• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Fluorosis Harus Diperiksa ke Dokter Gigi?

Kapan Fluorosis Harus Diperiksa ke Dokter Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Fluorosis merupakan gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada gigi, yaitu munculnya bercak atau garis putih pada gigi. Kondisi ini terjadi karena paparan mineral fluoride atau fluorida dalam jangka panjang dan jumlah yang besar. Sebenarnya, fluorosis yang ringan tidak akan memengaruhi kesehatan gigi. Namun, tumpukan noda yang ada disebut bisa mengganggu penampilan. 

Fluoride atau fluorida biasanya ditemukan pada pasta gigi yang sebenarnya bisa membantu melindungi gigi. Kandungan ini juga bisa mencegah terjadinya gigi berlubang. Namun, paparan fluoride yang terlalu banyak justru bisa menyebabkan bertumpuknya noda alias fluorosis gigi. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak, sebab sering menelan pasta gigi atau pada orang dewasa yang mengonsumsi suplemen yang tinggi kandungan fluoride.

Baca juga: Ketahui Perubahan Tampilan Gigi yang Terkena Fluorosis

Mengatasi Fluorosis Gigi 

Fluorosis menyebabkan tampilan gigi seseorang menjadi tidak sempurna, yaitu terdapat bercak dan warna gigi menjadi keruh atau tidak lagi putih. Tumpukan bercak ini, nyatanya muncul akibat paparan fluoride yang terjadi secara berlebihan. Seseorang bisa terpapar zat ini dari pasta gigi yang digunakan atau konsumsi suplemen yang mengandung fluoride. 

Sebenarnya, kadar fluoride dalam pasta gigi jarang menyebabkan gangguan yang berbahaya. Dalam takaran yang tepat, kandungan ini bisa membantu mencegah dan mengendalikan kerusakan gigi. Anak-anak yang mengonsumsi fluoride berlebihan selama perkembangan gigi dapat menyebabkan timbul berbagai perubahan yang terlihat pada permukaan enamel gigi. Perubahan-perubahan ini secara luas disebut fluorosis gigi.

Baca juga: Cegah Fluorosis pada Anak dengan Cara Ini

Selain dari pasta gigi, sumber air minum yang banyak mengandung fluoride juga dapat membuat gigi mengalami penumpukan plak. Beberapa obat yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi gigi, sehingga fluorosis terjadi. Meski bukan kondisi gawat dan tidak memengaruhi kesehatan gigi, fluorosis sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. 

Pada kondisi yang sedang atau berat, fluorosis dapat menyebabkan perubahan enamel yang lebih parah. Gangguan ini hanya terjadi pada saat gigi terbentuk di bawah gusi. Saat gigi sudah menembus gusi, fluorosis sudah tidak dapat terjadi lagi, tetapi plaknya mungkin saja masih melekat. Saat kondisi ini muncul, kamu bisa mengatasinya dengan menghindari makanan atau bahan lain yang mengandung fluoride. 

Selain itu, membersihkan gigi secara rutin juga bisa membantu mengembalikan gigi menjadi lebih putih dan bersih. Namun, jika penumpukan plak yang terjadi sudah berlebihan, kamu mungkin harus segera menemui dokter gigi untuk mencegah hal yang lebih berbahaya terjadi. Sebab, pada kasus yang sangat jarang, tumpukan fluoride disebut bisa menyebabkan gigi berlubang. 

Baca juga: Faktor Risiko yang Bisa Menimbulkan Fluorosis

Cari tahu informasi lebih lanjut terkait fluorosis yang berguna untuk menghindari gangguan kesehatan dan menjaga kebersihan gigi dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call, kapan dan di mana saja untuk berinteraksi langsung dengan dokter. Caranya mudah, cukup download Halodoc di App Store dan Google Play sekarang! 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Fluorosis.
Web MD. Diakses pada 2020. Fluorosis Overview.