Ad Placeholder Image

Kenali Berbagai Ciri DBD Pada Bayi Dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Waspadai Ciri DBD pada Bayi yang Sering Tidak Disadari

Kenali Berbagai Ciri DBD Pada Bayi Dan Cara MenanganinyaKenali Berbagai Ciri DBD Pada Bayi Dan Cara Menanganinya

DAFTAR ISI


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang serius di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Mengingat sistem kekebalan tubuh bayi yang belum berkembang sempurna, mereka memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami komplikasi berat akibat infeksi ini. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui ciri dbd pada bayi sejak dini agar penanganan medis tidak terlambat diberikan.

Berbeda dengan anak yang lebih besar atau orang dewasa yang bisa mengeluhkan rasa sakit yang mereka alami, bayi hanya bisa berkomunikasi melalui tangisan dan perubahan perilaku. Ciri utama DBD pada bayi biasanya diawali dengan demam tinggi yang mendadak, bisa mencapai suhu 39 hingga 40 derajat Celcius. Demam ini sering kali tidak mempan diobati dengan obat penurun panas biasa dan bisa berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Selain demam, bayi mungkin akan tampak sangat rewel, terus-menerus menangis tanpa sebab yang jelas, menolak untuk menyusu atau makan, serta mengalami muntah-muntah.

Gejala khas lainnya yang perlu kamu waspadai adalah munculnya bintik-bintik merah di bawah kulit (petechiae) yang tidak hilang saat ditekan. Pada beberapa kasus, bayi bisa mengalami perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Karena bayi sangat rentan terhadap dehidrasi akibat demam tinggi dan muntah, pemantauan asupan cairan sangatlah vital. Jika kamu mencurigai si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, langkah pertolongan pertama di rumah adalah menjaga hidrasinya dan memberikan obat penurun panas yang aman sesuai anjuran medis, sebelum segera membawanya ke fasilitas kesehatan.

Penting untuk diingat bahwa dalam menangani demam pada kecurigaan kasus DBD, orang tua sangat dilarang memberikan obat yang mengandung ibuprofen atau aspirin. Obat-obatan golongan NSAID tersebut dapat mengiritasi lambung dan meningkatkan risiko perdarahan yang mematikan pada pasien DBD. Pilihan yang paling aman untuk meredakan demam dan ketidaknyamanan pada bayi adalah paracetamol. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu sediakan di rumah sebagai langkah pertolongan pertama yang aman.

Rekomendasi Penanganan Awal DBD

1. Sanmol Drops 15 ml

Sanmol Drops adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang diformulasikan khusus untuk bayi dan anak-anak di bawah usia 1 tahun. Mengandung bahan aktif Paracetamol, obat ini bekerja pada pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) untuk menurunkan suhu tubuh saat demam. Selain itu, Sanmol Drops juga efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang yang sering membuat bayi menjadi sangat rewel saat sedang sakit.

Dosis umum pemberian Sanmol Drops untuk bayi di bawah usia 1 tahun biasanya adalah 0.6 ml, diberikan 3 hingga 4 kali sehari, atau disesuaikan dengan berat badan bayi (umumnya 10-15 mg/kgBB per dosis). Obat ini dilengkapi dengan pipet tetes (dropper) yang memudahkan kamu untuk memberikan dosis yang akurat. Pastikan kamu selalu membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan dan tidak melebihi dosis harian yang dianjurkan untuk mencegah risiko kerusakan hati.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Drops 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Pedialyte Bubble Gum Flavor 500 ml

Saat bayi mengalami demam tinggi akibat infeksi virus Dengue, risiko dehidrasi meningkat secara drastis, terutama jika disertai dengan muntah-muntah dan hilangnya nafsu menyusu. Pedialyte adalah cairan rehidrasi oral (oralit) yang dirancang khusus untuk menggantikan cairan dan elektrolit (seperti natrium, kalium, dan klorida) yang hilang dari tubuh anak. Berbeda dengan air putih biasa atau jus, rasio gula dan elektrolit dalam Pedialyte sudah ditakar dengan presisi medis untuk mempercepat penyerapan cairan di dalam usus.

Varian rasa bubble gum (permen karet) umumnya lebih disukai oleh anak-anak sehingga memudahkan proses pemberian cairan saat mereka sedang tidak nafsu makan atau minum. Untuk bayi di bawah 1 tahun, pemberian cairan rehidrasi oral harus dilakukan perlahan-lahan menggunakan sendok kecil atau pipet setiap beberapa menit agar tidak memicu muntah. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pedialyte Bubble Gum Flavor 500 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda Bahaya (Warning Signs) Fase Kritis DBD pada Bayi
  1. Muntah persisten (terus-menerus) dan bayi sama sekali menolak cairan atau ASI.
  2. Suhu tubuh tiba-tiba turun menjadi normal atau bahkan hipotermia (di bawah 36 derajat Celcius), namun bayi justru tampak semakin lemas, pucat, dan berkeringat dingin.
  3. Terjadi perdarahan spontan yang terlihat jelas, seperti mimisan, BAB berwarna hitam, muntah darah, atau memar-memar biru di tubuh.
  4. Bayi tampak sangat gelisah, menangis melengking, atau sebaliknya mengalami letargi (sangat mengantuk dan sulit dibangunkan).
  5. Tangan dan kaki bayi teraba dingin serta nadi berdetak sangat cepat namun terasa lemah.

3. Tempra Drops 15 ml

Alternatif lain yang sangat direkomendasikan sebagai penurun panas pertama pada bayi adalah Tempra Drops. Sama seperti Sanmol, Tempra Drops mengandung Paracetamol yang sangat aman digunakan untuk bayi jika diberikan sesuai dengan takaran. Tempra Drops bermanfaat untuk meredakan demam, rasa sakit, serta ketidaknyamanan yang muncul saat tubuh bayi melawan virus. Paracetamol merupakan pilihan lini pertama dan satu-satunya golongan antidemam yang diizinkan untuk kasus kecurigaan infeksi Dengue.

Obat ini ditujukan untuk anak usia 0 hingga 2 tahun. Dosis pemakaiannya juga bergantung pada usia dan berat badan anak. Umumnya untuk bayi berusia 3-9 bulan diberikan sebanyak 0.8 ml. Pemberian dapat diulang setiap 4 jam sekali jika demam kembali naik, namun tidak boleh lebih dari 5 kali pemberian dalam waktu 24 jam. Jangan lupa untuk memberikan banyak cairan atau ASI setelah bayi minum obat ini untuk membantu menurunkan suhu inti tubuh.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Drops 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. My Baby Minyak Telon Plus 150 ml

Langkah terbaik dalam menghadapi ancaman DBD adalah dengan melakukan tindakan pencegahan. Mengingat nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit pada siang hari (pagi dan sore), melindungi kulit bayi dari gigitan nyamuk adalah suatu keharusan. My Baby Minyak Telon Plus mengandung bahan aktif alami seperti minyak citronella (minyak sereh) dan chamomile yang sudah terbukti secara klinis mampu menghalau nyamuk, sembari memberikan rasa hangat yang nyaman pada tubuh bayi.

Minyak telon ini memiliki manfaat ganda: membantu meredakan perut kembung, memberikan kehangatan setelah bayi mandi, sekaligus memberikan perlindungan dari gigitan nyamuk hingga 8 jam. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup oleskan pada bagian dada, perut, punggung, serta area tubuh yang terbuka seperti lengan dan kaki setiap habis mandi atau sebelum bayi tidur. Hindari area mata, hidung, dan kulit yang sedang terluka.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan My Baby Minyak Telon Plus 150 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Fase dan Perawatan DBD pada Bayi

Untuk merawat bayi yang dicurigai atau sudah didiagnosis menderita DBD, kamu harus memahami pola penyakit ini yang sering disebut sebagai “Siklus Pelana Kuda”. Penyakit ini memiliki tiga fase utama, yaitu:

1. Fase Demam (Hari 1-3)
Pada fase ini, bayi akan mengalami demam yang mendadak tinggi, kulit memerah, dan tampak sangat tidak nyaman. Tindakan utama yang harus dilakukan adalah memberikan obat penurun panas berbasis paracetamol dan secara konstan menyusui bayi dengan ASI atau susu formula. Kompres menggunakan air hangat pada area lipatan tubuh (seperti ketiak, leher, dan lipatan paha) juga sangat membantu memperlebar pembuluh darah kulit agar panas lebih cepat keluar.

2. Fase Kritis (Hari 3-5)
Inilah fase yang paling sering mengecoh para orang tua. Suhu tubuh bayi akan turun mendekati angka normal, seolah-olah ia sudah sembuh. Padahal, pada fase inilah terjadi kebocoran plasma darah yang bisa menyebabkan dehidrasi berat, syok, dan penurunan trombosit secara drastis. Jika bayi tampak sangat lemas padahal tidak demam, produksi urine berkurang drastis (popok tetap kering lebih dari 6 jam), ini adalah kondisi darurat medis. Di rumah sakit, pada fase ini bayi biasanya memerlukan terapi cairan infus secara intensif.

3. Fase Pemulihan (Hari 6-7)
Jika fase kritis berhasil dilewati dengan baik, bayi akan masuk ke fase pemulihan. Cairan yang sebelumnya bocor keluar dari pembuluh darah akan diserap kembali. Tanda bayi memasuki fase pemulihan adalah kembalinya nafsu makan, bayi tampak lebih ceria, denyut nadi stabil, dan terkadang muncul ruam pemulihan yang terasa gatal di kulit yang dikenal sebagai convalescent rash.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah, muncul bintik merah, muntah terus-menerus, atau anak tampak sangat lemas padahal suhu tubuhnya mulai turun, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Studi Terkait

Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Infectious Diseases pada awal tahun 2026 meneliti tentang presentasi klinis infeksi Dengue pada bayi. Studi ini menyoroti bahwa diagnosis DBD pada bayi berusia di bawah 12 bulan sering kali lebih sulit karena gejalanya menyerupai infeksi pernapasan akut atau infeksi telinga. Para peneliti menekankan bahwa hepatomegali (pembesaran hati) dan kejang demam merupakan prediktor kuat bayi memasuki fase syok dengue. Jurnal ini merekomendasikan edukasi yang lebih intensif kepada orang tua terkait deteksi warning signs dan penerapan terapi cairan secara preventif sebelum anak tiba di unit gawat darurat.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Dengue and severe dengue.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dengue fever – Symptoms and causes.
  • National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Clinical profile of dengue infection in infants.

FAQ

1. Apakah ciri DBD pada bayi selalu ditandai dengan bintik merah di kulit?
Tidak selalu. Bintik merah atau petechiae adalah salah satu tanda perdarahan ringan, namun tidak semua bayi penderita DBD mengalaminya di awal infeksi. Terkadang bintik merah baru muncul saat demam sudah mulai turun atau pada fase pemulihan.

2. Berapa hari masa inkubasi virus DBD pada bayi setelah digigit nyamuk?
Masa inkubasi atau waktu dari pertama kali digigit nyamuk Aedes aegypti hingga munculnya gejala pertama biasanya berkisar antara 4 hingga 10 hari. Setelah itu, demam akan muncul secara mendadak.

3. Apakah boleh memberikan ibuprofen jika demam bayi sangat tinggi akibat DBD?
Sangat dilarang. Memberikan ibuprofen, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya dapat meningkatkan risiko perdarahan hebat pada saluran cerna dan memperparah kondisi bayi. Gunakan hanya paracetamol untuk menurunkan demamnya.

4. Bagaimana cara memastikan apakah bayi saya terkena DBD atau radang biasa?
Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah melalui pemeriksaan darah di laboratorium atau rumah sakit. Dokter biasanya akan memeriksa kadar trombosit, leukosit, hematokrit, serta tes antigen NS1 untuk mendeteksi virus Dengue secara spesifik pada hari-hari awal demam.