
Mengenal Jenis Influenza A, B, C, D dan Gejalanya
Ada 4 jenis influenza, yaitu influenza A, B, C, dan D yang memiliki gejala dan tingkat keparahan berbeda.

DAFTAR ISI
- Jenis-Jenis Influenza
- Pengobatan Influenza
- Pencegahan Influenza
- Vaksin Flu Bisa di Rumah Pakai Halodoc
- Punya Gejala Flu yang Berat dan Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Influenza terjadi ketika kamu terinfeksi oleh virus myxovirus. Influenza termasuk penyakit yang mudah menular. Penularannya bisa terjadi melalui droplet (tetesan) saat pengidapnya sedang bersin, batuk, atau berbicara.
Nah, gejala influenza pada setiap pengidapnya akan berbeda-beda, tergantung jenis virus influenza yang menyebabkan infeksi.
Namun, pada umumnya, pengidapnya akan mengalami pilek, batuk, bersin, demam, hingga mata berair.
Mau tahu apa saja jenis-jenis influenza tersebut? Yuk, simak penjelasan lengkap, mulai dari gejala hingga pengobatannya.
Jenis-Jenis Influenza
Virus influenza A merupakan jenis terpopular karena sering menyebabkan wabah penyakit secara massal di berbagai belahan dunia.
Namun, masih ada tiga jenis influenza lainnya yaitu influenza B, influenza C, dan influenza D.
Berikut penjelasannya:
1. Influenza A (H1N1)
Influenza A adalah tipe virus yang paling banyak ditemukan pada pandemi global.
Tapi, penemuannya lebih banyak ditemukan pada spesies hewan.
Meskipun demikian, infeksi ini tetap dapat menginfeksi manusia lalu menyebarkannya ke orang lain, yang akhirnya menyebabkan pandemi influenza.
Saat terinfeksi virus influenza A, pengidapnya akan mengalami gejala seperti:
- Demam disertai dengan menggigil.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Merasa lelah dan lemas.
- Batuk dan sakit tenggorokan.
- Bersin, hidung tersumbat, atau berair.
Penyebab influenza A biasanya didapatkan dari hewan yang telah terinfeksi, seperti burung dan babi.
Lalu, menginfeksi manusia dan menyebarkannya ke manusia yang lain.
Kamu bisa menerapkan beberapa tips ini untuk mencegah penularan virus influenza A: “Begini Cara Mencegah Penularan Virus Influenza A”.
Jika gejala yang dialami tidak terlalu parah, seperti flu ringan dan demam, maka bisa mengonsumsi parasetamol, ibuprofen, atau obat flu untuk mengatasi gejalanya. Biasanya, pengidapnya akan membaik dalam waktu 7-10 hari.
Tapi, penting untuk segera melakukan vaksin influenza sejak dini. Jangan tunggu terinfeksi agar gejalanya tidak semakin parah!
Perlu diketahui, influenza A biasanya menyebabkan gejala hingga komplikasi yang lebih buruk dibandingkan influenza B.
Meskipun demikian, keduanya sama-sama berbahaya jika tak segera diobati dan dicegah.
2. Influenza B
Di urutan kedua, ada influenza B yang juga dapat menyerang manusia, tapi virus ini hanya menimbulkan gejala pada manusia.
Jenis influenza ini dapat berisiko menjadi lebih berbahaya, tapi tidak separah infeksi akibat influenza A.
Gejala influenza B hampir mirip dengan jenis influenza A, meliputi:
- Batuk.
- Kelelahan.
- Demam.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Pilek.
- Sakit tenggorokan.
Secara umum, pengobatan influenza hampir sama, yakni membantu mengurangi dan mengatasi gejalanya.
Itu sebabnya, dokter kadang juga meresepkan antivirus tertentu dan obat-obatan yang dapat mengurangi gejalanya, seperti obat demam, batuk, dan flu.
Mau tahu obat-obatan untuk mengatasi gejala flu? Baca di artikel ini: “Ini Rekomendasi Obat Flu dan Pilek Dewasa yang Paling Ampuh”.
3. Influenza C
Influenza C adalah jenis influenza yang gejalanya lebih ringan dibandingkan influenza A dan influenza B.
Jenis influenza ini hanya menyebabkan penyakit pernapasan ringan yang diperkirakan tidak akan berpotensi menjadi epidemi.
Berdasarkan salah satu studi, hampir semua orang dewasa pernah terinfeksi oleh virus influenza C ini.
Kebanyakan pengidapnya juga cenderung mengalami gejala yang mirip seperti flu biasa. Tapi, tetap saja kamu tidak boleh mengabaikannya.
Sebab, influenza C bisa menjadi lebih serius jika yang mengalaminya adalah bayi, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pada orang sehat, gejala influenza C biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-7 hari.
Kamu perlu tahu beberapa cara mengatasi gejala awal flu. Baca selengkapnya di sini: “Ini 7 Cara Mengatasi Gejala Awal Flu”.
4. Influenza D
Influenza D adalah penyakit yang termasuk masih baru. Jenis virus influenza D ini biasanya ditemukan pada hewan seperti sapi dan babi.
Hingga saat ini, virus ini masih belum menunjukkan kemampuannya untuk melakukan penularan dari hewan ke manusia.
Meskipun demikian, beberapa peneliti memprediksi kemungkinan besar cara penularannya sama seperti virus influenza pada umumnya.
Virus influenza D ini pertama kali diidentifikasi oleh dokter hewan pada tahun 2011 pada babi, lalu ditemukan inang utamanya pada sapi.
Jika kamu merasakan indikasi atau gejala flu, Ini Dokter yang Bisa Bantu Pengobatan Influenza.
Pengobatan Influenza
Pengobatan influenza bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:
- Istirahat yang cukup.
- Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
- Mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi demam dan nyeri.
- Obat antivirus, seperti oseltamivir atau zanamivir, dapat diresepkan oleh dokter, terutama jika pengobatan dimulai dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul.
Pencegahan Influenza
Pencegahan terbaik terhadap influenza adalah vaksinasi. Vaksin influenza membantu melindungi tubuh dari infeksi virus influenza. Selain vaksinasi, langkah-langkah pencegahan lain yang dapat dilakukan meliputi:
- Sering mencuci tangan dengan sabun dan air
- Menghindari menyentuh wajah (mata, hidung, dan mulut)
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit
- Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh
Vaksin Flu Bisa di Rumah Pakai Halodoc
Perlu dipertegas, gejala flu setiap orang akan berbeda, bisa jadi kamu mengalami gejala lebih parah.
Salah satu penyebabnya adalah akibat belum mendapatkan vaksin influenza.
Vaksin influenza tidak hanya mengurangi keparahan gejala yang dialami, tapi juga mencegah seseorang terinfeksi oleh virus influenza.
Itu sebabnya, sebaiknya segera lakukan Vaksinasi Influenza.
Saat ini, kamu bisa mendapatkan vaksin flu dengan mudah tanpa harus keluar rumah.
Kamu bisa menggunakan layanan Halodoc Homecare (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar) untuk melakukan Vaksinasi Influenza atau Paket Vaksinasi Influenza + Pneumonia dari rumah.
Layanan dari Halodoc Homecare akan mendatangkan dokter khusus vaksinasi ke tempat atau di lokasi mana pun yang kamu pilih untuk pemberian vaksin.
Berikut beberapa keunggulan melakukan imunisasi anak dan vaksin dewasa lewat layanan Halodoc Homecare:
- Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Homecare by Halodoc.
- Protokol kesehatan ketat.
- Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
- Partner resmi produsen vaksin internasional sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
- Hemat waktu dan biaya.
- Harga vaksin influenza mulai dari Rp 440.000,-, sementara untuk paket vaksin influenza dan pneumonia adalah Rp1.334.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
- Tanpa perlu antre menunggu.
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.
Kapan saja kamu atau keluarga hendak mendapatkan vaksin ini, cukup pesan langsung melalui aplikasi Halodoc.
Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!
Booking Vaksinasi Influenza Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Booking Paket Vaksinasi Influenza + Pneumonia Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Kamu bisa order vaksinasi melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Punya Gejala Flu yang Berat dan Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Influenza (Seasonal).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Key Facts About Influenza (Flu).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Influenza (flu): Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Influenza: What It Is, Symptoms, Causes & Treatment.
FAQ
1. Apa perbedaan utama influenza a adalah dengan flu biasa?
Influenza A memiliki gejala yang jauh lebih berat, muncul mendadak, dan berisiko tinggi menyebabkan komplikasi paru. Flu biasa biasanya hanya terbatas pada hidung meler dan bersin ringan.
2. Apakah influenza A bisa sembuh sendiri?
Pada individu sehat, sistem imun biasanya dapat mengalahkan virus dalam 7-10 hari. Namun, bantuan obat simtomatik dan suplemen sangat diperlukan untuk mempercepat proses ini dan mengurangi penderitaan.
3. Siapa yang paling berisiko terkena komplikasi?
Anak di bawah usia 5 tahun, lansia di atas 65 tahun, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis seperti asma atau diabetes memiliki risiko komplikasi paling tinggi.
4. Apakah antibiotik bisa mengobati influenza A?
Tidak. Influenza A disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik hanya bekerja untuk membunuh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru bisa menyebabkan resistensi kuman.




