• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Angin Duduk dapat Menyebabkan Kematian

Mitos atau Fakta Angin Duduk dapat Menyebabkan Kematian

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Tentunya kondisi angin duduk sudah banyak dikenal oleh sebagian orang. Angin duduk atau yang dikenal juga dengan angina adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan nyeri dada akibat adanya gangguan aliran darah menuju jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup dan memicu beberapa gejala. 

Baca juga: Mengapa Angin Duduk Dianggap Berbahaya?

Selain nyeri dada, ada beberapa gejala lain yang muncul akibat angin duduk, seperti keringat berlebih, pusing, lemas, hingga sesak napas. Tentunya, angin duduk perlu diatasi dengan tepat dan cepat. Angin duduk yang tidak diatasi dengan cepat dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan, seperti serangan jantung hingga kematian.

Penyebab Angin Duduk

Angin duduk atau angina dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Angin duduk sendiri terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah menuju jantung. Kondisi ini menyebabkan pasokan oksigen menuju otot jantung akan berkurang yang memengaruhi fungsi kerja jantung untuk memompa darah dengan optimal. 

Penyempitan pembuluh darah umumnya disebabkan oleh adanya tumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini dikenal juga sebagai penyakit aterosklerosis. Umumnya, aterosklerosis semakin parah ketika pengidapnya melakukan aktivitas yang berat. Namun, tidak hanya saat melakukan aktivitas yang berat, angina duduk juga rentan terjadi ketika pengidap sedang beristirahat. Saat beristirahat pembuluh darah dapat menyempit akibat otot pembuluh darah yang menegang.

Ada beberapa faktor yang memicu penyempitan pembuluh darah yang meningkatkan risiko angina duduk, seperti kebiasaan merokok dan kurang berolahraga. Rutin melakukan olahraga menghindarkan kamu dari obesitas yang menjadi salah satu faktor pemicu angin duduk. 

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Angin Duduk

Hindari tingkat stres yang tinggi karena memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti angin duduk. Terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol juga meningkatkan risiko penumpukan plak pada pembuluh darah yang sebabkan gangguan aliran darah menuju jantung.

Hindari berbagai faktor pemicu agar kamu tidak mengalami angin duduk. Angin duduk yang tidak diatasi dengan baik mengakibatkan komplikasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan, seperti serangan jantung bahkan fatalnya adalah kematian.

Angin Duduk Dapat Sebabkan Kematian

Mengetahui gejala awal dari angin duduk menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah berbagai komplikasi. Angin duduk menyebabkan pengidapnya mengalami pusing, lemas, kelelahan, mual, sesak napas, dan juga berkeringat lebih banyak. Pemeriksaan perlu dilakukan ke rumah sakit terdekat untuk memastikan angina duduk yang dialami. Jika kamu ingin ke rumah sakit, bisa buat janji dulu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memudahkan pemeriksaan. 

Dokter akan memastikan jenis angina duduk yang dialami untuk mencegah komplikasi. Melansir Mayo Clinic, ada beberapa jenis angin duduk, seperti stable angina, unstable angina, dan prinzmetal angina.

Stable angina merupakan salah satu jenis angin duduk yang paling umum dialami. Umumnya, stable angina terjadi ketika kamu beraktivitas dan membuat jantung bekerja lebih keras. Kondisi stable angina yang tidak diatasi dengan cepat bisa menyebabkan serangan jantung. Namun, stable angina dapat diatasi dengan beristirahat total.

Unstable angina adalah nyeri dada yang sewaktu-waktu dapat terjadi saat istirahat atau paling parah ketika sedang beraktivitas. Melansir American Heart Association, serangan jantung yang terjadi akibat unstable angina bisa mengakibatkan kematian mendadak jika tidak diatasi dengan tepat.

Baca juga: Bukan Dikerok, Begini Cara Mengobati Angin Duduk

Prinzmetal angina terjadi saat jantung sedang beristirahat dan kondisinya tidak lebih parah dari unstable angina. Namun, gejala yang muncul dapat diatasi dengan beristirahat seperti stable angina. Jika hal ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Angina
American Heart Association. Diakses pada 2020. Unstable Angina