• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Mengajarkan Anak Merawat Gigi?

Kapan Sebaiknya Mengajarkan Anak Merawat Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sering kali terlupa, tidak hanya kesehatan tubuh anak yang membutuhkan perhatian dari orangtua, tetapi juga kesehatan gigi dan mulutnya. Pasalnya, munculnya masalah mulut dan gigi sering kali terjadi tanpa adanya gejala, inilah mengapa ibu perlu memberikan perhatian lebih pada kesehatan mulut sang buah hati. 

Anak yang sedang bertumbuh dan berkembang di usia emasnya cenderung mudah teralihkan perhatiannya, mudah merasa bosan, dan penasaran akan banyak hal. Ini artinya, mengajarkan anak merawat gigi bukan menjadi perkara mudah, terlebih jika anak mendapati hal ini tidak menarik perhatiannya dan justru membuatnya merasa bosan. 

Kapan Sebaiknya Mengajarkan Anak Merawat Gigi?

Sebenarnya, orangtua dianjurkan untuk mengajarkan anak merawat gigi sejak usia dini. Sayangnya, usia dini ini tidak bisa menjadi patokan bagi ibu, alhasil tidak sedikit orangtua yang terlambat melakukannya. 

Baca juga: Awas, 7 Hal Ini Bisa Menyebabkan Gigi Tonggos pada Anak

Cara agar lebih mudah, ibu bisa menerapkan perawatan gigi pada anak sejak ia telah memiliki gigi. Bahkan, sebelum itu ibu sudah dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan mulut dan gigi anak. Caranya dengan mengusapkan kain basah ke area gusi dan gigi anak secara perlahan untuk membersihkan kuman, meski gigi dan gusinya belum tumbuh.

Dilansir dari laman KidsHealth, sebenarnya, merawat gigi akan membantu mencegah timbulnya plak yang merupakan lapisan bakteri yang melekat pada gigi. Setelah anak makan, bakteri akan berkembang dengan sangat cepat karena adanya gula pada gigi. Bakteri pun akan memecah gula ini menjadi asam yang memakan email gigi, menyebabkan lubang pada gigi. 

Tidak hanya itu, plak pun memicu terjadinya gingivitis, penyakit gusi yang dapat membuat gusi menjadi merah, membengkak, dan terasa sangat menyakitkan. Pasalnya, gusi berupa jaringan lembut berwarna merah muda yang bertugas untuk menahan gigi agar tetap pada tempatnya. 

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Bawa Anak ke Dokter Gigi

Anak-anak pun baru mengerti pentingnya perawatan gigi ketika memasuki usia sekolah dasar, ketika gigi permanennya mulai tumbuh perlahan dan menggantikan gigi susunya. Inilah, waktu yang sangat penting untuk orangtua memberikan perhatian lebih pada kesehatan mulut sang buah hati. Bukan tanpa alasan, pada usia tersebut pula, masalah gigi pada anak sering terjadi. 

Sejak anak mulai mengerti apa yang dilakukannya, ajarilah ia bagaimana menggosok gigi dengan benar. Beritahukan padanya betapa penting menggosok gigi, terlebih sehabis makan dan sebelum tidur untuk membantu menjaga kesehatan gigi dari kuman dan bakteri. 

Berikan pasta gigi sedikit saja, jangan lupa beritahukan pula untuk mengganti sikat giginya setiap 3 bulan sekali atau saat bulu sikat mulai rusak. Lalu, berikan makanan dan minuman sehat untuknya, hindari memberikan asupan makanan maupun minuman manis secara berlebihan karena bisa memicu terjadinya kerusakan gigi lebih cepat, seperti dilansir dari laman Kirkland Family Dentistry.

Baca juga: Waspada, Sakit Gigi pada Anak Bisa Berakibat Fatal

Tidak ketinggalan, ajak sang buah hati untuk memeriksakan kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi. Agar lebih mudah dan tidak harus menunggu lama, buat janji dahulu dengan dokter gigi di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa langsung chat dengan dokter jika memiliki keluhan kesehatan langsung di aplikasi Halodoc ini. 



Referensi: 
Kirkland Family Dentistry. Diakses pada 2020. Teaching Children How to Take Care of Their Teeth.
Swope Health. Diakses pada 2020. Teaching Kids How to Take Care of Their Teeth.
KidsHealth. Diakses pada 2020. Take Care of Your Teeth.