• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi Medis yang Membuat Ibu Tidak Dapat Menyusui

Kondisi Medis yang Membuat Ibu Tidak Dapat Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kondisi Medis yang Membuat Ibu Tidak Dapat Menyusui

“ASI menjadi nutrisi yang paling dibutuhkan Si Kecil sejak saat dilahirkan hingga setidaknya enam bulan usia kehidupannya. ASI sendiri akan membantu menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan sang buah hati lebih optimal. Inilah mengapa setiap ibu disarankan untuk memberikan ASI hingga anak berusia dua tahun.”

Halodoc, Jakarta - Masa menyusui merupakan masa yang sangat penting dan berharga bagi ibu dan sang buah hati. Pasalnya, pada masa ini hubungan emosional ibu dengan anak terbentuk. Masa menyusui juga memiliki periode yang sangat panjang yang ternyata sangat baik bagi perkembangan mental dan psikis anak.

Baca juga: Atasi Benjolan Payudara saat Menyusui dengan 5 Cara Ini

Kondisi yang Membuat Ibu Tidak Dapat Menyusui

Ada beberapa alasan mengapa ibu tidak boleh atau mungkin tidak dapat menyusui bayinya. Misalnya, beberapa ibu tidak dapat menghasilkan pasokan ASI yang sehat, sementara itu yang lain mungkin menggunakan obat-obatan tertentu atau perlu menjalani perawatan medis yang tidak aman untuk menyusui. Ada juga kondisi medis yang tidak cocok dengan menyusui. Sebenarnya, apa saja kondisi medis yang membuat seorang ibu tidak disarankan untuk menyusui sang buah hati?

  • Mengidap HIV

Bagi wanita yang positif HIV, ada kemungkinan besar menularkan virus ke anak di dalam kandungan. Namun, masih ada kemungkinan hamil dengan infeksi HIV jika viral load ibu rendah dan masih menggunakan obat antiretroviral. Meski begitu, sebagai tindakan pencegahan ibu disarankan untuk tidak menyusui bayinya setelah melahirkan. Pasalnya, selalu ada kemungkinan penularan infeksi HIV dari ibu ke bayi melalui ASI. 

Meski WHO menyarankan ibu yang terinfeksi HIV untuk tetap menyusui asalkan ibu dan bayinya mengonsumsi obat antiretroviral, masih banyak dokter yang menyarankan ibu untuk tidak menyusui sang buah hati sebagai salah satu tindakan pencegahan terbaik yang bisa dilakukan.

  • Tuberkulosis atau TBC

Ibu yang mengidap infeksi tuberkulosis aktif dan sedang dalam pengobatan anti-tuberkulosis disarankan untuk tidak menyusui bayinya. Bukan tanpa alasan, selalu ada kemungkinan besar ibu menularkan infeksi tersebut kepada anak melalui ASI. Namun, ibu tidak perlu risau karena ibu bisa kembali memulai menyusui ketika sudah sembuh dari infeksi tuberkulosis atau saat infeksi terkendali setelah mendapatkan izin dokter.

Baca juga: 4 Gangguan Kesehatan yang Sering Dialami Ibu Menyusui

  • Herpes

Jika ibu mengidap infeksi herpes aktif di payudara, maka menyusui adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Pasalnya, ibu yang tetap menyusui dalam kondisi ini akan membuat anak turut terkena infeksi. Ibu perlu tahu bahwa mengobati herpes pada bayi bisa menjadi prosedur yang menyakitkan dan terlalu banyak untuk diterima oleh Si Kecil. Ibu bisa kembali menyusui setelah infeksi mereda dan benar-benar sembuh.

  • Flu Babi

Infeksi virus ini tidak menyebar melalui ASI. Namun, ibu dan anak tetap dipisahkan satu sama lain agar infeksi tidak menular melalui kontak langsung. Meskipun ibu dan anak terpisah, tetapi ibu tetap dapat memompa ASI dan memberikannya kepada pengasuh atau anggota keluarga untuk memberi susu kepada bayi. Kontak langsung memang meningkatkan risiko penularan, tetapi tidak dengan pemberian ASI.

  • Menjalani Prosedur Kemoterapi

Tidak ada larangan menyusui bagi ibu yang mengidap kanker. Akan tetapi, ibu yang sedang menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat yang sama disarankan untuk tidak menyusui, karena beberapa obat ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, jika melewati ASI. Ini adalah obat kuat yang dapat menghambat pembelahan sel pada bayi.

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Menyusui yang Perlu Diketahui Ibu

Sedangkan ibu yang memiliki kecanduan terhadap alkohol atau narkotika, harus berhenti total menggunakan bahan-bahan tersebut. Ibu bisa meminta bantuan medis dan langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Bagi Ibu dengan kecanduan bahan-bahan tersebut, dokter biasanya akan menyarankan untuk berhenti menyusui untuk sementara waktu.



Referensi:
The Health Site. Diakses pada 2021. 7 medical conditions that stop a mother from breastfeeding.
Verywell Family. Diakses pada 2021. Why Some People Shouldn't or Can't Breastfeed.