Konjungtivitis Rentan Terjadi saat Musim Hujan, Ini Alasannya
Konjungtivitis rentan terjadi saat musim hujan karena virus dan bakteri cenderung lebih aktif dan menyebar di musim hujan.

DAFTAR ISI
- Penyebab Konjungtivitis di Musim Hujan
- Cara Mencegah Konjungtivitis
- Hubungi Dokter Ini Jika Mengalam Gejala Konjungtivitis
Secara umum, konjungtivitis merupakan kondisi mata merah yang terjadi karena peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak bagian dalam mata.
Konjungtivitis bisa terjadi karena beberapa faktor dan ternyata cuaca dingin menjadi salah satunya.
Memasuki musim penghujan, ditambah cuaca yang dingin membuat seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit mata yang satu ini.
Penyebab Konjungtivitis di Musim Hujan
Selain menyebabkan mata merah, kondisi ini disertai dengan rasa gatal dan mata berair.
Lalu, apa yang menjadi penyebab konjungtivitis terjadi pada musim hujan?
Ternyata, virus dan bakteri yang menjadi penyebab kondisi ini cenderung lebih aktif dan menyebar pada musim hujan.
Selama musim hujan, kondisi lembap dan basah menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri dan virus.
Kontak langsung dengan air hujan yang terkontaminasi, tangan yang kotor, atau barang-barang yang dipakai bersama, seperti handuk dan sarung bantal yang menyebabkan penyebaran konjungtivitis.
Selain itu, konjungtivitis juga sering ditularkan oleh orang yang mengalami flu atau pilek.
Cara Mencegah Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah mata merah yang terjadi karena peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi mata.
Nah, pembuluh darah ini melebar saat terjadi konjungtivitis sehingga memicu gejala mata merah.
Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, bayi, serta orang dewasa.
Berikut ini beberapa cara mencegah konjungtivitis, yaitu:
1. Menjaga Kebersihan Tangan dan Wajah
- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum menyentuh mata.
- Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan yang kotor.
- Gunakan tisu bersih saat menyeka wajah dan mata.
2. Lindungi Mata dari Iritasi dan Alergen
- Gunakan kacamata pelindung saat berada di lingkungan berdebu atau berangin.
- Hindari paparan asap rokok, polusi, dan bahan kimia yang dapat mengiritasi mata.
3. Menjaga Kebersihan Lensa Kontak
- Hindari memakai lensa kontak terlalu lama atau saat tidur.
- Selalu cuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak.
- Gunakan larutan pembersih khusus untuk membersihkan lensa kontak.
Selain itu, sebaiknya kamu menghindari berjabat tangan atau berbagi barang dengan orang yang sedang mengalami konjungtivitis.
Jika ada anggota keluarga yang terkena, pastikan mereka menggunakan handuk dan bantal sendiri.
Hubungi Dokter Ini Jika Mengalam Gejala Konjungtivitis
Konjungtivitis yang tidak diobati juga dapat menyebabkan komplikasi serius.
Sebelum semakin parah, ada baiknya kamu segera menghubungi dokter spesialis mata di Halodoc.
Berikut ini rekomendasi dokter spesialis mata yang bisa bantu mengobati konjungtivitis.
Mereka sudah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun dan memiliki rating bagus dari pasien-pasien yang mereka tangani:
1. dr. Febria Restissa Sp.M

Kamu bisa menghubungi dr. Febria Restissa Sp.M untuk bantu obati konjungtivitis yang kamu alami.
Ia adalah dokter spesialis mata yang lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada 2011 dan 2018.
Dokter Febria Restissa Sp.M juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan saat ini berpraktik di Tangerang, Banten.
Dengan pengalaman sebagai dokter mata selama 13 tahun, dr. Febria Restissa Sp.M mampu memberikan konsultasi seputar cara mengatasi konjungtivitis di Halodoc.
Tak sebatas itu saja, ia juga bisa memberikan konsultasi seputar infeksi mata, gangguan retina, mata bintitan, sampai penglihatan buram.
Chat dr. Febria Restissa Sp.M mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
Supaya tidak terulang kembali, Ini Penyebab Bintitan yang perlu kamu ketahui.
2. dr. Cynthia Dewi M M.Biomed, Sp.M

Dokter Cynthia Dewi M M.Biomed, Sp.M adalah pilihan dokter spesialis mata lain yang bisa kamu hubungi. Ia merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada 2007 dan 2019.
Saat ini, dr. Cynthia Dewi M M.Biomed, Sp.M berpraktik di Tabanan, Bali, dan juga menjadi anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI).
Ia memiliki pengalaman selama 17 tahun, sehingga kamu tak perlu ragu lagi untuk bertanya seputar perawatan konjungtivitis di Halodoc.
Dokter Cynthia Dewi M M.Biomed, Sp.M juga bisa memberikan konsultasi seputar mata bintitan, pembuluh darah pecah, penglihatan buram dan infeksi mata.
Chat dr. Cynthia Dewi M M.Biomed, Sp.M mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
3. dr. Lilianty Fauzi Sp.M, M.Kes

Dokter spesialis mata lainnya yang bisa kamu hubungi adalah dr. Lilianty Fauzi Sp.M, M.Kes. Ia mendapatkan gelar dokternya di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung pada 2011 dan Universitas Sriwijaya Palembang pada 2022.
Dokter Lilianty Fauzi Sp.M, M.Kes juga salah satu anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan saat ini menjalani praktik di Bandar Lampung.
Hingga saat ini, dr. Lilianty Fauzi Sp.M, M.Kes sudah memiliki pengalaman selama 13 tahun sebagai dokter spesialis mata.
Itu sebabnya, kamu bisa bertanya seputar cara mengatasi konjungtivitis di Halodoc dengan dokter Lilianty.
Ia juga bisa memberikan solusi terkait masalah penglihatan lain, seperti penglihatan buram, gangguan saluran air mata, infeksi mata dan mata bintitan.
Chat dr. Lilianty Fauzi Sp.M, M.Kes mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
Jadi, itulah dokter-dokter yang bisa kamu hubungi untuk mendapatkan saran mengobati mata yang mengalami konjungtivitis.
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!


