Ad Placeholder Image

Mengenal GERD Anxiety yang Rentan Terjadi di Usia Muda

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   28 Januari 2026

Sebuah studi menemukan bahwa kecemasan dan depresi bisa meningkatkan risiko penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Mengenal GERD Anxiety yang Rentan Terjadi di Usia MudaMengenal GERD Anxiety yang Rentan Terjadi di Usia Muda

DAFTAR ISI


Istilah anxiety mungkin sudah terdengar tidak asing lagi di kalangan kaum anak muda. Bukan sekadar masalah perasaan belaka, kegelisahan yang dialami seseorang ternyata juga berdampak pada kesehatan tubuhnya lho, salah satunya dengan meningkatkan risiko terjadinya GERD. 

Penyakit gastroesophageal reflux atau GERD adalah kondisi kronis di mana refluks asam lambung terjadi setidaknya lebih dari sekali dalam seminggu. 

Sementara kecemasan atau anxiety adalah respons alami tubuh terhadap stres. Meskipun GERD dan anxiety adalah dua kondisi yang berbeda, namun para peneliti percaya bahwa keduanya saling berkaitan. 

GERD yang dipicu oleh anxiety dikenal dengan GERD anxiety

Mengenal Lebih Jauh Tentang GERD

GERD terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan (refluks asam) yang menyebabkan gejala seperti mulas, kesulitan menelan, atau rasa terbakar di tenggorokan. 

Bila hanya terjadi sesekali, refluks asam adalah kondisi yang umum. Namun, pada kasus GERD, refluks asam sering terjadi hingga bisa mengiritasi lapisannya dan terkadang menyebabkan peradangan.

GERD disebabkan karena sfingter esofagus bagian bawah tidak menutup dengan baik, sehingga asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan. Sfingter esofagus bagian bawah adalah cincin otot yang menutup perut dari kerongkongan saat kamu tidak makan.

Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang bisa meningkatkan seseorang mengalami GERD:

  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Hernia hiatus.
  • Pengosongan perut yang tertunda.
  • Kehamilan.

Gaya hidup tertentu juga bisa memperburuk refluks asam, termasuk kebiasaan makan yang buruk, seperti makan dalam porsi yang banyak, berbaring segera setelah makan, atau makan gorengan atau makanan berlemak. Stres yang berkaitan erat dengan kecemasan juga diketahui bisa memperburuk refluks asam.

Cek fakta, GERD bisa Memicu Kematian Mendadak, Benarkah? 

Hubungan Antara GERD dan Anxiety

Meskipun anxiety tidak ada dalam daftar penyebab GERD, sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa kecemasan dan depresi bisa meningkatkan risiko GERD. 

Sementara studi lain menemukan bahwa efek negatif GERD pada kualitas hidup pengidapnya bisa meningkatkan kecemasan dan depresi. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang secara positif mengaitkan kecemasan dengan peningkatan asam lambung.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa anxiety tampaknya bisa meningkatkan gejala yang terkait dengan GERD, seperti heartburn dan nyeri perut bagian atas. Kecemasan dipercaya bisa membuat kamu lebih sensitif terhadap rasa sakit dan gejala GERD lainnya.

Selain itu, kecemasan dan tekanan psikologis lainnya juga bisa memengaruhi motilitas esofagus dan fungsi sfingter esofagus bagian bawah. Motilitas esofagus mengacu pada kontraksi yang terjadi di esofagus untuk memindahkan makanan ke perut.

Apa Kata Studi Terkait GERD Anxiety?

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Neurogastroenterology and Motility menunjukkan: 

  • Orang dengan GERD, khususnya tipe Non-erosive reflux disease (NERD), lebih sering mengalami kecemasan dan depresi dibandingkan orang tanpa GERD.
  • Hal ini menunjukkan bahwa masalah asam lambung tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan mental.
  • Penanganan GERD sebaiknya tidak hanya fokus pada lambung, tetapi juga pada pengelolaan stres dan kecemasan.

Gejala GERD Anxiety

GERD dan anxiety menimbulkan sejumlah gejala yang berbeda, meskipun ada juga beberapa gejala yang sama yang bisa disebabkan oleh kedua kondisi tersebut. 

GERD dan anxiety (gangguan cemas) sering saling berkaitan. Asam lambung bisa memicu rasa tidak nyaman, lalu kecemasan memperparah gejalanya. 

Berikut gejala GERD yang sering muncul bersamaan dengan anxiety: 

  • Dada terasa panas, perih, atau seperti ditekan.
  • Nyeri dada yang kadang mirip serangan jantung.
  • Sesak napas atau napas terasa pendek.
  • Tenggorokan terasa mengganjal (globus sensation).
  • Mual, kembung, sering sendawa.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Pusing atau kepala terasa ringan.
  • Badan terasa lemas atau gemetar.

Cara Mengobati GERD Anxiety

Kabar baiknya, kondisi GERD anxiety bisa sangat membaik jika ditangani dengan tepat. Berikut cara yang bisa dilakukan: 

  • Atasi GERD dengan cara mengatur pola makan dan kebiasaan (hindari makanan pemicu, jam makan teratur, tidak berbaring 2-3 jam setelah makan. 
  • Atasi anxiety dengan cara membangun rutinitas harian yang teratur, terapi psikologis, hingga obat anti cemas (atas anjuran dokter). 

Mau tahu apa saja obat untuk mengatasi GERD? Baca di sini: Ini Obat GERD Paling Ampuh yang Kerap Diresepkan Dokter.

Mengobati GERD dan anxiety membutuhkan kombinasi obat-obatan untuk kedua kondisi tersebut.  

Sebab, obat asam lambung yang biasa digunakan untuk mengobati GERD ternyata kurang efektif untuk mengobati gejala yang berkaitan dengan kecemasan. Berikut kombinasi obat-obatan yang mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk mengobati GERD dan anxiety:

  • Antasida.
  • Penghambat reseptor H-2.
  • Penghambat pompa proton.
  • Obat-obatan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
  • Benzodiazepin.
  • Obat-obatan serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI)

Dokter mungkin juga akan menganjurkan kamu untuk mengikuti psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif, untuk mengelola kecemasan.

Sementara perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi GERD anxiety adalah:

  • Makan makanan yang sehat.
  • Hindari makanan yang bisa memicu refluks asam atau mulas.
  • Berolahraga secara teratur, misalnya berjalan-jalan.
  • Coba untuk melakukan teknik relaksasi, seperti yoga, tai chi, atau meditasi.
  • Hindari mengonsumsi kafein dan alkohol.

Itulah hal-hal yang perlu diketahui tentang GERD anxiety

Kamu perlu Ketahui Apakah Penyakit GERD Bisa Sembuh Total. 

Bila kamu sedang mengalami kecemasan, kamu bisa menghubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc. Membicarakan perasaan kamu pada orang yang tepat adalah cara untuk membantu mengurangi kecemasan. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Nah, buat kamu yang ingin mendapatkan kebutuhan medis secara rutin, kamu bisa menggunakan Halodoc Langganan

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Is There a Connection Between GERD and Anxiety?.
Journal of Neurogastroenterology and Motility. Diakses pada 2026. Association Between Anxiety and Depression and Gastroesophageal Reflux Disease: Results From a Large Cross-sectional Study.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Acid reflux and anxiety: What to know.