• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Herpes Kelamin pada Pria Harus Diperiksakan ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Herpes Kelamin pada Pria Harus Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Herpes Kelamin pada Pria Harus Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 15 Juni 2021
Kapan Herpes Kelamin pada Pria Harus Diperiksakan ke Dokter?

Halodoc, Jakarta – Dari banyaknya penyakit menular seksual, herpes kelamin atau herpes genital adalah salah satu kondisi yang harus diwaspadai. Herpes kelamin ini menimbulkan luka melepuh di area kelamin yang akan terasa menyakitkan.

Herpes kelamin disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Virus ini bisa menular lewat berbagai cara. Contohnya, melalui kontak langsung dengan luka, ludah, atau cairan kelamin orang yang terinfeksi virus tersebut. Oleh sebab itu, mereka yang bergonta-ganti pasangan seksual rentan terserang herpes kelamin. 

Lantas, kapan sebaiknya herpes kelamin perlu ditangani oleh dokter agar tidak menimbulkan komplikasi?

Baca juga: Jadi Infeksi Menular Seksual, Ini Penyebab Herpes Genital

Kapan Perlu ke Dokter?

Ingat, herpes kelamin yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan berbagai masalah serius lainnya. Contohnya, gangguan pada saluran kemih, meningitis, infeksi pada bayi yang baru lahir, hingga penyakit menular seksual lainnya. 

Lantas, kapan sebaiknya herpes kelamin pada pria perlu diperiksa oleh dokter? Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), masa inkubasi virus HSV di tubuh membutuhkan waktu satu hingga tiga minggu.

Nah, bila selang beberapa minggu setelah berhubungan seksual timbul luka lenting atau lepuhan pada area kelamin, disertai ruam merah di sekelilingnya, segera periksa ke dokter. Semakin dini gejala herpes kelamin ditangani, maka akibat yang ditimbulkan dapat minimal. Nah, menurut Perdoski, gejala herpes kelamin sebaiknya diperiksakan segera ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Selain itu, menurut pakar di National Institutes of Health (NIH), segera temui dokter bila mengalami gejala herpes genital atau jika mengalami demam, sakit kepala, muntah, atau gejala lainnya selama atau setelah wabah herpes. 

Kamu juga bisa bertanya langsung  pada dokter melalui aplikasi Halodoc. mengenai herpes genital. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Inilah 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Kenali Gejala Herpes Genital

Banyak orang dengan herpes kelamin tidak mengalami luka pada kulitnya. Atau mereka memiliki gejala yang sangat ringan, dan tidak disadari atau disalahartikan sebagai gigitan serangga atau kondisi kulit lainnya. Berikut beberapa gejala herpes kelamin menurut HIH.

Gejala umum mungkin terjadi, yaitu:

  • Nafsu makan berkurang.
  • Demam.
  • Perasaan sakit umum (malaise).
  • Nyeri otot di punggung bawah, bokong, paha, atau lutut.
  • Pembengkakan dan pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.

Gejala genital termasuk lepuhan kecil yang menyakitkan berisi cairan bening atau berwarna merah di sekelilingnya. Luka ini dapat ditemukan di beberapa bagian tubuh, seperti: 

  • Bibir vagina bagian luar (labia), vagina, leher rahim, sekitar anus, dan pada paha atau bokong (pada wanita).
  • Penis, skrotum, sekitar anus, di paha atau bokong (pada pria).
  • Lidah, mulut, mata, gusi, bibir, jari, dan bagian tubuh lainnya (pada kedua jenis kelamin).

Sebelum lepuhan muncul, pengidapnya mungkin mengalami kesemutan, terbakar, gatal, atau nyeri di tempat lepuhan akan muncul. Ketika lepuhan pecah, luka tersebut bisa meninggalkan borok dangkal yang terasa menyakitkan. Biasanya, ulkus ini mengeras dan sembuh dalam 7 sampai 14 hari atau lebih.

Baca juga: Herpes Genital, Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Gejala lainnya yang mungkin dapat muncul, yaitu:

  • Sakit saat buang air kecil.
  • Keputihan (pada wanita). 
  • Masalah mengosongkan kandung kemih yang mungkin memerlukan kateter urine.

Bila mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter atau periksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:

American Academy of Dermatology. Diakses pada 2021. Herpes Simplex.

National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2021. Genital herpes

National Health Service – UK. Diakses pada 2021. Genital herpes

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI). Diakses pada 2021. Herpes Genital Belum Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Ditangani. Begini Caranya