Advertisement

Mengenal Strategi Nerd Defense dari Sisi Psikolog

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   12 Januari 2023

“Nerd defense menjadi salah satu taktik agar seseorang terlihat seperti kutu buku dan lebih kalem. Salah satu caranya dengan menggunakan kacamata di ruang persidangan untuk meringankan hukuman.”

Mengenal Strategi Nerd Defense dari Sisi PsikologMengenal Strategi Nerd Defense dari Sisi Psikolog

Halodoc, Jakarta – Terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, masih menjalani persidangan. Di beberapa momen persidangan terakhir, ia terlihat mengenakan kacamata.

Terkait dengan penggunaan kacamata tersebut, pakar menyebutkan ini menjadi taktik ‘nerd defense’ yang dipakai untuk memengaruhi hakim. Dugaan ini disampaikan oleh pakai psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel.

Menurut Reza, efek kacamata yang dikenakan terdakwa di ruang sidang bisa mengubah image terdakwa menjadi lebih baik. Mereka akan terlihat cerdas dan tidak intimidatif, sehingga mengurangi kesan ‘sosok penjahat’.

Mengapa Nerd Defense Bisa Disebut Taktik?

“Terdakwa yang dalam situasi normal tak memakai kacamata tanpa ukuran. Bukan sebatas gimmick, apalagi untuk gagah-gagahan, faedah kacamata terhadap jalannya persidangan ternyata tak bisa dipandang sebelah mata,” jelas Reza seperti dilansir dalam salah satu media daring nasional.

Ia juga menambahkan, “Nah, bagi FS yang punya raut muka keras jelas butuh ‘pelembut’ guna melembutkan hati hakim. Pertanyaannya, ampuhkan nerd defense meloloskan FS dari lubang jarum?”

Dengan kata lain, penggunaan kacamata ibarat pertahanan dari segi penampilan. Manifestasi yang terkesan seperti kutu buku diharapkan dapat mengurangi dan meringankan masa hukuman.

Apakah Nerd Defense Memengaruhi Masa Hukuman?

Istilah nerd defense pertama kali ditemukan oleh pengacara Pembela New York, Harvey Slovis pada 2010. Penggunaan kacamata pada persidangan menjadi trik kliennya yang merupakan terdakwa kasus kriminal. 

Kliennya yang bernama Rachel Maddow dan Zooey Deschanel menggunakan kacamata non-resep berbingkai tebal sebelum tampil di pengadilan. Tujuannya agar penampilannya tampak tidak terlalu mengancam. 

Sebenarnya, ada bukti ilmiah pada 2008 yang menyebutkan bahwa penggunaan kacamata dapat membantu memengaruhi putusan tidak bersalah. Studi yang tertuang dalam Amerika Jurnal Psikologi Forensik menyebutkan, “Terdakwa Afrika-Amerika yang memakai kacamata dianggap lebih cerdas, lebih jujur, dan tidak terlalu mengancam daripada mereka yang tidak”.

Meski begitu, hal tersebut hanya terjadi pada terdakwa berkulit hitam, tidak pada terdakwa kulit putih. Boleh dibilang trik nerd defense tak selalu ampuh. The Washington Post melaporkan, lima pria berstatus terdakwa karena pembunuhan menggunakan kacamata di persidangan. Bukannya bersimpati, jaksa justru meminta mereka mencopot kacamatanya.

Malah Bisa Menjadi Bumerang bagi Terdakwa

Bumerang di sini adalah sisi negatif dari mengenakan kacamata palsu. Jika juri, hakim, dan jaksa justru salah fokus dengan penampilan baru terdakwa, mereka pasti akan menanyakan soal lensa kacamata.

Jika terbukti mengenakan kacamata adalah alibi untuk mendapatkan perhatikan guna mengurangi masa hukuman, bisa saja ganjaran yang diterima jadi lebih berat. Perilaku jujur dan bertanggung jawab terhadap kesalahan menjadi salah satu cara terbaik.

Itulah asal usul dan penjelasan mengenai nerd defense. Jika mengalami gangguan kesehatan tertentu, segera download Halodoc dan dapatkan kebutuhan medis terkait dengan cara cek kebutuhan obat di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut, ya.

Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan mental, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya dengan mendownload Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Tempo.co. Diakses pada 2023. Pakar Soroti Penggunaan Kacamata oleh Ferdy Sambo: Strategi Nerd Defense.
Esquire.com. Diakses pada 2023. There Is Now Something Called “The Nerd Defense”.