• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Perbedaan Sindrom Kompartemen Akut dan Kronis

Kenali Perbedaan Sindrom Kompartemen Akut dan Kronis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu nyeri hebat pada bagian otot ketika digerakkan? Jika hal ini terjadi cukup sering, jangan sepelekan. Rasa nyeri tersebut bisa menjadi tanda gangguan pada otot yang dikenal sebagai sindrom kompartemen. Sindrom kompartemen adalah gangguan yang kerap muncul ketika kompartemen otot mendapatkan tekanan yang sangat tinggi dan mengakibatkan perdarahan atau pembengkakan pada bagian kompartemen otot.

Baca juga: Bagaimana Sindrom Kompartemen Bisa Terjadi?

Kompartemen otot adalah kelompok jaringan otot, pembuluh darah, saraf lengan, dan kaki yang dikelilingi oleh fasia. Tekanan yang meningkat pada area tersebut memicu kerusakan otot dan saraf akibat terganggunya aliran darah. Sindrom kompartemen memiliki dua jenis yang berbeda. Apakah ada perbedaan gejalanya? Ketahui perbedaan jenis sindrom kompartemen agar dapat mengatasi masalah ini dengan tepat.

Jenis Sindrom Kompartemen

Kelompok otot diatur dalam bagian yang dikenal sebagai kompartemen. Kompartemen dikelilingi oleh jaringan yang membentuk dinding kompartemen dan dikenal sebagai fasia. Ketika seseorang mengalami tekanan yang cukup kuat akibat cedera atau faktor lainnya pada bagian kompartemen otot, maka dapat menyebabkan darah atau cairan lain menumpuk pada kompartemen. 

Fasia yang tidak mudah mengembang akan membuat tekanan dalam kompartemen meningkat dan menghambat aliran darah yang menuju ke jaringan dalam kompartemen menjadi berkurang. Hal ini yang menyebabkan jaringan menjadi rusak sehingga meningkatkan risiko hilangnya fungsi tubuh. Sindrom kompartemen rentan dialami pada bagian kaki, lengan, dan perut.

Baca juga: Mengidap Sindrom Kompartemen, Bolehkah Berolahraga?

Sindrom kompartemen yang terjadi dapat berbeda pada satu pengidap dengan pengidap yang lainnya. Melansir National Health Service UK, hal ini dikarenakan sindrom kompartemen memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu:

1. Sindrom Kompartemen Akut

Sindrom kompartemen akut umumnya sering terjadi tiba-tiba setelah pengidap mengalami patah tulang atau cedera yang cukup parah. Meskipun akut, kondisi ini memerlukan pertolongan darurat tim medis untuk penanganan agar sindrom kompartemen tidak berubah menjadi kondisi yang lebih buruk lagi. Sindrom kompartemen akut yang tidak segera diatasi meningkatkan risiko kerusakan otot permanen.

2. Sindrom Kompartemen Kronis

Berbeda dengan sindrom kompartemen akut, sindrom kompartemen kronis terjadi secara bertahap biasanya terjadi saat kamu melakukan kegiatan yang berulang dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini tidak membutuhkan perawatan darurat oleh medis karena bisa hilang dengan sendirinya saat kamu menghentikan aktivitas dan beristirahat.

Gejala Sindrom Kompartemen

Tentunya gejala yang dialami ketika mengidap sindrom kompartemen akan berbeda, tergantung dengan jenis sindrom kompartemen yang dialami. Gejala sindrom kompartemen akut akan dirasakan ketika pengidap mengalami kecelakaan atau cedera parah, seperti rasa nyeri yang cukup hebat, alami sensasi kesemutan atau panas pada area yang mengalami tekanan, dan pengencangan otot.

Berbeda halnya dengan gejala sindrom kompartemen kronis. Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang dialami, seperti nyeri yang muncul saat melakukan aktivitas yang cukup berat secara berulang, kesemutan pada beberapa bagian otot kompartemen, dan terasa kram.

Jika gejala terjadi semakin parah dan mengganggu, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya, kamu dapat membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memudahkan pemeriksaan.

Baca juga: Perlu Ketahui Komplikasi Akibat Sindrom Kompartemen

Sindrom kompartemen akut perlu pengobatan dengan tindakan bedah yang dikenal sebagai fasciotomy. Tindakan bedah dilakukan untuk mengatasi tekanan yang terjadi pada bagian kompartemen otot agar gejala yang dirasakan dapat berkurang atau hilang. Segala bentuk penanganan akan disesuaikan dengan gejala yang terjadi.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Compartment Syndrome
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chronic Exertional Compartment Syndrome