Jadi Infeksi Menular Seksual, Ini Penyebab Herpes Genital

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jadi Infeksi Menular Seksual, Ini Penyebab Herpes Genital

Halodoc, Jakarta – Herpes genital adalah penyakit kelamin yang bisa terjadi pada pria dan wanita, tapi lebih sering dialami oleh wanita. Enggak hanya membuat pengidapnya merasa malu, penyakit ini juga mudah menular. Herpes genital termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS), karena biasanya ditularkan melalui hubungan intim.

Itulah sebabnya orang yang aktif berhubungan intim berisiko lebih tinggi terkena penyakit kelamin ini. Namun sebenarnya, apa yang membuat penyakit ini mudah menular? Yuk, ketahui penyebab herpes genital di sini agar kamu bisa mewaspadainya.

Baca juga: Inilah 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Infeksi herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks atau yang sering disebut sebagai HSV. Virus ini bisa menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa dalam tubuh, seperti mulut, kulit dan kelamin. Selain mudah menular, herpes genital juga bisa kambuh sekitar empat sampai lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi.

Ini karena sejak masuk ke dalam tubuh, HSV seringkali menetap di dalam tubuh manusia, sehingga bisa aktif kembali sewaktu-waktu. Ketika virus ini aktif, pengidap akan kembali mengalami  gejala-gejala herpes genital.

Virus herpes simpleks sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu herpes tipe 1 dan 2. Herpes tipe 1 atau yang disebut juga dengan HSX 1 atau herpes oral, biasanya menimbulkan gejala berupa bentol berair (lenting) di sekitar mulut dan bibir. Walaupun HSV 1 bisa menyebar dan menyebabkan herpes genital, tapi penyakit kelamin ini lebih sering disebabkan oleh virus herpes yang satunya lagi, yaitu herpes simpleks tipe 2 atau HSV 2.

Virus herpes genital menular melalui kontak langsung, terutama bila melakukan hubungan intim dengan pasangan yang terinfeksi oleh HSV (baik melalui Miss V, anal maupun oral). Ibu hamil yang terkena herpes genital pun juga bisa menularkan virus tersebut ke bayinya bila ia melahirkan melalui Miss V.

Ini karena virus herpes simpleks mudah menyebar melalui bagian tubuh yang lembap, seperti dari dinding kulit kelamin, mulut, dan anus. Selain itu, virus ini juga bisa menyebar melalui luka herpes dan bisa terjadi di sekitar mulut, mata, dan bagian tubuh lain. Orang yang terinfeksi berpotensi menularkan virus, meski ia tidak mengalami gejala apapun.

Perlu kamu ketahui bahwa herpes genital tidak bisa menyebar melalui benda perantara, kecuali melalui alat bantu seksual yang sudah dipakai oleh pengidap herpes. Jadi, peralatan, seperti handuk, alat makan, dan sikat gigi, biasanya tidak bisa menjadi perantara penyebaran virus herpes genital. Ini karena HVS tidak sanggup bertahan lama bila terlepas dari kulit.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, HSV juga bersifat laten atau cenderung bertahan di dalam tubuh manusia selama beberapa waktu sebelum menjadi aktif kembali. Itulah mengapa, sekali terinfeksi, maka pengidap berpotensi memiliki virus herpes selamanya, dan bisa kembali mengalami gejala herpes genital saat penyakit tersebut kambuh.

Baca juga: Herpes Genital, Pengaruhi Kesuburan atau Tidak?

Virus HSV bisa aktif kembali saat sistem pertahanan tubuh pengidap menurun. Ini bisa terjadi ketika pengidap mengalami infeksi, sedang stres, sedang menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker, ataupun terkena virus HIV. Selain itu, konsumsi alkohol secara berlebihan juga bisa memicu HSV aktif kembali.

Baca juga: 3 Cara Atasi Masalah Herpes Genital

Nah, itulah penjelasan sekilas tentang virus yang menjadi penyebab herpes genital. Bila kamu mengalami gangguan kesehatan di area kelamin yang menunjukkan gejala berupa bentol-bentol berair dan mulai menyebar ke area anus dan mulut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena itu adalah gejala herpes genital.

Kamu juga bisa membicarakan masalah kelamin ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak perlu malu, karena kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.