• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan 3 Hal Ini untuk Mencegah Gelombang Kedua COVID-19

Lakukan 3 Hal Ini untuk Mencegah Gelombang Kedua COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Lakukan 3 Hal Ini untuk Mencegah Gelombang Kedua COVID-19

Halodoc, Jakarta – Gelombang kedua COVID-19 masih terus menghantui beberapa negara. India adalah salah satu negara yang paling telak terkena serangan COVID-19 second wave. Pada April lalu, lebih dari 300 ribu kasus positif tercatat pada 24 jam di negara tersebut. Bagaimana dengan Indonesia?

Beberapa hari lalu, kasus harian COVID-19 di kota Jakarta mencapai 2.769 orang dan total 448.071 kasus positif COVID-19. Melonjaknya kenaikan kasus positif ini mengindikasikan datangnya gelombang kedua COVID-19 di Jakarta. Menurut Satgas Penanganan COVID-19, potensi terjadinya gelombang kedua penularan COVID-19 di Indonesia memang bisa terjadi. 

Pertanyaannya, bagaimana cara meredam gelombang kedua COVID-19?

Baca juga: Gelombang Kedua COVID-19 Berpotensi Terjadi di RI, Apa Sebabnya?

Menangkal Penyebaran Virus dan Gelombang Kedua

Beberapa ahli beranggapan perilaku masyarakat merupakan faktor utama yang bisa meningkatkan potensi gelombang kedua COVID-19. Nah, dengan kata lain cara mencegah penularan ataupun gelombang kedua COVID-19, harus didukung dengan perubahan perilaku masyarakat. 

Nah, berikut beberapa cara mencegah penularan virus corona, sekaligus meredam gelombang kedua COVID-19. 

1. Disiplin Menerapkan 5M

Protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan virus corona bukan lagi sebatas 3M, tapi telah berkembang menjadi 5M, yaitu:

  • Rutin mencuci tangan.
  • Menggunakan masker.
  • Menjaga jarak.
  • Menjauhi kerumuman.
  • Mengurangi mobilitas

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan RI, prokes 5M ini dapat membantu mencegah penularan dan penyebaran virus corona di tengah masyarakat. Dengan kata lain, risiko terjadinya gelombang kedua COVID-19 pun bisa diminimalkan.

Hal yang perlu ditegaskan, dalam menerapkan 5M tersebut kita semua harus benar-benar disiplin. Kelima-limanya bekerja secara berdampingan. Contohnya, jangan hanya rajin menggunakan masker saja, tapi cuek terhadap kebersihan tangan, atau terus bepergian ke luar rumah meski tak ada keperluan yang mendesak. 

2. Vaksinasi

Sebenarnya tak ada satu pun vaksin yang ampuh 100 persen untuk mencegah suatu penyakit, termasuk pula vaksin virus corona. Namun, menurut penelitian vaksin corona dapat memperlambat, bahkan menghentikan penyebaran virus. 

Menurut studi dari Public Health England dan studi Oxford-AstraZeneca mengatakan, vaksin COVID-19 dapat menghentikan penyebaran virus. Namun, mereka memperingatkan bahwa tindakan pencegahan lainnya masih diperlukan untuk memerangi virus corona. 

Vaksinasi COVID-19 juga diharapkan dapat menimbulkan herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat. Artinya, semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, maka semakin sulit penyakit tersebut menyebar karena tidak banyak orang yang dapat terinfeksi. 

Oleh sebab itu, lakukanlah vaksinasi COVID-19 bila dirimu mendapatkan kesempatan tersebut. Dengan begitu, kamu telah melindungi diri dan orang-orang di sekitarmu dari virus corona. 

Mau tahu lebih jauh mengenai vaksin COVID-19 dan efek sampingnya?  Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih praktis, kan? 

Baca juga: Jumlah Vaksin Corona yang Dibutuhkan untuk Capai Herd Immunity

3. Tingkatkan Sistem Imun

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh merupakan cara lain untuk mencegah penularan virus corona, atau meminimalkan risiko gelombang kedua COVID-19. Bila sistem imun prima, maka risiko untuk terserang virus corona pun akan semakin kecil.  

Lalu, bagaimana cara yang efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh? 

  • Istirahat yang cukup. Tanpa tidur yang cukup tubuh tak bisa memproduksi sitokin dalam jumlah yang banyak. Sitokin sendiri merupakan sejenis protein untuk melawan infeksi dan peradangan.
  • Rutin berolahraga. Olahraga bisa merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel kekebalan tubuh yang melawan berbagai penyakit.
  • Makanan bergizi seimbang. Konsumsilah makanan bergizi seimbang setiap harinya. Bila perlu ditambah dengan makanan penunjang sistem imun seperti makanan yang kaya serat, antioksidan, vitamin A, C, dan E. 
  • Jauhi rokok dan alkohol. Merokok atau mengonsumsi alkohol dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan.
  • Kelola stres dengan baik. Stres tak hanya menekan psikis saja, tapi juga bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tingginya hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh bisa membuat sistem imun melemah.
  • Pertimbangkan asupan herbal atau suplemen tambahan. Beberapa produk herbal dan suplemen bisa membantu untuk meningkatkan sistem imun tubuh. 

Nah, kamu bisa kok membeli suplemen atau vitamin untuk meningkatkan sistem imun menggunakan aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot keluar rumah, kamu bisa membelinya kapan pun dan di mana pun. Praktis, kan?

4. Hal-hal Lainnya

Selain tiga hal di atas, cara mencegah penularan virus corona atau mencegah gelombang kedua COVID-19 juga bisa dengan memperhatikan hal-hal lain di bawah ini, yaitu:

  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut bila tangan dalam keadaan kotor.
  • Pelajari etiket batuk yang benar.
  • Kenali dengan baik gejala COVID-19.
  • Hindari wilayah atau negara terdampak.
  • Persiapan obat-obatan dan disinfektan.
  • Temui atau tanyakan pada dokter bila sedang sakit.

Baca juga: Kita Semua Vs Virus Corona, Siapa Pemenangnya?

Nah, itulah beberapa cara mencegah penularan virus corona, dan meminimalkan risiko terjadinya gelombang kedua COVID-19. Yuk, terapkan secara disiplin cara-cara di atas demi melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. 

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. 5 M Di Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia.

BBC. Diakses pada 2021. Coronavirus spread slowed by vaccines, study suggests

Kompas. Diakses pada 2021. DKI Siap Hadapi Gelombang Kedua

Web MD. Diakses pada 2021. Preparing for Coronavirus: Dos and Don’ts

National Institutes of Health – Medlineplus. Diakses pada 2021. Exercise and immunity.