• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Gejala Awal dari Kanker Kelenjar Getah Bening

Ketahui Gejala Awal dari Kanker Kelenjar Getah Bening

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kanker kelenjar getah bening adalah salah satu jenis kanker yang cukup populer dan sudah menelan tidak sedikit korban jiwa. Sebenarnya bila gejalanya disadari sejak dini, peluang pengidap kanker kelenjar getah bening untuk sembuh mungkin saja tinggi. Namun sayangnya, kanker ini seringkali baru disadari pengidapnya ketika sudah pada stadium lanjut. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala awal dari kanker kelenjar getah bening di sini.

Kanker kelenjar getah bening atau yang lebih dikenal dengan limfoma adalah kanker yang terjadi pada sistem limfatik, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sistem limfatik meliputi kelenjar getah bening, limfa, kelenjar timus, dan sumsum tulang. Limfoma dapat berkembang pada semua area pada sistem limfatik tersebut, serta menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

Ada banyak jenis kanker kelenjar getah bening, tapi dua yang paling umum adalah limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Pengobatan limfoma akan didasarkan pada jenis limfoma dan tingkat keparahannya. Pengobatan limfoma biasanya meliputi kemoterapi, obat-obatan imunoterapi, terapi radiasi, dan transplantasi sumsum tulang atau kombinasi dari semuanya.

Dengan mengetahui gejala kanker kelenjar getah bening sedini mungkin, maka diagnosis bisa dilakukan lebih awal dan pengobatan pun bisa diberikan secepatnya.

Baca juga: Kelenjar Getah Bening Bengkak di Ketiak, Ini Penanganannya

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening menjadi Gejala Awal Limfoma

Gejala awal dari limfoma adalah pembengkakan pada area kelenjar getah bening mana saja yang ada di seluruh tubuh, tetapi lebih sering terjadi di leher, ketiak, dan selangkangan. Benjolan yang muncul akibat kelenjar getah bening yang membengkak biasanya tidak terasa nyeri. Namun, pembengkakan tersebut tidak hanya bisa terjadi pada area kelenjar getah bening, tetapi juga pada lokasi lainnya di dalam tubuh, seperti limfa.

Tidak hanya bisa menjadi gejala awal, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa menjadi satu-satunya gejala yang dialami pengidap. Pasalnya dalam kasus limfoma yang berkembang dengan sangat lambat atau dikenal juga sebagai limfoma indolen, pengidap hampir tidak menunjukkan gejala sama sekali dan keberadaan kanker mungkin bisa tidak disadari hingga bertahun-tahun. 

Gejala lain juga bisa terjadi akibat pembengkakan kelenjar getah bening ini. Kelenjar getah bening yang membesar dapat menekan pembuluh darah atau limfatik, sehingga menyebabkan anggota tubuh yang terkena ikut membengkak, terasa sakit, mati rasa, atau kesemutan pada saraf, serta kehilangan nafsu makan bila kelenjar menekan perut. Pembengkakan pada limfa juga dapat mengakibatkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada perut.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Gejala Limfoma pada Tahap Lanjut

Pada kasus limfoma yang lebih parah, gejala-gejala yang terjadi juga dapat lebih parah. Gejala limfoma pada tahap lanjut, antara lain:

  • Berkeringat di malam hari;

  • Demam;

  • Kedinginan;

  • Kelelahan dan tidak berenergi;

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas; dan

  • Rasa gatal yang konsisten.

Gejala-gejala tersebut mungkin tidak muncul secara bersamaan, tetapi menyertai gejala tahap awal.

Limfoma pada stadium lanjut menunjukkan bahwa penyakit ini telah menyebar dan terdapat limfosit bersifat kanker di tempat lain, bukan hanya di sistem limfatik. Hal ini berarti gejala yang muncul tidak hanya lebih parah, tetapi juga bisa dirasakan di bagian tubuh yang lain. 

Meskipun gejala-gejala di atas menunjukkan gejala kanker kelenjar getah bening, tetapi gejala-gejala tersebut juga bisa menjadi indikator dari kondisi lain. Karena itu, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan diagnosis dari penyakit kanker kelenjar getah bening.

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Bila kamu merasakan adanya benjolan di area kelenjar getah bening seperti yang sudah dipaparkan di atas, sebaiknya jangan diabaikan saja dan segera hubungi dokter. Sekarang, menghubungi dokter sudah jauh lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc di smartphone, kamu pun bisa berbicara dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan saja dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lymphoma.
Lymphoma News Today. Diakses pada 2020. Signs of Lymphoma: What You Need to Know.