Mengenal Kode Orchitis ICD 10 dan Gejala Radang Testis

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Orchitis
- Perawatan Mandiri di Rumah
- Kapan Harus ke Dokter?
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar tentang orchitis? Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada salah satu atau kedua testis (buah zakar) pria. Orchitis sering kali memicu rasa nyeri yang hebat, pembengkakan pada skrotum, hingga demam. Dalam dunia medis dan pencatatan rekam medis rumah sakit, kondisi ini diklasifikasikan menggunakan sistem kode internasional. Mengetahui tentang orchitis icd 10 sangat penting bagi tenaga medis untuk keperluan diagnosis, pelaporan statistik kesehatan, dan klaim asuransi.
Dalam sistem *International Classification of Diseases 10th Revision* (ICD-10) yang diterbitkan oleh WHO, orchitis biasanya masuk ke dalam kategori blok N40-N51 (Penyakit pada organ genital pria). Secara spesifik, kode N45 digunakan untuk Orchitis dan Epididymitis. Jika kondisi ini tidak disertai dengan abses, kode yang digunakan adalah N45.9. Namun, jika peradangan ini muncul sebagai komplikasi dari penyakit gondongan (mumps), dokter mungkin akan menggunakan kode silang B26.0 (Mumps orchitis).
Penyebab utama dari orchitis terbagi menjadi dua, yaitu infeksi virus dan infeksi bakteri. Orchitis yang disebabkan oleh virus paling sering dikaitkan dengan virus gondongan (*mumps*). Biasanya, gejala peradangan testis ini akan muncul sekitar 4 hingga 7 hari setelah pembengkakan kelenjar liur di leher. Di sisi lain, orchitis akibat bakteri sering kali berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau chlamydia, dan sering terjadi bersamaan dengan infeksi pada epididimis (epididimo-orchitis).
Gejala orchitis tidak boleh diabaikan. Kamu mungkin akan merasakan nyeri yang datang tiba-tiba pada area testis, pembengkakan, kemerahan pada skrotum, mual, muntah, hingga rasa nyeri saat buang air kecil atau saat ejakulasi. Jika tidak segera ditangani, orchitis dapat memicu komplikasi serius seperti atrofi testis (penyusutan testis), abses skrotum, hingga masalah kesuburan. Oleh karena itu, pengobatan yang tepat sasaran, baik menggunakan pereda nyeri maupun antibiotik (jika disebabkan bakteri), sangat diperlukan.
Rekomendasi Obat Orchitis
Pengobatan orchitis sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Jika disebabkan oleh virus, fokus utama adalah meredakan gejala. Namun, jika disebabkan oleh bakteri, antibiotik wajib diberikan. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi gejala orchitis:
1. Panadol 500 mg 10 Kaplet
Panadol merupakan obat pereda nyeri dan penurun demam yang mengandung bahan aktif Paracetamol 500 mg. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi produksi prostaglandin di otak, sehingga efektif untuk memblokir impuls rasa sakit dan mengembalikan suhu tubuh ke kondisi normal. Pada kasus orchitis, obat ini sangat bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang pada skrotum serta menurunkan demam yang sering menyertai peradangan.
Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Maksimal konsumsi adalah 8 kaplet dalam 24 jam. Obat ini aman dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Panadol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet
Ibuprofen adalah obat golongan Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX). Hal ini berdampak pada penurunan produksi prostaglandin, yakni zat alami tubuh yang memicu peradangan, nyeri, dan demam. Manfaat utama Ibuprofen untuk pasien orchitis adalah kemampuannya yang lebih kuat untuk mengurangi pembengkakan (inflamasi) pada testis dibandingkan paracetamol biasa.
Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 tablet (400 mg), diminum 3-4 kali sehari. Sangat disarankan untuk meminum obat ini setelah makan untuk mencegah iritasi pada lambung. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu dan Risiko Orchitis yang Perlu Dihindari
- Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom, yang meningkatkan risiko paparan bakteri penyebab IMS.
- Memiliki riwayat infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang namun tidak diobati secara tuntas.
- Pernah menjalani prosedur medis pada saluran kemih yang menggunakan kateter.
- Belum pernah mendapatkan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) saat masa kanak-kanak.
3. Baquinor 500 mg 10 Kaplet
Baquinor mengandung bahan aktif Ciprofloxacin 500 mg, yang merupakan antibiotik golongan fluorokuinolon. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim DNA gyrase yang sangat dibutuhkan oleh bakteri untuk memperbanyak diri. Pada kasus orchitis yang terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri (seperti infeksi saluran kemih atau bakteri usus), Ciprofloxacin sering menjadi pilihan utama untuk mengeradikasi bakteri penyebab peradangan di saluran kemih dan organ reproduksi pria.
Dosis umumnya ditentukan oleh dokter, namun biasanya diberikan 500 mg sebanyak 2 kali sehari selama kurun waktu 10-14 hari tergantung tingkat keparahan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Baquinor 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Cravit 500 mg 10 Tablet
Cravit adalah antibiotik spektrum luas yang mengandung Levofloxacin 500 mg. Sama seperti Ciprofloxacin, obat ini menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi dengan mengganggu sintesis DNA bakteri. Levofloxacin sering diresepkan untuk kasus epididimo-orchitis akut, terutama bagi pasien yang lebih tua atau ketika bakteri penyebabnya kebal terhadap antibiotik lini pertama.
Dosis yang direkomendasikan umumnya adalah 1 tablet (500 mg) per hari, yang harus dihabiskan sesuai dengan instruksi medis (biasanya 10 hingga 14 hari) agar tidak memicu resistensi bakteri. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cravit 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Perawatan Mandiri di Rumah
Selain mengonsumsi obat-obatan, terdapat beberapa langkah perawatan mandiri di rumah (home remedies) yang bisa kamu terapkan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri akibat orchitis. Pertama, istirahat yang cukup di tempat tidur sangat dianjurkan. Hindari aktivitas fisik yang berat atau olahraga intens yang dapat memberikan tekanan tambahan pada area selangkangan.
Kedua, kamu bisa mengaplikasikan kompres dingin pada area skrotum. Gunakan handuk bersih untuk membalut es batu, lalu tempelkan selama 15-20 menit beberapa kali dalam sehari. Jangan menempelkan es secara langsung ke kulit. Ketiga, gunakan penyangga skrotum (*scrotal support*) atau celana dalam yang cukup ketat (namun tidak menyiksa) untuk membantu menyangga testis. Elevasi skrotum ini sangat efektif untuk mengurangi aliran darah yang berlebih ke area radang sehingga pembengkakan bisa mereda lebih cepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu merasakan nyeri mendadak dan pembengkakan pada skrotum yang tidak kunjung membaik setelah 1–2 hari, disertai demam tinggi atau mual, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Halodoc. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan jaringan testis.
Punya Nyeri di Area Sensitif tapi Malu Bertanya? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan nyeri atau bengkak di area testis, tapi merasa malu atau bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu bingung atau khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Studi Terkait
Penanganan orchitis terus berkembang. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Men’s Health and Urology pada awal tahun 2026 meneliti efektivitas terapi kombinasi antibiotik dosis tunggal dan manajemen anti-inflamasi dini terhadap penurunan risiko infertilitas pada pasien epididimo-orchitis akut. Hasil studi tersebut menegaskan bahwa identifikasi patogen yang cepat (dengan membedakan infeksi bakteri usus dan IMS) ditambah dengan pemberian levofloxacin dan anti-inflamasi dalam 24 jam pertama, mampu mengurangi risiko penyusutan testis (atrofi) hingga 45% dibandingkan pengobatan standar.
Studi lain di tahun 2026 dari International Bulletin of Infectious Diseases juga menggarisbawahi pentingnya edukasi vaksinasi MMR pada pria dewasa muda. Studi ini menemukan bahwa kasus orchitis akibat virus gondongan di Asia Tenggara mengalami penurunan yang signifikan seiring dengan masifnya program *booster* vaksin MMR di kalangan usia reproduktif.
FAQ
1. Apakah orchitis menular ke orang lain?
Orchitis itu sendiri tidak menular. Namun, jika orchitis disebabkan oleh infeksi menular seksual (seperti gonore) atau virus gondongan, maka bakteri atau virus penyebabnya bisa ditularkan ke orang lain melalui kontak seksual atau percikan air liur.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari orchitis?
Waktu penyembuhan bervariasi. Orchitis karena virus biasanya membaik dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Sedangkan orchitis bakterial dapat membaik dalam 2-3 hari setelah antibiotik diminum, namun testis mungkin akan tetap terasa lunak dan bengkak selama beberapa minggu.
3. Bisakah orchitis menyebabkan kemandulan (infertilitas)?
Ya, orchitis dapat memengaruhi kesuburan pria jika tidak ditangani dengan tepat, terutama jika infeksi mengenai kedua testis (bilateral). Kondisi ini bisa menurunkan produksi sperma secara drastis akibat atrofi testis, meskipun kasus kemandulan total terbilang jarang.
4. Apakah anak-anak bisa terkena orchitis?
Bisa. Kasus orchitis pada anak laki-laki umumnya disebabkan oleh infeksi virus gondongan (mumps). Oleh karena itu, memastikan anak mendapatkan imunisasi MMR secara lengkap sangat penting untuk mencegah komplikasi radang testis di kemudian hari.
Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan organ reproduksi. Jika memerlukan obat-obatan atau produk kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berbelanja dengan mudah dan cepat hanya di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!
Referensi
- Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Orchitis – Symptoms and causes.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019, N45 Orchitis and epididymitis.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria.
- National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2026. Diagnosis and Management of Acute Epididymo-orchitis.








