Ad Placeholder Image

Kenapa Mood Naik Turun Saat Perimenopause? Ini Cara Mengatasinya

8 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG 11 Agustus 2026

Pahami alasan medis di balik mood naik turun selama fase perimenopause dan langkah medis tepat untuk mengatasinya.

Kenapa Mood Naik Turun Saat Perimenopause? Ini Cara MengatasinyaKenapa Mood Naik Turun Saat Perimenopause? Ini Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Memasuki usia akhir 30-an atau awal 40-an, banyak wanita mengeluhkan perubahan emosi yang drastis dan terasa sulit untuk dikendalikan. 

Topik mengenai mood naik turun di usia paruh baya ini sangat banyak dicari karena dampaknya tidak hanya mengganggu kenyamanan diri sendiri, tetapi juga sering kali memicu konflik dalam hubungan sosial dan menurunkan produktivitas kerja harian. 

Sering kali, kondisi ini disalahartikan sebagai sekadar kelelahan atau stres akibat beban hidup, padahal secara medis keluhan emosional ini merupakan bagian tak terpisahkan dari masa perimenopause.

Apa Kaitan Perimenopause dengan Perubahan Mood?

Keluhan mood naik turun sangat berkaitan erat dengan fluktuasi hormon yang terjadi secara intens selama fase perimenopause. 

Secara medis, perimenopause adalah masa transisi menuju akhir masa reproduksi (menopause), yang dapat berlangsung selama 2 hingga 10 tahun sebelum seorang wanita benar-benar berhenti mengalami siklus menstruasi selama 12 bulan penuh.

Di fase peralihan ini, tubuh wanita tidak sekadar mengalami perubahan fisik seperti berhentinya haid. Menurut North American Menopause Society (NAMS), hampir 23% wanita pada masa ini mengalami fluktuasi emosi yang signifikan. 

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki riwayat masalah hormon, ketidakstabilan emosi justru menjadi sinyal klinis pertama bahwa tubuh mereka sedang memulai transisi menuju fase menopause.

Gejala Emosional yang Sering Muncul

Selain merasa mood naik turun secara tiba-tiba, kondisi ini sering kali datang bersamaan dengan berbagai gejala penyerta lainnya. Tanda-tanda emosional yang kerap muncul pada masa perimenopause meliputi:

  • Iritabilitas (mudah marah): Peningkatan kepekaan terhadap hal-hal kecil yang sebelumnya tidak mengganggu, membuat seseorang merespons situasi dengan reaksi amarah yang lebih kuat.
  • Depresi tersembunyi: Merasa sedih mendalam, kehilangan minat pada hobi, hingga menurunnya harga diri. Secara medis, 1 dari 5 wanita di fase transisi ini berisiko mengalami depresi.
  • Kecemasan (anxiety): Munculnya rasa gugup, khawatir berlebih, hingga serangan panik (panic attacks) yang terkadang tidak memiliki pemicu yang jelas.
  • Kabut Otak (brain fog): Kesulitan berkonsentrasi, sering lupa (forgetfulness), dan merasa pikiran tidak setajam biasanya.

Penyebab Mood Naik Turun di Masa Transisi

Penyebab utama dari mood naik turun saat perimenopause adalah penurunan serta fluktuasi drastis hormon estrogen di dalam tubuh. Penurunan hormon ini tidak hanya memengaruhi organ reproduksi, tetapi juga mengubah tata letak zat kimia (neurotransmitter) di dalam otak.

1. Gangguan serotonin dan norepinefrin

Estrogen berperan penting dalam mengatur kadar serotonin dan norepinefrin zat kimia di otak yang berfungsi menjaga perasaan bahagia, tenang, dan fokus. 

Ketika estrogen anjlok, keseimbangan zat-zat ini ikut terganggu, yang memicu munculnya gejala depresi ringan, kelelahan, dan rasa cemas.

2. Peningkatan protein MAO-A

Riset medis juga menemukan adanya peningkatan kadar protein monoamine oxidase A (MAO-A) pada wanita yang memasuki fase perimenopause. Protein ini diketahui memiliki kaitan kuat dengan munculnya gejala-gejala depresif.

3. Efek Domino Gejala Fisik

Mood naik turun sering kali diperparah oleh gejala fisik lainnya, terutama keringat malam (night sweats). Sensasi panas ini sering membuat wanita terbangun di malam hari. 

Insomnia yang terjadi terus-menerus pada akhirnya merusak kualitas tidur, sehingga keesokan harinya memicu brain fog dan rasa mudah marah yang ekstrem.

Selain faktor hormonal, wanita dengan riwayat sindrom pramenstruasi (PMS) yang parah, memiliki beban stres yang tinggi, atau memiliki riwayat depresi di masa lalu, terbukti secara klinis memiliki risiko lebih besar mengalami keluhan emosional yang berat pada fase ini.

Cara Mengatasi Mood Naik Turun Saat Perimenopause

Meskipun mood naik turun adalah bagian alami dari proses penuaan tubuh, kamu tidak perlu pasrah dan membiarkan kualitas hidup kamu menurun. 

Sayangnya, beberapa orang sering memilih pelarian yang salah dengan “mengobati diri sendiri” melalui alkohol atau obat tidur sembarangan. Langkah tersebut justru berisiko merusak kesehatan jangka panjang.

Sebagai medical decision-support, kami merangkum beberapa pendekatan medis dan pencegahan klinis yang terbukti aman dan efektif:

1. Penerapan gaya hidup preventif

Langkah pertama berfokus pada pendekatan preventive health. Rutinlah melakukan olahraga aerobik intensitas sedang minimal 2,5 jam per minggu. 

Olahraga memicu pelepasan hormon endorfin yang secara alami memperbaiki mood. Terapkan diet kaya protein dan asam lemak omega-3. 

Untuk menjaga keseimbangan mental, pertimbangkan rutinitas relaksasi seperti yoga, meditasi, atau tai chi.

2. Terapi psikologis (CBT)

Jika gangguan emosi mulai mengganggu hubungan sosial, terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy) sangat direkomendasikan. 

Terapi ini membantu kamu mengidentifikasi pola pikir negatif dan melatih cara merespons stres akibat gejala fisik menopause.

3. Terapi medis (clinical escalation)

Bila modifikasi gaya hidup tidak cukup dan gejala emosional mulai terasa melumpuhkan, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis. 

Dokter mungkin akan mempertimbangkan Hormone Replacement Therapy (HRT) dengan dosis terendah yang aman untuk meredakan hot flashes dan menstabilkan mood. Antidepresan dosis rendah juga kerap diresepkan untuk mengatasi kecemasan parah.

Pastikan setiap keputusan pengobatan diambil melalui konsultasi medis. Segera jadwalkan konsultasi dengan psikiater atau dokter spesialis kandungan. 

Langkah ini akan memastikan kamu mendapatkan terapi yang dipersonalisasi sesuai riwayat kesehatan kamu secara aman dan etis.

Hubungi Dokter Ini Terkait Penanganan Menopause

Jika butuh berbagai saran terkait menopause, kamu bisa menghubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc.

Dokter spesialis obgyn di Halodoc sudah berpengalaman selama bertahun-tahun, sehingga mereka mampu memberikan saran terkait kendala yang sedang kamu alami.

Mereka juga telah menerima ulasan yang baik dari pasien-pasien sebelumnya yang sudah mereka tangani.

Berikut ini daftar rekomendasinya:

1. dr. Lucia Leonie Sp.OG

Dokter Lucia Leonie Sp.OG adalah seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha pada 2011 dan Universitas Hasanuddin pada 2017. 

Saat ini, dr. Lucia Leonie Sp.OG berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, dan tergabung sebagai tergabung sebagai anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR DV00000058866267.

Memiliki pengalaman selama 16 tahun, dr. Lucia Leonie Sp.OG dapat kamu percayai dalam memberikan tips seputar menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin. 

Chat  dr. Lucia Leonie Sp.OG mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

2. dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG

Dokter Cahyawati Arisusilo Sp.OG telah memperoleh gelar dokternya dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2008 dan 2017. 

Kini, ia membuka praktik di Jember, Jawa Timur dan juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR 3521301423097455.

Berbekal pengalaman 19 tahun, dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG siap menjawab pertanyaan kamu seputar menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.

Chat dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.

3. dr. Effendy Gunawan Sp.OG

Rekomendasi selanjutnya adalah Effendy Gunawan Sp.OG. Ia memperoleh gelar dokternya dari Universitas Kristen Maranatha pada 2008 dan mendapatkan gelar spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Sam Ratulangi pada 2018.

Saat ini, ia berpraktik di Tangerang, Banten dan juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR YA00000258868669.

Memiliki pengalaman 19 tahun, dr. Effendy Gunawan Sp.OG mampu menjawab pertanyaan kamu seputar menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.

Chat dr. Effendy Gunawan Sp.OG Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.

Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.

Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.

Tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc sekarang!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

✅ Dokter tersedia 24 jam.

✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).

✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 

✅ Bisa dicover asuransi.

✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.

✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 

✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang! 

Kesimpulan

Mengalami keluhan mood naik turun pada fase perimenopause adalah suatu kondisi medis yang sangat bisa dipahami. 

Fluktuasi hormon estrogen, gangguan tidur, dan penyesuaian zat kimia di otak merupakan dalang utama di balik ketidakstabilan emosi ini. Jangan biarkan fase transisi ini mengurangi kebahagiaan dan produktivitas kamu. 

Dengan menerapkan gaya hidup sehat yang terstruktur, menjaga pola makan, serta tidak ragu menghubungi tenaga medis profesional untuk opsi terapi yang tepat, kamu bisa melewati masa perimenopause ini dengan hati yang lebih tenang dan tubuh yang tetap bugar.

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!

Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!

Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:

  • Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
  • Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
  • Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.

Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2026. What causes mood swings during menopause.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Perimenopause: Symptoms and causes.
WebMD. Diakses pada 2026. Menopause and Mood Swings.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Perimenopause: Age, Stages, Signs, Symptoms & Treatment.