• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan Ejakulasi Dini Primer dan Sekunder

Ketahui Perbedaan Ejakulasi Dini Primer dan Sekunder

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ejakulasi dini merupakan kondisi saat pria mengalami klimaks dalam waktu yang terlalu cepat saat berhubungan intim. Saat pria mengalami ejakulasi dini, hal tersebut akan mengakibatkan pasangan tidak mencapai klimaks, dan tidak mendapatkan kepuasan seksual saat berhubungan intim. Setiap pria pasti pernah mengalami ejakulasi dini. Jika sesekali terjadi, hal tersebut bukanlah hal yang mesti dikhawatirkan secara berlebihan.

Namun, jika 50 persen hubungan intim kamu dan pasangan didominasi oleh hal tersebut, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk meningkatkan kualitas hubungan intim kamu dan pasangan, sehingga tidak berakhir pada kasus yang serupa. Sebenarnya, tidak ada patokan khusus tentang durasi berhubungan intim yang baik, karena hal tersebut tergantung pada kepuasan masing-masing pasangan.

Namun, sesuai studi yang dilakukan, rata-rata waktu bagi pria untuk mencapai klimaks adalah sekitar lima setengah menit setelah penetrasi dilakukan. Ejakulasi dini sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder, apa perbedaan keduanya?

Baca juga: Ejakulasi Dini Bikin Susah Klimaks, Atasi dengan Teknik Relaksasi Ini

Perbedaan Ejakulasi Dini Primer dan Ejakulasi Dini Sekunder

Ejakulasi dini primer merupakan gangguan ejakulasi yang berhubungan dengan sistem saraf pusat. Masalah ini biasanya dialami sejak hubungan intim pertama kali, dan menjadi masalah di sepanjang kehidupan berhubungan intim pasangan. Hal ini akan berujung pada gangguan psikologis dan rasa cemas terhadap aktivitas seksual yang akan dilakukan karena pengalaman traumatik yang selalu dialami.

Sedangkan ejakulasi dini sekunder memiliki gejala yang hampir sama dengan ejakulasi dini primer. Bedanya, pengidap pernah mengalami kualitas hubungan intim yang baik dan memuaskan sebelum terjadinya ejakulasi dini sekunder. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penggunaan obat jenis psikotropika, gangguan disfungsi ereksi, serta rasa cemas yang berlebihan saat berhubungan intim.

Baca juga: Pria Harus Tahu, ini Mitos dan Fakta Ejakulasi Dini

Apa yang Menjadi Penyebab Ejakulasi Dini pada Pria?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ejakulasi dini akan berujung pada masalah psikologis pengidapnya jika tidak segera melakukan perawatan yang tepat. Hal tersebut juga akan berdampak pada kehidupan seksual pasangan. Berikut penyebab ejakulasi dini yang perlu diketahui:

  • Faktor Psikologis

Faktor psikologis menjadi salah satu penyebab ejakulasi dini. Berkaitan dengan hal tersebut, pengidap biasanya mengalami ejakulasi dini karena dirinya merasa depresi, merasa cemas saat melakukan hubungan intim,  pernah memiliki pengalaman berhubungan intim yang terlalu dini, serta pernah mengalami kekerasan seksual.

  • Memiliki Masalah dengan Pasangan

Saat sepasang kekasih memiliki masalah dalam hubungannya, terkadang masalah tersebut menjadi salah satu penyebab ejakulasi dini. Apalagi jika sebelumnya pengidap jarang atau bahkan tidak pernah mengalami ejakulasi dini. Jadi, sebaiknya luruskan dulu masalah kalian sebelum berhubungan intim, agar kualitas keintiman dapat dipertahankan dengan baik.

  • Mengalami Disfungsi Ereksi

Pengidap disfungsi ereksi akan merasa cemas dalam hal mencapai atau menjaga ereksi saat berhubungan intim. Karena hal tersebut, pengidap ejakulasi dini dapat terburu-buru untuk melakukan ejakulasi. Hal tersebut perlahan akan menjadi pola yang berujung pada ejakulasi dini.

 Baca juga: Gejala Ejakulasi Dini yang Harus Pria Tahu

Berikut Proses Ejakulasi pada Pria

Saat pria menerima rangsangan seksual, otak akan memberikan sinyal ke penis yang menyebabkan pria mengalami ejakulasi. Prosesnya sendiri terbagi menjadi dua tahapan, yaitu:

1. Emisi (emission), atau tahapan berpindahnya sperma dari testis ke prostat untuk dicampurkan dengan cairan mati. Nantinya campuran ini akan dipindahkan ke bagian bawah penis melalui saluran vas deferens.

2. Pengeluaran (expulsion), yang terjadi saat pria mengalami orgasme. PAda tahap ini, otot bawah penis akan berkontraksi membuat campuran cairan mani dan sperma keluar dari penis. Campuran yang keluar dari penis pria akan membuat pria berhenti mengalami ereksi. 

Pada beberapa kasus yang sudah parah, pria bisa saja mengalami ejakulasi tanpa mengalami orgasme terlebih dulu. Jadi, perhatikan kesehatan berhubungan intim kamu dan pasangan, ya! Jika ada yang tidak beres, segera temui dokter di fasilitas kesehatan terdekat!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Can premature ejaculation be controlled?
NCBI. Diakses pada 2020. Classification and definition of premature ejaculation.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know About Premature Ejaculation.