• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Sederhana Cegah Perforasi Membran Timpani

Langkah Sederhana Cegah Perforasi Membran Timpani

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Perforasi membran timpani, atau yang juga dikenal dengan sebutan gendang telinga pecah, adalah robekan pada membran tipis yang memisahkan telinga bagian luar dan dalam. Membran ini disebut membran timpani atau gendang telinga, yang terbuat dari jaringan yang menyerupai kulit. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah perforasi membran timpani atau gendang telinga pecah adalah:

  • Berhati-hati dan lakukan secara perlahan saat membersihkan telinga dengan cotton bud.

  • Hindari melakukan perjalanan dengan pesawat ketika sedang pilek atau flu.

  • Kenakan penutup telinga, kunyahlah permen karet, atau menguaplah saat terjadi perubahan tekanan udara.

  • Hindari menggunakan benda yang tajam untuk membersihkan telinga.

  • Gunakan penutup telinga saat bekerja di lingkungan yang bising.

  • Gunakan pelindung telinga (earplug) jika berada dalam situasi yang berpotensi menyebabkan telinga terpapar suara yang sangat keras.

Baca juga: Apa yang Terjadi Saat Gendang Telinga Pecah?

Kenali Tanda dan Gejalanya

Beberapa tanda dan gejala umum muncul ketika mengalami perforasi membran timpani adalah:

  • Sakit telinga, tetapi cepat reda

  • Keluarnya cairan bening, bernanah, atau berdarah dari telinga.

  • Hilangnya pendengaran.

  • Bunyi di dalam telinga (tinnitus).

  • Sensasi berputar (vertigo).

  • Mual atau muntah (yang dapat disebabkan oleh vertigo).

Perlu diketahui bahwa diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah perforasi membran timpani menjadi semakin buruk. Oleh karena itu, segera download aplikasi Halodoc dan bicaralah pada dokter lewat chat, untuk mencegah kondisi serius. Jika dokter menyarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, segeralah pergi ke pusat layanan kesehatan terdekat.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bahaya atau Tidak?

Penyebab Paling Umum dari Perforasi Membran Timpani

Ada banyak penyebab dari perforasi membran timpani. Namun, beberapa penyebab berikut adalah yang paling umum:

1. Infeksi Telinga Bagian Tengah (Otitis Media)

Infeksi telinga bagian tengah atau otitis media biasanya ditimbulkan oleh akumulasi cairan pada telinga bagian tengah. Tekanan dari cairan tersebutlah yang menyebabkan gendang telinga tersobek.

2. Barotrauma

Barotrauma adalah tekanan pada gendang telinga saat ada tekanan dalam telinga bagian tengah, atau tekanan udara di lingkungan sekitar tidak seimbang. Jika tekanan terlalu berat, gendang telinga dapat tersobek. Barotrauma biasanya terjadi akibat perubahan tekanan udara saat naik pesawat. Namun, ada juga peristiwa lain yang dapat menyebabkan perubahan tekanan secara mendadak, seperti scuba diving dan serangan langsung ke dalam telinga, seperti benturan dari kantung udara mobil.

3. Suara Keras atau Ledakan (Trauma Akustik)

Pajanan suara keras atau ledakan, seperti yang berasal dari eksplosi atau tembakan senjata, atau gelombang suara yang sangat kuat lainnya, dapat menyebabkan sobekan pada gendang telinga.

4. Masuknya Benda Asing ke Dalam telinga

Masuknya benda asing berukuran kecil, seperti kapas atau pin rambut, dapat menusuk atau merobek gendang telinga.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bisakah Sembuh Sendiri?

5. Cedera Berat pada Kepala

Cedera berat pada kepala, seperti fraktur tempurung kepala, dapat menyebabkan dislokasi atau kerusakan pada struktur telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam, termasuk gendang telinga dan menyebabkan perforasi membran timpani.

Pengobatan untuk Perforasi Membran Timpani

Perforasi membran timpani sebenarnya tidak selalu membutuhkan pengobatan, karena biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan jika telinga selalu kering dan tidak terdapat infeksi. Jika ada gejala sakit atau rasa tidak nyaman, kamu dapat mengkonsumsi penawar rasa sakit biasa, seperti parasetamol atau ibuprofen.

Namun, pemberian obat seperti aspirin pada pengidap perforasi membran timpani yang berusia di bawah 16 tahun tidak disarankan. Selain cara itu, meletakan flanel hangat pada telinga juga dapat membantu mengurangi rasa sakit. Selanjutnya, dokter dapat memberikan resep antibiotik jika perforasi membran timpani disebabkan oleh infeksi atau memiliki risiko menimbulkan infeksi saat masa penyembuhan.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Perforated Eardrum. 
WebMD. Diakses pada 2020. Perforated Eardrum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Perforated Eardrum.