• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Leher Belakang Terasa Berat, Awas Kolesterol Tinggi

Leher Belakang Terasa Berat, Awas Kolesterol Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah merasakan leher belakang terasa berat? Apalagi jika rasa nyeri ini bermula dari nyeri di area dada sebelah kiri yang kemudian menjalar ke leher. Kondisi ini bisa menunjukkan bahwa kamu mengalami penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi di sekitar jantung dan menyebabkan rasa sakit. Gejala ini bisa menjadi pertanda serangan jantung, yang harus segera mendapatkan penanganan.

Oleh karena itu, setiap orang perlu memantau kadar kolesterol mereka secara teratur untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan penyumbatan di pembuluh darah. Pada banyak kasus, kadar kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, ada juga serangkaian gejala fisik tertentu dari tingginya tingkat kolesterol. 

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi, Atasi dengan Cara Ini

Gejala Kolesterol Tinggi

Tidak hanya nyeri dada dan leher belakang terasa berat, ada juga beberapa tanda-tanda peringatan gejala kolesterol tinggi menurut laman Medicover Hospital, antara lain:

  • Nyeri di Tangan dan Kaki. Akumulasi kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah kaki dan tangan. Penumpukan kolesterol ini terjadi terus-menerus dan membuat tangan dan kaki terasa sakit.

  • Sering Kesemutan. Gangguan dalam aliran darah ke bagian tubuh tertentu bisa membuat sensasi kesemutan di tangan dan kaki. Tingginya kadar kolesterol dalam darah membuat aliran darah kental dan memengaruhi aliran darah normal di saraf dan menyebabkan kesemutan.

  • Sakit di Bagian Belakang Kepala. Penyumbatan pembuluh darah di daerah sekitar kepala bisa menyebabkan sakit kepala di bagian belakang. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak kolesterol. Jika ini dibiarkan tidak terkendali, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan stroke.

Gejala di atas tidak bisa kamu anggap remeh. Segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit. Buat janji dengan dokter di Halodoc supaya lebih mudah dan bisa langsung melakukan pemeriksaan. Download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Mengidap Kolesterol Tinggi, Konsumsi 10 Makanan Ini

Langkah Diagnosis Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi mudah didiagnosis dengan tes darah yang disebut panel lipid. Dokter akan mengambil sampel darah dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis. Dokter akan meminta kamu untuk tidak makan atau minum selama setidaknya 12 jam sebelum tes.

Panel lipid akan mengukur total kolesterol, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida.  Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa batasan aman tersebut antara lain: 

  • Kolesterol LDL: kurang dari 100 mg / dL;
  • Kolesterol HDL: 60 mg / dL atau lebih tinggi;
  • trigliserida: kurang dari 150 mg / dL.

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Kolesterol Tinggi

Pastikan Kadar Kolesterol Selalu dalam Pantauan

The American Heart Association merekomendasikan untuk memeriksakan kadar kolesterol setiap 4 hingga 6 tahun jika kamu adalah orang dewasa yang sehat di atas usia 20 tahun. Pemeriksaan kolesterol yang lebih sering wajib dilakukan apabila kamu memiliki riwayat keluarga yang memiliki masalah kolesterol atau serangan jantung pada usia muda. Terutama jika mereka telah mempengaruhi orang yang sudah berusia tua atau kakek-nenekmu.

Kadar kolesterol tinggi tidak menyebabkan gejala pada tahap awal, untuk itu penting menerapkan gaya hidup yang sehat. Makanlah makanan yang bergizi, pertahankan rutinitas olahraga, dan secara teratur pantau kadar kolesterol dengan memeriksanya dengan dokter. 

Jika kamu masih ingin tahu lebih banyak mengenai kolesterol tinggi, kamu bisa tanyakan pada dokter di Halodoc. Dokter akan memberikan semua informasi yang kamu butuhkan hanya lewat smartphone

Referensi:
Medicover Hospital. Diakses pada 2020. High Cholesterol Symptoms: Physical Symptoms Of High Cholesterol Levels.
Healthline. Diakses pada 2020. Symptoms of High Cholesterol.
Web MD. Diakses pada 2020. Understanding Cholesterol Problems: Symptoms.