• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Media Sosial Ancam Kesehatan Mental Remaja

Media Sosial Ancam Kesehatan Mental Remaja

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu luangnya untuk berselancar di media sosial. Kebiasaan tersebut dilakukan untuk berinteraksi dengan orang lain atau hanya ingin tahu kabar terkini yang terjadi. Banyak kebaikan dan kemudahan yang dapat dirasakan dengan adanya platform digital ini, meski efek negatifnya pun dapat dirasakan.

Salah satu dampak buruk dari terlalu sering bermain media sosial adalah gangguan pada kesehatan mental. Ibu pasti kesulitan untuk menyaring semua info yang diterima anak ketika dirinya sudah terbiasa berinteraksi melalui media sosial. Berikut beberapa hal yang harus diketahui tentang efek dari kesehatan mental pada remaja disebabkan media sosial!

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Begini Tips Ampuh Mengatasinya

Media Sosial Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Remaja

Sekarang ini, rata-rata usia anak yang sudah dapat membuat akun media sosial adalah sekitar dua belas tahun. Dengan semakin banyak waktu yang dihabiskan pada kebiasaan tersebut, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami gangguan pada kesehatan mental, seperti kecemasan, isolasi, hingga keputusasaan. Dengan lebih cepatnya seseorang berinteraksi secara online, risikonya juga meningkat.

Pada sebuah penelitian disimpulkan bahwa tingkat penggunaan media sosial yang lebih tinggi selama rentang waktu empat tahun dapat dihubungkan juga dengan lebih tingginya risiko untuk depresi menyerang. Penelitian ini dilakukan pada kalangan remaja di usia sekolah menengah pertama dan atas.

Hal tersebut terjadi karena setiap anak khawatir dengan citra diri mereka di media sosial, sehingga cemas tentang apa yang orang lain pikirkan terhadapnya dan membandingkan diri dengan orang lain melalui jumlah orang yang mengikutinya. Pola pikir tersebut dapat meningkatkan risiko peningkatan rasa depresi dan isolasi. Rasa ingin bunuh diri juga dapat timbul ketika mendapat perundungan.

Perundungan daring atau cyber bullying terjadi ketika seseorang semakin sering online. Peluang tersebut meningkat ketika seseorang melakukan suatu kesalahan atau lainnya, yang memang wajar dilakukan oleh remaja. Selain itu, hal ini juga lebih rentan pada kaum muda yang termasuk dalam kategori LGBTQ, karena sering menjadi sasaran perundungan.

Baca juga: Pengaruh Sosial Media pada Remaja

Batas Waktu Bermain Media Sosial untuk Menjaga Kesehatan Mental

Disebutkan jika tidak sedikit remaja yang terus-menerus online setiap hari. Pada anak yang online kurang dari dua jam sehari, tidak terjadi gangguan apa pun pada mentalnya. Namun, jika remaja tersebut menghabiskan waktu tiga hingga enam jam atau lebih dalam satu hari, maka risiko untuk kesehatan mentalnya terganggu akan lebih tinggi.

Hal tersebut juga mengganggu waktu yang harusnya dihabiskan dengan bersama orang lain secara nyata atau melakukan kegiatan yang dapat membantu tumbuh kembangnya. Dengan melakukan interaksi sosial secara langsung dapat mengembangkan rasa menjadi bagian dari komunitas, sehingga timbul rasa saling memiliki. Cara ini juga dapat membentuk pribadi yang lebih baik pada seseorang.

Dengan melihat beberapa hal sebelumnya, diharapkan ibu sebagai orangtua selalu memperhatikan kegiatan anak setiap harinya. Sehingga, tidak terlalu banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk mengecek media sosial dibandingkan interaksi langsung dengan orang lain. Akhirnya, tumbuh kembang anak ibu akan lebih baik di masa depan dan mampu bersosialisasi dengan baik dengan lingkungannya.

Baca juga: Anak Muda Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental

Jika ibu masih mempunyai pertanyaan terkait dampak buruk dari media sosial pada kesehatan mental remaja, tanyakan saja pada psikolog di Halodoc. Caranya mudah sekali, ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan dan tanyakan keluhan tersebut kapan dan di mana saja.

Referensi:
Health Matters. Diakses pada 2020. Is Social Media Threatening Teens’ Mental Health and Well-being?
Child Mind. Diakses pada 2020. How Using Social Media Affects Teenagers.