• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juli 2021
Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam BerdarahLakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

“Pengobatan DBD akan berfokus pada mengatasi hilangnya cairan yang diakibatkan dari kebocoran plasma dan pendarahan. Obat-obatan yang disarankan atau diberikan bersifat simtomatik atau mengobati gejala. Adanya rasa haus dan keadaan kekurangan cairan disebabkan karena demam tinggi dan muntah.”

Halodoc, Jakarta - Jika kamu mengalami gejala penyakit seperti demam tinggi yang disertai nyeri pada area otot, tulang, dan sendi, maka kamu tidak boleh mengabaikannya. Apalagi jika kamu merasakan gejala lain seperti sakit kepala, mual dan muntah, kemunculan ruam, memar, dan bintik merah, bahkan kesulitan bernapas, ini menandakan bahwa kamu terserang demam berdarah

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan bisa ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Bila kamu digigit nyamuk Aedes Aegypti, maka virus masuk bersama darah yang dihisapnya dan kemudian muncul gejala seperti yang disebutkan di atas. 

Baca Juga: Muncul Gejala DBD, Haruskah Langsung ke Dokter?

Hentikan Gejala Demam Berdarah secara Alami

Saat digigit nyamuk penyebab demam berdarah, maka seseorang bisa langsung menunjukkan tanda-tanda gejala demam berdarah. Namun, tahukah kamu bahwa ada juga orang yang terbebas dari gejala. Hal ini karena mereka memiliki kekebalan tubuh yang cukup terhadap virus dengue. 

Sebenarnya belum ada obat khusus untuk mengobati penyakit demam berdarah. Jika kamu mengalami demam berdarah, gunakan obat pereda nyeri seperti asetaminofen dan hindari obat-obatan dengan aspirin, yang bisa memperburuk perdarahan.

Pengidap demam berdarah juga harus beristirahat, minum banyak cairan, dan menemui dokter. Jika tubuh mulai terasa memburuk dalam 24 jam pertama setelah demam turun, segera buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc untuk diperiksa komplikasinya. 

Jika gejala bersifat ringan, perawatan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Mencegah dehidrasi. Demam tinggi dan muntah bisa membuat tubuh dehidrasi. Pengidap harus minum air bersih, idealnya air mineral dalam kemasan dibandingkan air ledeng. Garam rehidrasi juga dapat membantu menggantikan cairan dan mineral. 
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti tylenol atau parasetamol. Obat ini dapat membantu menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSA), seperti aspirin atau ibuprofen, tidak disarankan, karena bisa meningkatkan risiko pendarahan internal. 

Sementara itu, demam berdarah yang lebih parah mungkin memerlukan penanganan berikut:

  • Suplementasi cairan intravena (IV) atau infus, jika pengidap tidak bisa mengonsumsi cairan melalui mulut.
  • Transfusi darah, untuk pengidap dengan dehidrasi berat. 

Rawat inap akan memungkinkan pengidap DBD untuk dipantau dengan benar, jika gejalanya memburuk.

Baca Juga: Ini 5 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah  

Lebih Jauh Mengenai Pengobatan Demam Berdarah

Pada umumnya sebagian besar orang akan merasa lelah ketika baru sembuh dari penyakit demam berdarah. Namun, ada juga orang yang memerlukan waktu lebih lama, yaitu satu setengah bulan hingga kondisi badannya benar-benar pulih total.

Sebenarnya pengobatan DBD akan berfokus pada mengatasi hilangnya cairan yang diakibatkan dari kebocoran plasma dan pendarahan. Obat-obatan yang disarankan atau diberikan bersifat simtomatik atau mengobati gejala. Jika demam maka diberikan antipiretik (penurun demam), mual diberikan antiemetik, dan lain-lain.

Adanya rasa haus dan keadaan kekurangan cairan disebabkan karena demam tinggi, anoreksia, dan muntah. Beberapa jenis minuman yang disarankan adalah jus buah, sirup, susu, teh manis, dan larutan oralit.

Bila cairan oral tersebut tidak bisa diberikan maka sebaiknya kamu dirawat untuk mendapatkan cairan infus hingga kadar trombosit serta kadar hematokrit bisa normal kembali. 

Kamu harus selalu memperhatikan perkembangan gejala demam berdarah saat kondisi ini dalam masa pengobatan. Lebih baik jika kamu berdiskusi dengan dokter jika gejala demam berdarah tidak memberikan tanda-tanda pemulihan dalam kurun waktu 3-5 hari. 

Baca Juga: Hampir Mirip, Ini Bedanya Gejala DBD dan Tifus

Cegah dan Lindungi Diri Dari Gigitan Nyamuk DBD

Cara terbaik untuk mencegah penyakit demam berdarah adalah dengan mencegah gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama jika kamu tinggal atau bepergian ke daerah tropis. Lindungi diri sendiri dan lakukan upaya untuk membasmi populasi nyamuk. 

Pada tahun 2019, Food and Drug Administration menyetujui vaksin yang disebut Dengvaxia untuk mencegah penyakit ini terjadi pada remaja berusia 9 hingga 16 tahun yang sudah terinfeksi demam berdarah.

Namun, penularan masih mungkin terjadi. Maka dari itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk melindungi diri, yaitu:

  • Gunakan obat nyamuk, meski di dalam ruangan.
  • Ketika berada di luar ruangan, kenakan pakaian lengan panjang dan celana lengan panjang.
  • Pastikan tirai jendela dan pintu aman dan bebas dari lubang dimana nyamuk bisa masuk. 
  • Gunakan kelambu pada area tidur. 

Baca juga: Kebersihan Kamar Tidur Berpengaruh pada Risiko Demam Berdarah

Cara untuk mengurangi populasi nyamuk, singkirkan tempat-tempat di mana nyamuk bisa berkembang biak. Ini termasuk ban bekas, kaleng, atau pot bunga yang menampung air hujan. Selain itu, ganti air secara teratur di pemandian burung luar ruangan dan wadah air hewan peliharaan.

Jika anggota keluarga terkena demam berdarah, waspada terhadap upaya upaya untuk melindungi diri dan anggota keluarga lain dari nyamuk. Nyamuk yang menggigit anggota keluarga yang terinfeksi bisa menyebarkan infeksi ke orang lain di rumah. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything you need to know about Dengue fever
WebMD. Diakses pada 2021. Dengue Fever
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dengue Fever