• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Melakukan Suntik Kolagen, Adakah Efek Sampingnya?

Melakukan Suntik Kolagen, Adakah Efek Sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Suntik kolagen adalah salah satu prosedur kecantikan yang digandrungi banyak orang untuk memperbaiki penampilan. Suntik ini dipercaya dapat membuat kulit lebih padat, serta untuk mendapat kulit yang lebih awet muda. Namun, adakah risiko efek samping dari prosedur suntik kolagen?

Jawabannya, tentu ada. Terutama jika kamu melakukan suntik kolagen secara sembarangan. Suntik kolagen harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli yang memiliki sertifikat. Klinik atau rumah sakit yang memberikan layanan suntik kolagen juga harus yang terpercaya. Dengan begitu risiko efek samping suntik kolagen dapat diminimalisir. 

Baca juga: Kenali Tren Kecantikan Suntik Filler Wajah

Inilah Risiko Efek Samping Suntik Kolagen

Sebelum mendapatkan suntik kolagen, kamu mungkin akan mendapatkan suntikan kecil bius lokal pada area yang ingin disuntik kolagen. Ada kemungkinan terjadi memar ringan dan kamu mungkin mengalami pembengkakan serta kemerahan di area kulit yang diberi suntikan. Selain risiko efek samping ini, suntik kolagen umumnya tidak memiliki risiko efek samping lain yang membahayakan.

Namun, penting untuk mendiskusikan dengan dokter tentang efek samping yang dapat terjadi dari setiap perawatan, termasuk suntik kolagen. Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc dan gunakan untuk berdiskusi dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter kulit di rumah sakit. Pengawasan dokter sangat diperlukan agar tidak ada risiko yang merugikan karena suntik kolagen yang dilakukan.

Tentang Suntik Kolagen

Untuk memahami tentang kolagen, pertama-tama kamu harus memahami kulit terlebih dahulu. Secara umum, kulit manusia terdiri dari tiga lapisan: epidermis, dermis, dan jaringan subkutan (hipodermis). Lapisan paling atas, yang dikenal sebagai epidermis, berfungsi untuk mengontrol hilangnya air dari sel dan jaringan kulit. Tanpa adanya lapisan ini, tubuh akan cepat mengalami dehidrasi.

Baca juga: Bibir Lebih Berisi dengan Filler, Perhatikan Hal Ini

Lalu, tepat di bawah epidermis terletak lapisan kedua, dermis. Kandungan utama di dalam lapisan ini adalah protein yang disebut kolagen. Protein ini berfungsi untuk membentuk jaringan serat yang menyediakan kerangka kerja bagi pertumbuhan sel dan pembuluh darah. Karena merupakan komponen utama dari dermis, kolagen juga bertindak sebagai struktur pendukung untuk kulit. 

Kemudian lapisan selanjutnya adalah hipodermis, yaitu lapisan lemak dan jaringan ikat yang mengandung pembuluh darah dan saraf yang lebih besar. Hipodermis bertanggungjawab untuk melindungi panas tubuh dan melindungi organ-organ vital.

Pada kulit muda, kerangka kolagen umumnya masih utuh dan kulit tetap lembap dan elastis. Kondisi kulit yang seperti ini masih mampu menahan banyak ekspresi wajah dan dampak lingkungan sehari-hari, termasuk paparan sinar matahari. Namun, seiring berjalannya waktu, struktur pendukung tersebut dapat melemah dan kulit pun kehilangan elastisitasnya.

Kulit mulai kehilangan kesegarannya ketika dukungan kolagen berkurang. Setiap kali tersenyum, cemberut, atau mengernyit, kamu akan memberikan tekanan pada kolagen di kulit. Efek dari ekspresi wajah ini adalah bermunculannya kerutan pada wajah.

Baca juga: Mau Mencoba Filler? Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Berapa Banyak Suntik Kolagen yang Dibutuhkan?

Berapa banyak suntik kolagen yang dibutuhkan akan tergantung pada produk mana yang digunakan. Sama halnya seperti kolagen alami, kolagen injeksi ini lama-lama akan kehilangan bentuk dan akhirnya akan rusak. Untuk perawatan secara rutin, mungkin diperlukan suntikan kolagen dua hingga empat kali setahun untuk mempertahankan efek yang diharapkan.

Lalu, bagaimana cara mengetahui jenis suntikan kolagen yang tepat? Tentu saja kamu perlu mendiskusikannya pada dokter. Biasanya, dokter akan menentukan jenis kolagen atau filler yang akan digunakan untuk suntikan, berdasarkan riwayat kesehatan kamu dan area yang ingin diberi suntikan.

Untuk menentukan jenis suntikan yang tepat, dokter juga akan melakukan pemeriksaan atau tes alergi, di area kulit lengan bawah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah kamu sensitif atau alergi terhadap bahan yang akan dipakai untuk suntikan atau tidak. Biasanya, dibutuhkan waktu 4 minggu untuk melihat apakah ada reaksi alergi pada area kulit yang dites.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Collagen Injections.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Facial Fillers.