• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Jenis-Jenis Terapi untuk Anak dengan Dispraksia

Ini Jenis-Jenis Terapi untuk Anak dengan Dispraksia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dengan bertambahnya usia pada anak, maka kemampuan dirinya juga ikut bertambah. Awalnya, mungkin anak ibu hanya bisa merangkak, tapi lama kelamaan akan bisa berdiri hingga berjalan. Hal tersebut disebabkan oleh perkembangan pada proses koordinasi gerak tubuh yang terjadi pada otak dan sel saraf.

Namun, terdapat gangguan yang menyebabkan perkembangan tersebut menjadi terhambat. Gangguan tersebut disebut juga dengan dispraksia. Kelainan ini dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan untuk bergerak. Maka dari itu, penting untuk mengetahui terapi yang efektif untuk mengatasi dispraksia. Berikut beberapa jenis terapinya!

Baca juga: Apakah Orang Dewasa juga Bisa Mengalami Dyspraxia?

Terapi untuk Atasi Dispraksia pada Anak

Anak yang mengidap dispraksia dapat mengalami gangguan terkait gerakan, koordinasi, pemrosesan, memori, dan kemampuan kognitif lainnya. Selain itu, penyakit ini juga dapat memengaruhi sistem kekebalan dan saraf pada tubuh. dispraksia diketahui juga sebagai kesulitan belajar motorik, disfungsi motorik perseptual, dan gangguan koordinasi perkembangan.

Pengidap dispraksia akan memiliki kesulitan dalam merencanakan dan menyelesaikan hal yang terkait dengan motorik halus dan kasar. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada gerakan motorik sederhana, seperti melambaikan tangan, hingga gerakan yang lebih sulit seperti mengurutkan langkah ketika akan menggunakan sepatu dan hal lainnya.

Anak dengan gangguan ini juga sering memiliki masalah terkait bahasa, dan mungkin kesulitan juga pada pemikiran dan persepsi. Faktanya, kelainan dispraksia tidak memengaruhi tingkat kecerdasan anak, tetapi dapat menyebabkan masalah belajar padanya. Dispraksia tidak dapat disembuhkan, tetapi perawatan dapat membuat anak menjadi lebih baik.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui beberapa jenis perawatan dispraksia pada anak. Salah satu metode yang efektif digunakan adalah terapi. Semakin dini anak mendapat diagnosis, semakin baik prognosisnya. Berikut beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk membuat anak dengan gangguan dispraksia menjadi lebih baik:

  1. Terapi Okupasi

Salah satu jenis terapi yang dapat membuat anak dengan gangguan dispraksia menjadi lebih baik adalah terapi okupasi. Metode ini dapat membantu anak-anak tersebut mendapatkan keterampilan motorik dan belajar melakukan tugas-tugas dasar yang dibutuhkan pada kehidupan sehari-hari. Beberapa kemampuan tersebut, seperti menulis, mengetik, mengikat sepatu, hingga berpakaian.

Baca juga: Apakah Dyspraxia Memengaruhi Intelegensia Anak?

  1. Terapi Wicara dan Bahasa

Terapi lainnya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan dispraksia pada anak adalah terapi wicara dan bahasa. Kelainan tersebut dapat memengaruhi koordinasi otot yang digunakan untuk berbicara. Maka dari itu, jenis terapi ini sangat dibutuhkan oleh anak agar dapat berbicara dengan lancar di masa depan. Terapis akan membantu untuk berkomunikasi dengan kemampuan terbaik anak dan meningkatkan kemampuan tersebut.

  1. Pelatihan Motorik Perseptual

Metode ini berhubungan dengan peningkatan kemampuan bahasa, visual, gerakan, hingga pendengaran anak. Cara ini akan memberikan serangkaian tugas secara bertahap agar anak tertantang sehingga membuatnya lebih baik. Namun, terapis akan tetap memperhatikan tugasnya agar tidak timbul perasaan frustasi atau stres karenanya.

Itulah beberapa terapi yang dapat dilakukan terhadap anak dengan dispraksia. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan kemampuan anak tersebut dapat berkembang sehingga tidak mengalami perbedaan dengan anak seusianya. Hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah diagnosis dini karena semakin cepat akan semakin baik.

Baca juga: 4 Gangguan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai

Ibu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait gangguan dispraksia yang terjadi pada anak. Dengan bertanya pada ahli profesional, diharapkan tidak ada langkah yang salah untuk pengobatan anak ibu. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc di smartphone-mu!

Referensi:
Our Health Service. Diakses pada 2020. Developmental coordination disorder.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is dyspraxia?