• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • KLB Demam Berdarah, Mulai Langkah Pencegahan Sekarang

KLB Demam Berdarah, Mulai Langkah Pencegahan Sekarang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Di tengah maraknya pemberitaan penyakit yang diakibatkan oleh virus corona, masih ada penyakit yang lebih berbahaya dan perlu diwaspadai yaitu demam berdarah dengue (DBD). Bagaimana tidak berbahaya, DBD telah lama menjangkiti Indonesia dan terbukti mengancam jiwa manusia. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada sebanyak 16.099 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, lebih banyak dari kasus corona yang hingga saat ini tercatat 19 pengidap. Di beberapa provinsi masuk kategori zona merah karena memiliki lebih dari 500 kasus DBD, termasuk di DKI Jakarta. 

Sembari tetap berwaspada akan virus corona, sebaiknya tingkatkan pula kewaspadaan terhadap penyakit DBD. Caranya adalah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut!

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Mencegah DBD dengan Kebiasaan Sehari-hari

Perlu kamu ketahui bahwa tidak ada vaksin yang dapat melindungi kamu dari demam berdarah. Kamu hanya bisa menghindari gigitan nyamuk untuk mencegahnya. Sementara, siapapun yang tinggal di lingkungan rumah yang kurang bersih atau melakukan perjalanan ke daerah berisiko dapat mengalami penyakit DBD. Namun, kamu bisa menggunakan sejumlah cara untuk menghindari gigitan nyamuk penyebab DBD.

  • Pakaian: Kurangi area kulit yang terpapar dengan mengenakan celana panjang, baju lengan panjang, dan kaus kaki, masukkan kaki celana dalam sepatu atau kaus kaki, dan kenakan topi. 

  • Gunakan losion atau semprotan anti-nyamuk: Gunakan penolak nyamuk dengan konsentrasi dietiltoluamid (DEET) setidaknya 10 persen, atau konsentrasi yang lebih tinggi untuk paparan yang  lebih lama. Hindari menggunakan DEET pada anak kecil. 

  • Perangkap dan jaring nyamuk: Jaring yang dirawat dengan insektisida lebih efektif, jika tidak nyamuk dapat menggigit jaring jika orang tersebut berdiri di sebelahnya. Insektisida akan membunuh nyamuk dan serangga lainnya dan itu akan mengusir serangga memasuki ruangan.

  • Tutup pintu dengan layar jendela: Hambat jalur masuk nyamuk secara struktural, seperti layar atau kelambu untuk mengusir nyamuk. 

  • Hindari aroma yang disukai nyamuk: Sabun dan parfum beraroma wangi dapat menarik nyamuk.

  • Jangan biarkan air tergenang: Nyamuk aedes berkembang biak di air yang bersih dan tergenang. Periksa dan keluarkan air yang tergenang untuk membantu mengurangi risiko. 

Baca juga: Hati-Hati, Kenali Gejala Demam Berdarah

Untuk mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di air yang tergenang: 

  • Balikkan posisi ember dan kaleng penyiraman dan simpan di bawah perlindungan agar air tidak menumpuk.

  • Singkirkan air berlebih dari piring pot tanaman.

  • Gosok wadah untuk menghilangkan telur nyamuk.

  • Longgarkan tanah dari tanaman pot untuk mencegah genangan air terbentuk di permukaan.

  • Pastikan saluran pembuahan scupper tidak terhalang dan jangan letakkan tanaman pot dan benda lain di atasnya.

  • Gunakan perangkap selokan yang tidak berlubang, pasang katup anti-nyamuk, dan tutup semua perangkap yang jarang digunakan. 

  • Jangan letakkan wadah di air conditioner (AC).

  • Ganti air dalam vas bunga setiap hari dan gosok dan bilas bagian dalam vas.

  • Mencegah daun gugur menghalangi apapun yang dapat menyebabkan penumpukan genangan air.

  • Saat berkemah atau piknik, pilih area yang jauh dari air tenang. 

Pada dasarnya, untuk mengurangi populasi nyamuk, singkirkan tempat nyamuk berkembang biak. Ini termasuk ban bekas, kaleng, atau pot bunga yang dapat menampung air. Ganti air secara berkala di kandang hewan peliharaan, terutama yang diletakkan di luar ruangan.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Jika seseorang di rumah kamu mengalami demam berdarah, waspadai upaya melindungi diri kamu dan anggota keluarga lain dari nyamuk. Nyamuk yang menggigit anggota keluarga yang terinfeksi dapat menyebarkan infeksi ke orang lain di rumah kamu. Jangan lupa untuk segera membicarakan penyakit DBD yang sedang dialami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu khawatir, dokter pada aplikasi Halodoc dapat dihubungi kapan saja dan dimana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you need to know about Dengue fever
WebMD. Diakses pada 2020. Dengue Fever