Pengobatan untuk Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pengobatan untuk Gangguan Kepribadian Ambang

Halodoc, Jakarta – Memiliki nama lain Borderline Personality Disorder (BPD), gangguan kepribadian ambang adalah masalah mental yang ditandai dengan selalu berubah-ubahnya suasana hati dan citra diri. Tak jarang, kondisi ini juga menyebabkan pengidapnya memiliki perilaku impulsif. Hal ini membuat mereka sulit menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan dengan orang lain. 

Namun, gangguan kepribadian ambang dapat disembuhkan dengan menjalani terapi dan pengobatan. Oleh karena itu, jika kamu atau orang terdekat menunjukkan gejala gangguan kepribadian ambang, sebaiknya segera download dan gunakan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi dengan psikolog lewat chat, atau buat janji dengan psikolog di rumah sakit untuk konsultasi langsung dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Insomnia Bisa Buat Borderline Personality Disorder Makin Parah

Perlu diketahui bahwa selama proses pengobatan, pengidap gangguan kepribadian ambang memerlukan dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang terdekatnya. Hal tersebut dapat membuat pengobatan berjalan lebih efektif. Pengobatan yang dapat dijalani oleh pengidap gangguan kepribadian ambang adalah terapi dan obat-obatan.

Jenis terapi yang umumnya disarankan dokter untuk mengatasi gangguan kepribadian ambang adalah:

1. Dialectical Behavior Therapy (DBT)

Seperti namanya, terapi ini dilakukan melalui serangkaian dialog yang bertujuan untuk membantu pengidap dalam mengendalikan emosi, menerima tekanan, dan memperbaiki hubungannya dengan orang lain. Terapi ini dapat dilakukan secara individual atau dalam sebuah grup konsultasi bersama terapis.

2. Mentalization-Based Therapy (MBT)

Terapi ini bertujuan untuk melatih metode berpikir sebelum bereaksi, sehingga pengidap gangguan kepribadian ambang dapat lebih mengenali perasaan dan pikirannya sendiri. Terapi ini dapat dilakukan dalam jangka panjang, dengan diawali oleh rawat inap untuk menjalani sesi individu setiap hari. Kemudian setelah jangka waktu tertentu, terapi dapat dilanjutkan dengan rawat jalan.

Baca juga: 4 Faktor Risiko pada Remaja yang Bisa Terkena Borderline Personality Disorder

3. Schema-Focused Therapy

Terapi ini bertujuan untuk membantu pengidap gangguan kepribadian ambang mengidentifikasi hal-hal yang tidak terpenuhi pada masa lampau, yang dapat memicu pola perilaku hidup negatif saat ini. Kemudian, terapi akan difokuskan pada usaha pemenuhan kebutuhan tersebut melalui cara yang lebih sehat. Tujuannya adalah agar terbangun pola perilaku hidup yang positif. 

4. General Psychiatric Management

Pemahaman terhadap masalah emosi yang terjadi dengan mempertimbangkan perasaan interpersonal merupakan fokus utama terapi ini. Dalam pelaksanaannya, terapi dapat digabungkan dengan terapi kelompok, pemberian obat, dan penyuluhan pada keluarga.

5. Systems Training for Emotional Predictability and Problem-Solving (STEPPS)

Merupakan terapi kelompok yang dilakukan bersama anggota keluarga, teman, atau orang terdekat lainnya. Terapi ini dapat berlangsung selama 20 minggu, yang pada beberapa kasus juga digunakan sebagai terapi tambahan bersama terapi lainnya.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Pengidap Borderline Personality Disorder

Itulah beberapa terapi yang dapat diberikan untuk mengatasi gangguan kepribadian ambang. Selain terapi, pengobatan juga dapat ditunjang dengan pemberian obat-obatan. Namun, penggunaan obat-obatan dalam mengatasi gangguan kepribadian ambang lebih bertujuan untuk mengurangi gejala atau komplikasi yang mungkin muncul, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Jenis-jenis obat yang biasa diberikan untuk pengidap gangguan kepribadian ambang adalah antidepresan, antipsikotik, dan obat penyeimbang suasana hati. Obat-obat tersebut perlu diberikan dan dikonsumsi sesuai resep dan instruksi dari dokter. 

Pada beberapa kasus, pengidap gangguan kepribadian ambang juga dapat memerlukan perawatan di rumah sakit untuk mencegah kecenderungan melukai diri sendiri. Perlu diketahui bahwa proses penyembuhan gangguan ini akan memerlukan waktu yang cukup lama, hingga berbulan-bulan dan bertahun-tahun.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.