Ad Placeholder Image

Kenapa Banyak Orang Mengonsumsi Obat Maag di Bulan Puasa?

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   18 Februari 2026

Banyak orang mengonsumsi obat maag saat puasa untuk mencegah asam lambung naik.

Kenapa Banyak Orang Mengonsumsi Obat Maag di Bulan Puasa?Kenapa Banyak Orang Mengonsumsi Obat Maag di Bulan Puasa?

DAFTAR ISI


Bulan puasa adalah momen istimewa yang dinanti banyak umat muslim. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, puasa juga membawa perubahan besar pada pola makan dan gaya hidup sehari-hari. 

Tak heran, setiap bulan Ramadan permintaan dan konsumsi obat maag cenderung meningkat. 

Banyak orang mengeluhkan perut perih, kembung, mual, hingga sensasi panas di dada setelah berpuasa. Kondisi ini membuat obat maag menjadi “penyelamat” bagi sebagian orang agar tetap nyaman menjalani ibadah puasa. 

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan keluhan maag lebih sering muncul di bulan puasa? Dan apakah puasa benar-benar memperburuk masalah lambung, atau justru kebiasaan makan kitalah yang menjadi pemicunya?

Beli Obat Maag Meningkat saat Ramadan

Banyak orang memilih membeli obat maag secara mandiri untuk mengatasi keluhan seperti perih, mual, kembung, hingga nyeri ulu hati. 

Kondisi lambung yang kosong dalam waktu lama saat berpuasa juga dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama pada individu yang memang memiliki riwayat gangguan lambung sebelumnya. 

Akibatnya, kebutuhan akan obat penetral asam lambung, antasida, hingga obat pelindung lambung pun meningkat.

Menurut data Halodoc – Indonesia Health Insight Report, minggu pertama Ramadan menjadi periode ketika tubuh memberikan reaksi paling kuat. Di fase ini maag dan gerd meningkat 21%. 

Masih menurut data di atas, dari sisi pembelian mandiri obat untuk mengatasi maag dan GERD, terlihat adanya lonjakan signifikan sejak satu minggu sebelum hingga minggu pertama Ramadan 2025.  Masing-masing sebesar 38% dan 49% dibandingkan rata-rata mingguan di periode biasanya.

Data ini menunjukkan bahwa tren pembelian obat maag kadi meningkat secara konsisten setiap tahunnya menjelang dan selama bulan puasa. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di apotek, tetapi juga pada platform penjualan obat secara daring.

Fenomena ini menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengatasi gejala maag secara cepat cukup tinggi, namun di sisi lain juga menjadi pengingat pentingnya edukasi mengenai pola makan sehat selama Ramadan. 

Baca juga artikel lainnya mengenai maag dan puasa di sini: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Pengidap Maag saat Puasa

Kenapa Maag sering Terjadi saat Puasa?

Saat bulan Ramadan, pola makan dan jam biologis tubuh berubah secara drastis.

Berikut beberapa alasan mengapa maag sering terjadi saat puasa:

  • Lambung kosong lebih lama. Saat berpuasa, lambung tidak terisi makanan selama kurang lebih 12–14 jam. Produksi asam lambung yang tetap berlangsung tanpa adanya makanan dapat menimbulkan rasa perih atau nyeri di ulu hati.
  • Perubahan pola makan drastis. Tubuh perlu beradaptasi dari pola makan 3 kali sehari menjadi 2 kali (sahur dan berbuka). Perubahan ini bisa memicu gangguan keseimbangan asam lambung.
  • Makan berlebihan saat berbuka. Konsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan memicu peningkatan asam lambung.
  • Konsumsi makanan pemicu. Makanan pedas, asam, berlemak, gorengan, serta minuman berkafein yang sering dikonsumsi saat berbuka dapat merangsang produksi asam lambung.
  • Langsung tidur setelah makan. Kebiasaan tidur setelah sahur atau berbuka dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
  • Stres dan kurang istirahat. Perubahan jam tidur selama Ramadan juga dapat meningkatkan stres dan memengaruhi kondisi lambung.

Rekomendasi Obat Maag

Nah, bagi kamu yang ingin mengobati maag ada beberapa rekomendasi obat yang bisa kamu gunakan: 

  • Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul. Inhibitor pompa proton yang mengurangi produksi asam lambung untuk membantu penyembuhan tukak dan refluks.
  • Prosogan FD 30 mg 14 Tablet. Obat kombinasi yang umumnya digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan dengan komponen penghambat asam lambung; biasanya diresepkan dokter.
  • S-Omevell 20 mg 10 Tablet. Obat kombinasi yang umumnya digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan dengan komponen penghambat asam lambung; biasanya diresepkan dokter.
  • Mylanta Sirup. Obat antasida cair yang membantu meredakan sensasi nyeri atau tidak nyaman akibat asam lambung berlebih dengan efek cepat.
  • Aciblock 150 mg 10 Tablet. Obat golongan proton pump inhibitor yang membantu mengurangi kelebihan asam lambung untuk mengatasi maag dan refluks.
  • Ranitidine 150 mg 10 Tablet. Antagonis reseptor H2 yang bekerja menurunkan produksi asam lambung untuk meredakan gangguan lambung seperti tukak dan refluks.

Selain obat di atas kamu bisa gunakan pilihan obat berikut ini: 

Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa keluhan maag yang muncul saat puasa tidak boleh dianggap sepele, terutama jika terjadi berulang, terasa semakin berat, atau disertai gejala seperti muntah terus-menerus, nyeri hebat, atau penurunan berat badan. 

Oleh karena itu, jika keluhan tidak membaik atau sering kambuh, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter, khususnya dokter spesialis penyakit dalam, agar mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang lebih komprehensif serta aman selama menjalani ibadah puasa.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli dan tepercaya.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
Referensi: 
Indonesia Health Insight. Diakses pada 2026. Indonesia Health Insight Report. 
Saudi German Health. Diakses pada 2026z 6 Fasting Tips for Patients with GERD and Peptic Ulcers.