• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kutu Rambut Bikin Rambut Rontok, Benarkah?

Kutu Rambut Bikin Rambut Rontok, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Rambut adalah mahkota, terutama bagi wanita. Ketika terjadi kerontokan rambut, kondisi tersebut dapat mengakibatkan penipisan atau bahkan kebotakan, baik sementara atau permanen. Hal yang normal terjadi ketika jumlah rambut yang rontok adalah sebanyak 50-100 helai per harinya, karena rambut akan tumbuh setiap hari. Hal yang tidak wajar  jika rontok lebih dari 100 helai per harinya. Apakah kondisi tersebut bisa disebabkan oleh kutu rambut?

Baca juga: Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

Benarkah Kutu Rambut Bikin Rambut Rontok?

Kutu rambut akan menular melalui kontak langsung dengan kepala pengidap. Tanpa kontak langsung, kutu rambut tidak dapat berpindah, karena kutu rambut tidak dapat terbang atau melompat dari satu tempat ke tempat lain. Meskipun tidak dapat terbang atau melompat, kutu rambut dapat merayap dengan cepat. Penyebarannya pun dapat melalui benda-benda yang digunakan di kepala, seperti topi, sisir, bantal, atau handuk.

Selain itu, penularannya juga dapat terjadi jika seseorang menyimpan benda-benda tersebut di tempat yang sama dengan benda milik pengidap, misalnya menyimpan baju di lemari yang sama. Perlu diketahui, meski kutu rambut membuat gatal dan bengkak pada kulit kepala, tapi kutu rambut tidak membuat rambut rontok. Bahkan faktanya, banyak sekali pengidap kutu rambut yang tidak menyadari keberadaan kutu pada kepalanya.

Baca juga: Rambut Banyak Rontok? Ini Cara Mengatasi Rambut Rontok

Penyebab Lain Kerontokan Rambut

Disebut dengan kerontokan rambut, karena jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari jumlah rambut yang tumbuh, sehingga membuat rambut menipis. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab rambut rontok:

  • Faktor Genetik

Faktor utama penyebab kerontokan rambut adalah genetika. Ketika salah satu anggota keluarga mengalami kebotakan, kamu juga dapat mengalami kebotakan dengan pola yang sama. Biasanya, pola dimulai dari dahi atau ujung kepala, yang akan terjadi secara bertahap.

  • Perawatan Rambut

Niat merawat rambut jadi gagal ketika kamu memakan produk perawatan rambut yang tidak tepat. Pasalnya, pemakaian yang tidak cocok dengan jenis rambut dan kulit kepala akan menyebabkan rambut rontok atau patah.

  • Pemakaian Alat pada Rambut

Selain produk perawatan rambut yang salah, kerontokan rambut juga dapat dipicu oleh pemakaian alat pengering rambut, catokan rambut, kunciran, serta jepit rambut.

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon yang kerap kali terjadi pada wanita membuat kerontokan rambut. Perubahan hormon dapat terjadi saat menstruasi, hamil, setelah melahirkan, atau saat menopause. Bahayanya, kerontokan rambut dapat terjadi secara permanen jika tidak diatasi dengan baik.

  • Asupan Gizi

Struktur pertumbuhan rambut dapat dipengaruhi oleh zat besi serta vitamin A. Jika tubuh kurang mengonsumsi sejumlah makanan mengandung zat-zat tersebut, kerontokan rambut tidak dapat dihindari.

Baca juga: Serba-Serbi Penyebab Rambut Rontok yang Sering Terjadi

Selain beberapa hal tersebut, pengobatan yang dilakukan untuk mengidap kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi dapat menyebabkan kerontokan rambut. Kerontokan rambut ini bersifat sementara dan rambut akan kembali tumbuh setelah pengobatan dihentikan. 

Saat kamu merasa terganggu atau khawatir dengan kerontokan rambut yang kamu alami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di aplikasi Halodoc mengenai hal ini. Selain itu, kamu disarankan untuk segera menemui dokter jika mengalami kerontokan rambut melebihi batas wajar, mengalami pitak karena rambut rontok, kulit kepala membengkak atau mengeluarkan cairan, serta mengalami rambut rontok setelah mengonsumsi obat tertentu.

Referensi:

American Academy of Dermatology. Diakses pada 2020. Head Lice.

American Academy of Dermatologist. Diakses pada 2020.  Hair Loss.

Very Well Health. Diakses pada 2020. How Head Lice is Treated.

WebMD. Diakses pada 2020. Understanding Hair Loss.