• Home
  • /
  • Mengapa Angin Duduk Dianggap Berbahaya?

Mengapa Angin Duduk Dianggap Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mengapa Angin Duduk Dianggap Berbahaya?

Halodoc, Jakarta - Istilah angin duduk, atau yang dikenal dengan sebutan angina merupakan kondisi yang muncul saat seseorang mengalami nyeri dada akibat adanya gangguan pada aliran darah menuju ke jaringan otot jantung. Penyakit yang satu ini akan mirip sekali dengan nyeri dada akibat penyakit lainnya. Gejala yang tampak akan sama seperti ditekan atau tertindih benda berat.

Gejala yang telah disebutkan biasanya terjadi saat pengidapnya sedang beraktivitas, atau saat jantung memompa darah lebih cepat. Kondisi ini dapat ditangani dengan segera, yang dibantu dengan gaya hidup sehat yang dijalani. Jika tidak ditangani dengan baik, komplikasi serius bisa saja terjadi. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai angin duduk!

Baca juga: Kerokan Bisa Bikin Angin Duduk, Mitos atau Fakta?

Angina, Kondisi Berbahaya yang Membutuhkan Penanganan Tepat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit ini terjadi karena terhambatnya aliran darah menuju organ jantung, karena adanya penyempitan pembuluh darah, atau dampak penyakit lain. Bukan hanya nyeri saja, berikut sejumlah gejala yang perlu diwaspadai:

  • Sensasi rasa terbakar pada dada.

  • Sensasi rasa sesak seperti terikat pada dada.

  • Rasa nyeri pada area rahang, pundak, lengan, serta punggung.

  • Rasa mual.

  • Lesu dan lemas.

  • Kesulitan bernapas.

  • Keringat berlebihan.

  • Sakit kepala.

Saat gejala muncul, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter guna mendeteksi jenis angina yang kamu alami, yaitu stabil (stable angina) atau tidak stabil (unstable angina). Pada stable angina, serangan jantung terjadi karena aktivitas tinggi yang membuat pengidapnya terlalu merasa kelelahan atau kedinginan. Bukan hanya fisik saja, angina jenis ini juga bisa disebabkan oleh stres pikiran.

Ketika gejala timbul tidak terlalu parah, kondisi tersebut dapat sembuh dengan sendirinya setelah beristirahat. Sebaiknya, unstable angina dapat terjadi kapan saja, bahkan saat pengidapnya tengah beristirahat. Gejala yang dirasakan semakin bertambah hebat seiring berjalannya waktu. Dibanding dengan stable angina, kondisi ini lebih membahayakan.

Baca juga: Mitos atau Fakta Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

Segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc guna mendapatkan penanganan yang tepat saat serangkaian gejala berikut muncul:

  • Rasa nyeri dada terjadi saat sedang beristirahat.

  • Rasa nyeri berbeda dari biasanya.

  • Rasa nyeri dan gejala lain muncul secara mendadak.

  • Rasa nyeri lebih dari 30 menit.

  • Rasa nyeri tidak mereda meski sudah beristirahat dan mengonsumsi obat.

Gejala-gejala tersebut bisa mengindikasi terjadinya serangan jantung. Pada wanita, gejala penyakit ini bisa berbeda dari kebanyakan pria. Perbedaan inilah yang membuat wanita kerap menganggap gejala yang muncul adalah hal yang biasa. Beberapa gejala yang dimaksud adalah mual, napas pendek, serta rasa nyeri seperti ditusuk, bukan ditekan.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Angin Duduk

Adakah Langkah Pencegahan yang Tepat?

Perlu diketahui dan diwaspadai bahwa serangan jantung merupakan komplikasi berbahaya yang bisa saja terjadi pada setiap pengidap angin duduk. Jika sudah dialami, serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat yang perlu segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Untuk mengurangi tingkat keparahan gejala, pengidap dapat menjalani pola hidup sehat, serta meninggalkan kebiasaan buruk. Berikut pola hidup sehat yang dianjurkan:

  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang secara teratur.

  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian.

  • Hindari konsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh.

  • Hindari mengonsumsi kalori secara berlebihan.

  • Lakukan istirahat dan tidur yang cukup, yaitu 6-8 jam sehari.

  • Kelola stres dengan baik dengan melakukan hal-hal yang disukai.

  • Jaga berat badan ideal dengan melakukan diet sehat.

  • Jangan merokok, atau berhenti merokok.

  • Batasi konsumsi minuman beralkohol.

Bagi pengidap diabetes, dianjurkan untuk menjaga kadar gula darah dalam batasan normal. Sedangkan bagi pengidap sleep apnea, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Referensi:

NIH. Diakses pada 2020. Angina.
NHS. Diakses pada 2020. Angina.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Angina.