• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Keputihan Bisa Menjadi Tanda-Tanda Mau Melahirkan

Keputihan Bisa Menjadi Tanda-Tanda Mau Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Keputihan Bisa Menjadi Tanda-Tanda Mau Melahirkan

Halodoc, Jakarta - Memasuki bulan kesembilan kehamilan, ibu pasti lebih sering mengalami gejala yang sebelumnya belum pernah dialami. Beberapa gejala tersebut memang bisa menjadi tanda mau melahirkan, dan salah satu tanda tersebut adalah keputihan.

Selama kehamilan, sumbatan lendir yang kental akan menghalangi pembukaan serviks untuk mencegah bakteri memasuki rahim. Namun, selama akhir trimester ketiga, sumbatan ini mungkin didorong ke dalam vagina. Alhasil, ibu mungkin melihat peningkatan keputihan yang bening, merah muda atau sedikit berdarah. Kondisi ini mungkin terjadi beberapa hari sebelum persalinan dimulai atau pada awal persalinan.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Ibu Hamil akan Melahirkan

Keputihan Menjelang Persalinan

Keputihan tak hanya terjadi saat ibu tidak hamil. Jadi, jangan kaget jika kondisi ini terjadi menjelang persalinan, sebab ini adalah tanda mau melahirkan yang cukup umum. Cairan keputihan ini bisa keluar dalam satu bagian besar yang terlihat mirip dengan lendir di hidung atau keluar lebih banyak. Ibu mungkin tidak melihatnya sama sekali dan beberapa wanita juga bisa saja tidak mengalaminya sebelum melahirkan.

Pada hari-hari terakhir sebelum persalinan, ibu mungkin akan melihat keputihan yang meningkat dan/atau menebal. Keputihan yang menebal dan berwarna merah muda ini disebut darah dan merupakan indikasi yang baik bahwa persalinan akan segera terjadi. Namun, jika tanpa kontraksi atau pelebaran 3 sampai 4 sentimeter, persalinan masih bisa berjarak beberapa hari lagi.

Namun, jika tanda mau melahirkan seperti keputihan disertai dengan pendarahan sama beratnya dengan periode menstruasi normal, sebaiknya ibu menghubungi dokter. Pasalnya, pendarahan vagina yang parah bisa menjadi pertanda adanya masalah.

Sebaiknya segera buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan. Kini buat janji dengan dokter pun dapat dengan mudah dilakukan dari rumah menggunakan Halodoc. Jadi ibu tak perlu lagi repot antre di rumah sakit.  

Baca juga: Ini 20 Istilah Persalinan yang Perlu Diketahui Ibu

Tanda Mau Melahirkan yang Perlu Penanganan Dokter 

Jika ibu merasa akan melahirkan, dokter mungkin telah memberitahu ibu tentang apa yang harus dilakukan ketika hari perkiraan lahir sudah dekat dan ibu mengira sudah mengalami kontraksi reguler. Biasanya, dokter akan meminta ibu menghubunginya jika kontraksi terjadi sekitar lima menit untuk setidaknya satu jam.

Kontraksi persalinan tidak akan berada dalam jarak yang tepat, tetapi jika kontraksi menjadi cukup konsisten, lebih menyakitkan dan lebih lama yang biasanya masing-masing sekitar 30 hingga 70 detik, inilah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Jika ibu merasa akan melahirkan tetapi tidak yakin, segera hubungi dokter. Dokter dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi sehingga ibu bisa lebih mempersiapkan diri. 

Baca juga: 8 Tips Melahirkan Normal 

Ibu harus selalu menghubungi dokter atau bidan jika:

  • Mengalami pendarahan atau keluarnya cairan berwarna merah cerah (bukan cokelat atau merah muda).
  • Ketuban pecah, terutama jika cairan tampak hijau atau cokelat. Ini bisa menjadi tanda bahwa mekonium, atau tinja pertama bayi, hadir, yang bisa berbahaya jika bayi menelannya saat lahir.
  • Ibu mengalami penglihatan kabur atau ganda, sakit kepala parah atau pembengkakan tiba-tiba. Ini semua bisa menjadi gejala preeklamsia, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi akibat kehamilan dan membutuhkan perhatian medis.

Itulah beberapa tanda melahirkan yang harus diperhatikan dengan baik. Jangan merasa malu atau khawatir untuk menelepon di luar jam kerja, karena persalinan cukup sering terjadi di waktu-waktu yang tidak terduga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Labor and Delivery.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Signs of labor: Know What to Expect.
What to Expect. Diakses pada 2021. 10 Signs of Labor.