• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kaitan Kecanduan Belanja dengan Gangguan Kepribadian Ambang

Kaitan Kecanduan Belanja dengan Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Penting untuk selalu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara berbelanja. Kamu harus memenuhi setiap kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Namun, beberapa orang merasakan keinginan untuk membeli semua kebutuhan padahal terbilang sudah cukup. Hal ini dapat terjadi saat seseorang mengalami kecanduan belanja.

Akses yang begitu mudah untuk membeli barang hanya melalui toko-toko online dan marketplace membuat rasa candu tersebut sulit dibendung. Namun, tahukah kamu jika seseorang yang mengalami kecanduan belanja dapat disebabkan oleh gangguan kepribadian ambang? Untuk lebih jelasnya, kamu dapat membaca ulasan di bawah ini!

Baca juga: Belanja untuk Hilangkan Stres Tanda Gangguan Kesehatan?

Hubungan Antara Kecanduan Belanja dengan Gangguan Kepribadian Ambang

Kecanduan belanja, atau disebut juga gangguan pembelian kompulsif, sedang mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Seseorang yang mengidap kelainan ini dapat merasakan dampak buruk baik untuk diri sendiri, keluarga, kehidupan sosial, hingga pekerjaan. Gangguan ini dapat dihubungkan dengan angka komorbiditas psikiatrik, seperti gangguan kepribadian ambang.

Kelainan yang membuat seseorang sulit menahan keinginan untuk belanja ini ditemukan oleh psikiater asal Jerman, Emil Kraepelin pada tahun 1915. Gangguan kecanduan belanja ini adalah bentuk impuls reaktif dan dapat dikelompokan pada kleptomania dan pyromania. Maka dari itu, penting untuk mendapatkan penanganan dari ahli medis.

Kecanduan belanja memang sangat berhubungan dengan gangguan kepribadian ambang. Seseorang yang mengalami gangguan tersebut akan merasa lebih baik dan menghindari rasa cemas serta depresi setelah melakukannya. Jika tidak dilakukan, kamu mungkin akan merasa marah dan sulit mentolerir diri sendiri. Jika sudah melakukannya, suasana hatinya menjadi lebih tenang.

Seseorang dengan gangguan ini memang dapat mengalami perasaan gembira setelah banyak berbelanja. Meski begitu, ketika barang sudah dibeli, perasaan yang positif tersebut dapat hilang seketika sehingga memicu untuk membeli barang lebih banyak lagi. Orang tersebut juga dapat merasakan depresi jika tidak segera membeli barang lainnya.

Gangguan kecanduan belanja ini dapat menyebabkan banyak masalah terjadi, sehingga penting untuk mendapatkan saran psikiater dari Halodoc. Dengan begitu, gangguan yang terjadi dapat lebih diredam. Caranya terbilang mudah, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone kamu untuk mendapat kemudahan akses kesehatan.

Baca juga: Sering Impulsif, Gejala Awal Gangguan Kepribadian Ambang

Perawatan untuk Kecanduan Belanja

Gangguan yang dapat membuat seseorang berisiko terlilit hutang tersebut harus segera mendapatkan perawatan. Umumnya, seseorang dengan gangguan ini tahu jika mengalami masalah, tetapi tidak tahu cara untuk mendapatkan bantuan untuk mengatasinya. Padahal, kamu hanya perlu dengan psikolog atau psikiater untuk membuat gangguan tersebut lebih baik.

Salah satu pengobatan yang dipercaya dapat efektif untuk mengalami kelainan yang berhubungan dengan gangguan kepribadian ambang tersebut adalah dengan mengonsumsi antidepresan. Salah satu jenis antidepresan yang ampuh adalah Selective Serotonin Re-uptake Inhibitors (SSRI).

Kamu juga mungkin mendapatkan terapi perilaku kognitif (CBT) yang dapat efektif untuk menangani gangguan belanja kompulsif tersebut. Juga, penting untuk mendapatkan saran dari perencana finansial atau minta bantuan orang lain untuk mengatur semua uang kamu. Dengan begitu, kamu tidak menghamburkannya pada sesuatu yang tidak diperlukan.

Baca juga: Terapi untuk Atasi Gangguan Kepribadian Ambang

Penting untuk segera mendapatkan semua bantuan tersebut agar tidak sampai terjerat hutang yang sulit untuk dibayarkan. Saat hutang bertumpuk, mungkin kamu akan meminjam orang di sekitar tanpa tahu cara untuk membayarnya, sehingga menimbulkan masalah baru. Hal tersebut membuat kamu lebih merasakan stres dan depresi.

Referensi:
Cambridge Core. Diakses pada 2020. Shopping addiction.
Priory Group. Diakses pada 2020. Shopping addiction treatment.