Ad Placeholder Image

Leukosit Esterase Positif 3: Waspada Infeksi Saluran Kemih

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Adryansyah Can, SpU   10 April 2026

Hasil positif pada pemeriksaan leukosit esterase menandakan adanya leukosit dalam jumlah signifikan di urine

Leukosit Esterase Positif 3: Waspada Infeksi Saluran KemihLeukosit Esterase Positif 3: Waspada Infeksi Saluran Kemih

DAFTAR ISI


Pemeriksaan urine adalah salah satu tes diagnostik penting untuk mengevaluasi kesehatan saluran kemih. Salah satu hasil yang seringkali memicu pertanyaan adalah leukosit esterase positif 3.

Kondisi ini mengindikasikan adanya jumlah sel darah putih atau leukosit yang tinggi dalam urine. Kehadiran leukosit dalam urine, terutama pada tingkat positif 3, umumnya menjadi tanda kuat adanya infeksi atau peradangan pada saluran kemih.

Memahami arti dari hasil ini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan cepat.

Definisi Leukosit Esterase Positif 3

Leukosit esterase adalah sebuah enzim yang secara alami dilepaskan oleh sel darah putih atau leukosit. Kehadiran enzim ini dalam sampel urine menjadi indikator keberadaan sel darah putih itu sendiri.

Hasil positif pada pemeriksaan leukosit esterase menandakan adanya leukosit dalam jumlah signifikan di urine, suatu kondisi yang dikenal sebagai piuria. Ketika hasil tes menunjukkan +3, ini mengindikasikan tingkat piuria yang sedang hingga tinggi.

Angka +3 menandakan konsentrasi leukosit esterase yang lebih tinggi dibandingkan dengan +1 atau +2, sehingga merupakan petunjuk kuat adanya infeksi atau peradangan aktif di saluran kemih atau area genital. Kondisi ini memerlukan perhatian medis untuk menentukan penyebab dasarnya.

Mengapa Leukosit Esterase Positif 3 Penting?

Hasil leukosit esterase positif 3 mengindikasikan adanya respons imun tubuh terhadap sesuatu yang dianggap sebagai ancaman. Ini bisa berupa infeksi bakteri, peradangan non-infeksi, atau iritasi. Penemuan ini merupakan penanda penting yang mendorong pemeriksaan lebih lanjut.

Piuria tingkat sedang hingga tinggi ini dapat menjadi indikator kuat adanya infeksi saluran kemih (ISK). ISK adalah kondisi umum yang terjadi ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih. Selain ISK, kondisi peradangan lain juga dapat menyebabkan hasil positif ini.

Penyebab Leukosit Esterase Positif 3

Berbagai kondisi medis dapat menjadi penyebab tingginya leukosit esterase dalam urine. Mengenali penyebab ini membantu dokter menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang paling sesuai.

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Ini adalah penyebab paling sering. Bakteri, terutama Escherichia coli, masuk dan berkembang biak di saluran kemih. Infeksi dapat terjadi di uretra (uretritis), kandung kemih (sistitis), atau bahkan ginjal (pielonefritis).
  • Infeksi Menular Seksual (IMS): Beberapa IMS, seperti klamidia atau gonore, dapat menyebabkan peradangan pada uretra atau organ genital yang kemudian memicu munculnya leukosit di urine. Infeksi ini bisa terjadi pada pria maupun wanita.
  • Batu Saluran Kemih: Kehadiran batu di ginjal, ureter, atau kandung kemih dapat menyebabkan iritasi dan peradangan. Peradangan ini memicu respons imun yang melepaskan leukosit ke dalam urine.
  • Peradangan Non-infeksi: Beberapa kondisi peradangan yang bukan disebabkan oleh bakteri, seperti nefritis interstisial (radang ginjal), juga bisa menyebabkan leukosit esterase positif. Namun, ini lebih jarang terjadi dibandingkan ISK.
  • Kontaminasi Sampel Urine: Penting untuk dicatat bahwa hasil positif palsu dapat terjadi. Jika sampel urine terkontaminasi oleh sekret vagina atau bakteri dari area genital luar selama pengambilan, hasil leukosit esterase bisa menunjukkan positif palsu.

Perhatikan kembali urine kamu, 6 Warna Urine Jadi Tanda Kesehatan yang Perlu Diketahui

Gejala yang Mungkin Muncul Bersama Leukosit Esterase Positif 3

Leukosit esterase positif 3 seringkali disertai dengan gejala yang mengganggu. Mengenali gejala ini penting untuk segera mencari bantuan medis.

Beberapa gejala umum yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Nyeri saat Buang Air Kecil (Dysuria): Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil adalah salah satu gejala paling khas dari ISK.
  • Sering Buang Air Kecil: Merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya, bahkan jika hanya sedikit urine yang keluar.
  • Urine Keruh atau Berbau: Perubahan pada tampilan atau bau urine dapat menjadi indikator infeksi. Urine mungkin terlihat keruh karena adanya nanah atau bakteri.
  • Nyeri pada Perut Bagian Bawah atau Pinggang: Tergantung lokasi infeksi, nyeri bisa dirasakan di area panggul, perut bagian bawah, atau bahkan di punggung bagian bawah atau pinggang (jika infeksi mencapai ginjal).
  • Demam dan Menggigil: Pada kasus infeksi yang lebih parah, terutama jika telah menyebar ke ginjal, dapat disertai demam tinggi dan menggigil.

Langkah Selanjutnya: Diagnosis dan Penanganan Leukosit Esterase Positif 3

Meskipun hasil leukosit esterase positif 3 adalah indikator kuat, hasil ini saja tidak cukup untuk diagnosis definitif. Evaluasi medis lebih lanjut sangat diperlukan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya, antara lain:

  • Analisis Mikroskopis Urine: Untuk melihat secara langsung jumlah leukosit, sel darah merah, bakteri, dan kristal dalam urine.
  • Kultur Urine: Sampel urine akan ditumbuhkan di laboratorium untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi dan sensitivitasnya terhadap antibiotik tertentu. Ini sangat penting untuk memilih pengobatan yang tepat.
  • Pemeriksaan Fisik: Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda infeksi atau peradangan lainnya.

Setelah penyebab pasti teridentifikasi, penanganan akan disesuaikan. Untuk ISK bakteri, dokter biasanya meresepkan antibiotik. Penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai petunjuk dokter hingga habis, meskipun gejala sudah mereda, untuk mencegah kekambuhan dan resistensi antibiotik.

Bagi kasus infeksi menular seksual atau batu saluran kemih, penanganan khusus akan diberikan sesuai dengan diagnosis. Tidak disarankan untuk mengobati diri sendiri tanpa diagnosis dan arahan dari dokter.

Kamu penasaran tentang tes urine? Yuk, Mengenal Tes Urinalisis dan Penyakit yang Bisa Dideteksi

Pencegahan Kondisi Pemicu Leukosit Esterase Positif

Mencegah kondisi yang menyebabkan leukosit esterase positif adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan saluran kemih.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Minum Air yang Cukup: Hidrasi yang baik membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
  • Menjaga Kebersihan Area Genital: Untuk wanita, membersihkan dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah bakteri masuk ke uretra.
  • Tidak Menunda Buang Air Kecil: Segera buang air kecil saat terasa ingin, terutama setelah berhubungan seksual.
  • Mengenakan Pakaian Dalam yang Longgar: Memilih bahan katun yang menyerap keringat dapat membantu mencegah kelembaban berlebih yang mendukung pertumbuhan bakteri.
  • Menghindari Produk Iritasi: Hindari penggunaan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung pewangi di area genital karena dapat menyebabkan iritasi.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jika mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, urine keruh atau berbau, atau hasil pemeriksaan urine menunjukkan leukosit esterase positif 3, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Melalui Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis urologi untuk diagnosis dan penanganan yang akurat.

Dokter akan membantu memahami hasil tes, melakukan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan, dan memberikan rencana pengobatan yang tepat.

Hubungi Dokter Ini untuk Tips Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Jangan menunda penanganan karena infeksi saluran kemih yang tidak diobati dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti infeksi ginjal.

  • dr. Adryansyah Can Sp.U: Ia adalah dokter spesialis urologi dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Indonesia pada 2022. Kini praktik di Palembang, anggota IDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Dian Paramita Oktaviani S Sp.U, M.Ked.Klin: Dokter spesialis urologi dengan pengalaman 11 tahun, lulusan Universitas Airlangga pada 2021. Saat ini praktik di Surabaya, anggota IDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Ben Mantiri Sp.U: Dokter spesialis urologi berpengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Indonesia pada 2023, praktik di Jakarta Selatan, anggota IDI, dan tersedia di Halodoc.

Konsultasi medis yang cepat dan tepat adalah kunci untuk pemulihan yang optimal dan pencegahan komplikasi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Leukocytosis?
Medscape. Diakses pada 2026. Leukocytosis.