Understanding Dengue Fever.
GP Notebook. Diakses pada 2020. Phases of Dengue Infection.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Dengue and Severe Dengue.