• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Keseringan Makan Mie Instan, Sebabkan Gangguan Metabolik?

Keseringan Makan Mie Instan, Sebabkan Gangguan Metabolik?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Mie instan adalah salah satu makanan yang sering menjadi pilihan banyak orang. Selain karena rasanya yang nikmat, makanan ini juga mudah didapatkan karena harganya yang murah. Namun, semua hal yang dapat kamu rasakan dari mie instan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Pasalnya, terlalu sering makan mie instan dapat sebabkan beberapa penyakit.

Salah satu penyakit yang dapat terjadi disebabkan oleh keseringan makan mie instan adalah gangguan metabolik. Beberapa kandungan yang terdapat dalam makanan yang mudah disajikan tersebut dapat meningkatkan risiko dari gangguan yang berhubungan dengan metabolisme seseorang. Untuk lebih jelasnya, kamu dapat membacanya di sini!

Baca juga: Sering Makan Mi Instan Bisa Kena Kanker Perut, Mitos atau Fakta?

Mie Instan Dapat Sebabkan Gangguan Metabolik

Gangguan metabolik adalah salah satu kelainan pada metabolisme yang dapat memengaruhi produksi energi pada tubuh. Hal ini disebabkan enzim yang berfungsi untuk mengatur pola metabolisme pada tubuh hilang atau rusak. Banyak sumber yang mengatakan jika mie instan dapat menjadi salah satu yang sebabkan seseorang mengalami gangguan metabolik.

Beberapa kandungan pada mie instan layaknya sodium, MSG, dan TBHQ dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh jika terlalu banyak dikonsumsi. Hal ini memang kerap terkandung pada banyak makanan olahan, seperti juga penambah rasa dan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan. 

Seseorang yang mempunyai hobi mengonsumsi mie instan dapat meningkatkan risiko terhadap perubahan metabolisme, bahkan berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Jika kamu mempunyai kebiasan mengonsumsi banyak makanan dengan pengawet kimia, pasti risiko untuk tersebut gangguan sindrom metabolik dapat meningkat yang disebabkan tekanan darah atau kadar gula darah yang meningkat.

Hal tersebut terjadi lantaran kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh tidak sehat, hingga kadar glikemik yang terlalu banyak. Penyakit ini lebih berisiko pada wanita yang mengonsumsi mie instan dua kali dalam satu minggu. Risiko tersebut bahkan dihubungkan dengan wanita muda dengan berat badan ideal dan terbiasa melakukan aktivitas fisik.

Saat gangguan metabolik terjadi, zat-zat kimia berbahaya yang masuk ke tubuh sulit untuk diatasi dengan ampuh karena melemahnya sistem imun. Sehingga, risiko tubuh untuk terserang beberapa penyakit berbahaya dapat meningkat. Maka dari itu, penting untuk mengurangi beberapa penyebab dari gangguan metabolik seperti halnya konsumsi mie instan.

Baca juga: Sering Makan Mie Instan Tingkatkan Risiko Kolesistitis, Benarkah?

Cara Agar Konsumsi Mie Instan Tetap Aman

Penting untuk mengetahui jika mie instan yang sering dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan metabolisme. Memang makanan tersebut rasanya nikmat, tetapi gizi yang terkandung di dalamnya sangat rendah. Selain itu, kamu juga harus benar-benar membatasi konsumsi makanan dengan zat pengawet tersebut hanya 1 kali dalam seminggu.

Selain itu, pastikan untuk tidak menggunakan air rebusan yang digunakan untuk membuat mie instan tersebut. Cobalah untuk mengganti air tersebut dengan yang baru agar sisa-sisa pewarna dan zat kimia yang sudah keluar saat direbus tidak masuk lagi ke tubuh. Kamu dapat mengganti air rebusan dengan air kaldu dari daging sapi atau ayam asli agar dapat menggugah selera.

Agar rasanya lebih nikmat dan menyehatkan, kamu dapat menambahkan sayuran dan beberapa bahan lainnya, seperti telur, daging ayam, hingga cabe rawit. Dengan begitu, kandungan gizi dan nutrisinya akan lebih tinggi saat masuk ke tubuh. Memang terlihat sedikit 'ribet', tetapi makanan yang kamu konsumsi tidak hanya mengenyangkan saja tanpa adanya manfaat.

Baca juga: Bisakah Gangguan Metabolik Dicegah?

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait mie instan yang dapat sebabkan gangguan metabolik, dokter dari Halodoc dapat menjawab semua kebingungan kamu. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kejelasan terkait cara menjalankan hidup sehat!

Referensi:
Live Science. Diakses pada 2020. Instant Noodles Could Hurt Your Heart.
Healthline. Diakses pada 2020. Are Ramen Noodles Bad for You, or Good?